Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / 2018, Saatnya Kalangan Milenial Untuk Menjajal Hunian Vertikal

2018, Saatnya Kalangan Milenial Untuk Menjajal Hunian Vertikal

Kalangan Milenial Makin Terbiasa Tinggal di Apartemen

BERITA PROPERTI – Selama penduduk muda masih terus tumbuh, maka pasar properti tidak akan pernah mati. Terlebih 2018, yang diprediksi masih akan menikmati masa keemasannya pasar properti yang sudah dimulai sejak 2017.

Sejumlah pengamat meyakini tahun ini memang merupakan timing yang tepat untuk konsumen membeli properti. Pandangan itu diperkuat dengan tingkat kepercayaan property seeker (pencari properti) terhadap pasar yang tengah memasuki tahap pemulihan.

Berdasarkan survey yang dirilis Rumah.com, 63% responden di Indonesia memiliki rencana membeli hunian dalam kurun waktu enam bulan kedepan, di mana 60% diantaranya berminat membeli apartemen. Persentase ini mengalami kenaikan mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan survey dua tahun sebelumnya.

“Kami melihat ada kencenderungan di kalangan generasi millennial bahwa membeli properti itu adalah suatu hal yang mustahil atau tidak penting. Padahal, seiring dengan perkembangan inovasi di kalangan pengembang properti, perbankan, dan teknologi, membeli atau berinvestasi properti bukanlah suatu mission impossible, atau tidak bisa dicapai sama sekali,” tutur Hendro S. Gondokusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti beberapa waktu lalu.

Millennial merupakan terminologi yang mengacu pada generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000-an. Generasi ini adalah generasi yang melek dan mempunyai keterikatan tinggi terhadap teknologi, tetapi di sisi lain masih belum melihat pentingnya berinvestasi khususnya investasi di produk properti. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi keengganan generasi millennial untuk membeli properti.

Banyaknya faktor yang mendukung untuk para milenial agar mau membeli properti, untuk itu sekarang mulai kelihatan generasi ini menjajal properti terutama hunian vertikal.

Berdasarkan status pernikahan, 40% masyarakat yang tertarik membeli apartemen berasal dari pencari hunian yang masih lajang. Sedangkan 20%-nya sudah menikah, baik sudah memiliki anak maupun belum.

“Pertumbuhan harga yang mulai stabil melatar belakangi sejumlah masyarakat khususnya enduser untuk beralih membeli apartemen. Apalagikonsumensekarangsudahlebihpaham, bahwa kenaikan harga apartemen di lokasi bagus bias mencapai 15% – 20% per tahun,” jelas Faizal Abdullah, Executive Director PT Alam Makmur Property selaku pengembang apartemen Cluny Residence.

Tahun ini ada banyak pengembang yang meluncurkan proyek apartemen baru. Tentunya menjadikan peluang bagi konsumen, karena sangat mungkin mendapat harga  perdana yang masuk dalam budget mereka. Keuntungan membeli apartemen saat baru launching, menurut Faizal, ibarat mendapat diskon nyaris 10% – 15% dibandingkan membeli apartemen ketika sudah topping off.

“Program cicilan DP seolah sudah menjadi syarat utama ketika  konsumen membeli apartemen. Hal ini juga yang Cluny Residence tawarkan kepada masyarakat luas, dengan skema DP yang bias diangsur selama 12 bulan untuk konsumen yang membeli melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA),” ujar Faizal tegas.

Strategi yang dilakukan pihak Cluny Residence, menurut Head of Advisory Jones Lang LaSalle (JLL), Vivin Harsanto, termasuk dalam bentuk positioning terkait pemasaran apartemen masa kini.

“Menyesuaikan tren market, pengembang pun lebih focus pada penyediaan unit tipe kecil, harga yang affordable, dan kemudahan cara bayar untuk konsumen,” ungkap Vivin.

Sementara itu JLL mencatat pasar kondominium pada kuartal pertama tahun ini mengalami peningkatan, melanjutkan tren yang telah terbentuk sejak Q4 2017. Aktivitas penjualan berlangsung cukup stabil dengan tingkat penjualan rara-rata di angka 64%.

Pertumbuhan minat masyarakat terhadap apartemen sebagai substitusi dari sebuah pilihan hunian, telah menimbulkan adanya shifting generation.“Artinya, dari kecenderungan ingin tinggal di rumah tapak, sekarang bergeser ke hunian vertikal,” tukasnya.

Hidup memang cuma sekali dan mempersiapkan hidup nyaman harus dimulai sedini mungkin. Tidak mau kan sampai umur 40 tahun sudah menikah masih tinggal bersama orang tua? Maka dari itu, investasi properti merupakan investasi penting. Kepemilikan properti juga erat dengan kaitannya dengan kebebasan khususnya finansial.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*