Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / 2018, Bank BTN Siap Salurkan FLPP Dan SSB

2018, Bank BTN Siap Salurkan FLPP Dan SSB

Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) dan Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo (kiri) saat jumpa media, Bogor (24/12)

BERITA PROPERTI – Setelah sepanjang tahun 2017 Bank BTN tidak menyalurkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), maka pada tahun 2018 yang tinggal beberapa hari lagi, bank plat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini menyatakan siap untuk kembali menyalurkannya. Pada tahun 2017, Bank BTN memilih menyalurkan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Kesiapan Bank BTN untuk kembali menyalurkan KPR FLPP pada tahun 2018 ini dinyatakan oleh Direktur Utama Bank BTN Maryono, di Bogor Minggu, (24/12) lalu. Dalam sebuah diskusi dengan media tersebut, Maryono menegaskan bahwa kesiapan tersebut menunjukkan bahwa Bank BTN menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang selama ini memang Bank BTN sebagai pelaku utama dalam pembiayaan.

“Kami berharap pada tahun 2018 perseroan diizinkan kembali oleh Kementerian PUPR untuk menyalurkan KPR FLPP. Pasalnya, sebagai bank yang berfokus pada perumahan sejak 1976, perseroan terus berupaya mendukung Program Satu Juta Rumah. Selama tiga tahun Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 1,61 juta unit rumah,” tegas Maryono.

Lebih lanjut Maryono katakan, dukungan tersebut dilakukan dengan menggelar berbagai langkah strategis, inovasi, dan transformasi. Berbagai aksi tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah mengimplementasikan Nawa Cita ke-5 yakni menjangkau semakin banyak masyarakat memiliki rumah dengan harga terjangkau. Saat ini, masih ada sekitar 11,4 juta lebih masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah.

“Kami tetap berkomitmen mendukung Program Satu Juta Rumah dan kami membuka ruang untuk dapat menyalurkan kembali FLPP 2018 agar semakin banyak masyarakat bisa memiliki rumah dengan harga terjangkau dan memenuhi target program nasional tersebut. Ini adalah program pemerintah dan kami siap mendukung. Semoga BTN diberikan ijin untuk dapat kembali menyalurkan FLPP mendampingi bank lain untuk mendukung program pemerintah tersebut, meskipun kami tetap siap dengan skema SSB,” ungkap Maryono.

Kesiapan Bank BTN untuk kembali menyalurkan KPR FLPP tentu bukan tanpa sebab. Sejak ditunjuk menjadi bank pembiayaan dalam Program Satu Juta Rumah pada 2015, Bank BTN pun selalu mencatatkan realisasi penyaluran kredit perumahan lebih dari target yang ditetapkan. Hingga saat ini, Bank BTN masih mendominasi penyaluran KPR bagi perumahan sederhana.

Data menyebutkan, pada 2015, realisasi penyaluran pinjaman perumahan Bank BTN mencapai 110% dari jumlah yang dibidik atau setara 474.099 unit rumah. Begitu pula pada tahun berikutnya. Dari target sebesar 570.000 unit rumah, realisasi penyaluran kredit perumahan oleh Bank BTN telah mencapai 104,5% atau setara 595.540 unit rumah.

Sementara hingga November 2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 549.699 unit rumah. Realisasi tersebut tercatat melebihi separuh dari total realisasi seluruh agen Program Satu Juta Rumah. “Kami sebagai bank milik pemerintah terus berkomitmen memacu layanan dan kinerja agar semakin banyak masyarakat Indonesia bisa memiliki rumah. Dengan membuka ruang FLPP 2018, akan mempercepat dan mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian sendiri,” ujar Maryono.

Harga Saham Berpotensi Naik
Kinerja bank dengan kode emiten bersandi saham BBTN ini di pasar model juga tergolong baik dan diprediksi akan terus meningkat. Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo mengatakan, hal ini karena sektor perumahan di Indonesia masih memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Terlebih lagi didukung oleh sejumlah regulasi terkait industri properti dan perbankan.

Menurut Winang, adanya dukungan pemerintah, bonus demografi, serta kebijakan relaksasi loan-to-value Bank Indonesia (LTV BI) terus mendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) serta menjaga kualitas kredit. Dengan potensi besar tersebut, didukung melesatnya kinerja Bank BTN dalam Program Satu Juta Rumah, selama tiga tahun terakhir telah membuat harga saham BBTN melesat sebesar 191%. Kenaikan tersebut jauh meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh di level 19% untuk periode yang sama.

“Harga saham BBTN pada awal 2017 tercatat berada di posisi Rp1.740 dan terus melesat mencapai titik tertinggi di Rp3.350 pada 7 Desember 2017. Beberapa analis, tambah dia, menyebut target price bergerak di antara 3.300-4.000 dalam dua belas bulan ke depan. “Potensi kenaikan harga BBTN masih terbuka lebar, apalagi melihat kondisi historis yang ada,” tutup Winang.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*