Tuesday , 20 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Agar Data Properti Lebih Akurat, BI Dan REI Sepakat Kerjasama

Agar Data Properti Lebih Akurat, BI Dan REI Sepakat Kerjasama

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata (dua dari kiri) dan Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara (tengah) usai penandatanganan MoU

BERITA PROPERTI – Bertempat di Gedung Serbaguna Bank Indonesia, Senin (2/4) lalu, asosiasi pengembang properti tertua di Indonesia, Realestat Indonesia (REI) dan Bank Indonesia (BI) menandatangani sebuah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), terkait pengumpulan data yang akurat.

Usai penandatanganan MoU, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menjelaskan, dengan memiliki anggota mencapai 4.500 yang tersebar di seluruh Indonesia, REI diyakini akan memberikan data yang akurat dan dibutuhkan oleh Bank Indonesia. Terlebih lagi, industri properti merupakan sektor yang semuanya bisa dihitung.

“Dalam memberikan informasi atau data kepada pihak-pihak lain, terutama Bank Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan data yang akurat dan benar mengenai industri properti. Di properti, data tidak bisa dimanipulasi atau hiding information,”ujar Soelaeman yang akrab disapa Eman.

Kerjasama antara Bank Indonesia dengan REI ini meliputi pengumpulan dan pertukaran data serta informasi khususnya mengenai properti, terutama di sektor perumahan. Selama ini, Bank Indonesia sudah sering melakukan survey atau riset ke beberapa daerah, khususnya kota-kota besar di Indonesia, seputar informasi harga properti dan tren pertumbuhannya.

Mengenai hal tersebut, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara menjelaskan, saat ini sudah banyak kota-kota yang sedang berkembang pembangunan propertinya dan pengembangan itu dilakukan oleh pengembang yang umumnya tergabung di REI. Dengan demikian, melakui kerjasama ini akan terkumpul data-data dari para pengembang tersebut.

“Melalui kerjasama yang sinergis ini, BI akan mendapatkan data yang lebih banyak terkait perkembangan industri properti dan cakupannya lebih luas sehingga bisa membuat kebijakan yang tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Mirza yang mendampingi Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati dalam menandatangani MoU.

Lebih lanjut dikatakan Mirza, informasi yang akurat baik dari sisi pelaku industri properti, konsumen, maupun perbankan diharapkan dapat mendorong BI membuat kebijakan yang dapat memberikan manfaat, bagi kinerja properti. BI akan lebih mudah dalam merumuskan kebijakan soal loan to value (LTV) Spasial.

“Kebijakan LTV berdasarkan wilayah masih terus dimatangkan karena membutuhkan data yang lebih banyak dari kota-kota besar sampai ke daerah-daerah. Kami membutuhkan data yang lebih banyak dan dengan kerjasama ini, kebijakan LTV Spasial bisa segera direalisasikan,” tegas Mirza.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*