kartal escort pendik escort tuzla escort izmit escort kurtkoy escort atasehir escort maltepe escort antalya escort istanbul escort sex hikaye fuck google sex hikayeleri kurtkoy escort kurtkoy escort kurtkoy escort istanbul travesti kurtköy escort kurtköy escort kurtköy escort maltepe escort ataşehir escort Poker oyna kadıköy escort kurtköy escort Böcek İlaçlama Ataköy Escort porna escort pendik beylikdüzü escort kocaeli escort beşiktaş escort ankara escort ankara escort ankara escort bursa sınırsız escortlar beylikdüzü escort avcılar escort Ataköy escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort istanbul travesti izmir travesti gebze escort ataköy escort ankara escort ankara escort şişli escort ankara escort bayan ankara escort antep escort Ataşehir escort ankara escort ankara escort bursa escort antalya escort ataköy escort astropay adana seo astropay card astropay kart astropay kart al astropay card al ucuz astropay ucuz astropay satın al canlı bahis kaçak bahis siteleri istanbul eşya depolama depolama pendik escort umraniye escort tesetturlu escort tesetturlu escort beylikdüzü escort sirinevler escort beylikdüzü escort istanbul escort sirinevler escort istanbul escort şişli escort umraniye escort umraniye escort 22 Ribu Rumah Di Bali Tidak Layak Huni | Property & Bank
Friday , 20 October 2017
Home » Indeks Berita » 22 Ribu Rumah Di Bali Tidak Layak Huni

22 Ribu Rumah Di Bali Tidak Layak Huni

Kawasan perumahan

Kawasan perumahan

DAERAH – Sebanyak 22.000 rumah di Provinsi Bali masih termasuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Kementerian PUPR terus mendorong pelaksanaan bedah rumah bagi masyarakat di daerah tersebut. “Dari hasil pendataan yang kami lakukan masih ada 22.000 RTLH di Provinsi Bali yang butuh bantuan perumahan seperti bedah rumah,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali I Ketut Artika dalam siaran pers.

Menurutnya, adanya dana pendampingan program perumahan dari pemerintah pusat melalui DAK Perumahan akan sangat membantu Pemda. Pasalnya, tidak semua Pemda memiliki kecukupan anggaran untuk mengatasi program perumahan. “Kami juga mengupayakan agar ada alokasi program perumahan dalam APBD yang disalurkan dalam Program Bali Mandara. Proogram tersebut dimulaui sejak 2010 dan setiap tahun kami berupaya membantu bedah 1.500 unit per tahun rumah yang ada di atas tanah milik masyarakat. Sampai sekarang jumlah rumah yang telah kami bedah sebanyak 10.850 unit,” katanya.

Sementara itu, Kesubdit Perencanaan dan Standardisasi Direktorat Rumah Swadaya Lilik Priyanto Hartadi menerangkan, penyaluran DAK Perumahan diharapkan dapat menggandeng pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk me dorong program perumahan di daerahnya masing-masing. “Dalam perencanaannya merupakan usulan dari Pemda sehingga kebijakannya memang bottom up. Pemda yang tahu berapa kebutuhan perumahan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tandasnya.

Direktorat Rumah Swadaya, imbuhnya, juga medorong agar masyarakat bisa berperan aktif dalam pembangunan rumah secara swadaya. Untuk pemerintah memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat berupa bantuan dalam bentuk bahan bangunan serta melibatkan kelompok masyarakat. “Kami harap dengan semakin banyaknya pembentuman Dinas di daerah yang menangani perumahan program DAK perumahan ini bisa berjalan dengan baik. Rakor ini diikuti oleh 171 peserta perwakilan dari Dinas Perumahan daerah,” ungkapnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*