Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Adonara, Menangkap Peluang Industri Hospitality di Era Milenial

Adonara, Menangkap Peluang Industri Hospitality di Era Milenial

Menangkap Peluang Industri Hospitality di Era Milenial

Adonara Group menggarap sejumlah hotel di beberapa lokasi di Indonesia

PERHOTELAN – Sebagai salah satu sektor yang menghasilkan devisa terbesar selain migas, industri perhotelan terus merangkak naik mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Provinsi. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini tentunya membutuhkan profesionalitas handal dalam mengelola bisnis hotel.

Kenyataannya di lapangan, masih banyak hotel-hotel yang belum dikelola secara profesional. Hal ini tentunya menjadi satu peluang untuk membenahi dan ikut mengelola hotel dengan manajemen yang lebih profesional.

Inilah yang mendasari Ruben Amor, Chief Executive Officer (CEO) Adonara Hotel Group, untuk menekuni bisnis hospitality. Ruben mengaku melihat peluang yang terbuka lebar di industri ini. “Saya ingin berupaya merubah mindset pengelolaan hotel secara konvensional menjadi professional. Dimana effort atau dukungan antara kedua belah pihak tentu menjadi aspek yang sangat fundamental,” ujarnya.

BACA JUGA :   South Quarter Disewa Citi Indonesia 10 Lantai

Lewat bendera Adonara Group, Ruben mengembangkan bisnis sebagai pengelola Hotel secara professional. Bahkan saat ini Adonara Group tidak hanya sebagai hotel operator, tetapi juga sebagai pemilik hotel.

“Sebagai investor kami menargetkan tahun 2018, akan mengakuisisi beberapa hotel di Indonesia.  Diantaranya Arnava Hotel Senen , dan Grand Arnava Hotel solo, dimana saat ini sedang dalam pembangunan, dan rencananya akan mulai dioperasikan pada akhir tahun sebanyak 200 kamar,” ujarnya.

Menurut Ruben, bisnis perhotelan tidak selalu bicara soal keuntungan dan okupansi kamar. Bukan pula semata tentang kehebatan sebuah merek (brand). Namun hal yang paling esensial dalam bisnis perhotelan adalah menjaga komitmen dan kepercayaan.

BACA JUGA :   Optimistis, Adonara Group Siapkan 34 Hotel Di 2018

Karena itu, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Aston International, tidak melihat pengelola hotel management lain sebagai kompetiter atau ancaman. “kami melihatnya sebagai bentuk kerjasama yang saling melengkapi sebagai sesama profesi,”ujarnya.

Strategi Tangkap Peluang
Sebagai sebuah destinasi yang menjanjikan, Indonesia patut diperhitungkan oleh pasar wisata. Perkembangannya bukan hanya di Jakarta saja, namun kini sudah merambah dari kota besar hingga ke kota kabupaten. Untuk itu diperlukan strategi untuk menarik investor, dengan memberikan kepastian investasi yang saling menguntungkan.

Ruben mengaku punya strategi yang mampu menarik investor untuk bersama-sama bersinergi mengembangkan bisnis perhotelan di Indonesia. Pertama, dengan mengajak kerjasama. Hal ini merupakan  bentuk kerjasama yang umum dilakukan oleh semua hotel operator, mulai dari study kelayakan, teknikal assistant hingga pengelolaan hotel management.

BACA JUGA :   Terus Ekspansi, YELLO Hotels Buka Hotel Baru di Kota Manado

Kedua dengan melakukan kerja sama Re-Branding. Untuk kerja sama re-branding ini, pria kelahiran Flores, 26 Januari 1969 menjelaskan bentuk kerja sama re-branding ini tentunya tidak terlepas dari biaya dalam melakukan proses re branding yang relative besar. Namun secara korporasi bentuk biaya ini menjadi tanggung jawab kami sebagai Hotel Operator , artinya Owner tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pengganti re branding.

“Setelah melakukan dua hal diatas, langkah berikutnya dengan melakukan renovasi hotel, hal ini sangat diperlukan mengingat perkembangan dan tren yang ada. Seperti sekarang ini, dimana generasi milenial tidak hanya membutuhkan tempat yang nyaman dan fasilitas yang IT, tapi juga desain interior yang dinamis,” ujarnya.

Semua strategi yang dilakukan terbukti dengan suksesnya mengakuisisi dua hotel tahun lalu. Bahkan korporasi akan kembali melakukan akuisisi beberapa hotel baru minimal 6 hotel di tahun 2018 guna melengkapi porto folio Adonara Group.

Ekspansi Bisnis
Disamping hotel, corporasi juga akan melakukan pengembangan kawasan pariwisata atau resort dengan pola kerja sama atau joint investasi dengan beberapa investor. baik dengan pihak swasta maupun pemerintah daerah.  Hal ini dilakukan mengingat sektor pariwisata juga memberikan kontribusi yang sangat besar. Mengingat tingkat pertumbuhan ekonomi yang semakin besar, serta dukungan jaringan infrasruktur. Sehingga memudahkan akses transportasi dari semua sektor.

Salah satunya yang kini sedang dipersiapkan yakni kawasan Resort Terpadu di Jawa Tengah diatas lahan 10 hektar dengan berbagai konsep baik wisata alam, edukasi , resort  menjadi salah satu kawasaan resort terbesar di Indonesia, dimana kami akan melakukan lauching pada awal tahun 2019.

BACA JUGA :   Jababeka Kembangkan Jababeka Green Market

Kawasan ini tidak hanya melibatkan kami sebagai investor , tetapi kami akan melibatkan semua komponen masyarakat untuk mengembangkat industry kreatif. Ini akan menjadi percontohan sebagai bentuk kerja sama dengan masyarakat serta sektor jasa lainnya yang terintergasi satu dengan lain .

Disamping itu Adonara Group juga baru membuka Hotel Hotel , Pramugari dan aviation di kota solo dengan nama “Adonara Bina Skyline” sebuah lembaga pendidikan jangka pendek atau diploma untuk mendidik tenaga kerja siap pakai atau langsung ditempatkan untuk bekerja di Semua Hotel di bawah Adonara Group atau untuk memenuhi permintaan pasar dari sektor pariwisata.  Suatu hasil karya yang luar biasa. Semoga.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*