Sunday , 20 August 2017
Home » Sekitar Kita » AkzoNobel Komitmen Memanusiakan Kota lewat Warna

AkzoNobel Komitmen Memanusiakan Kota lewat Warna

Perusahaan cat dan pelapis AkzoNobel, menginisiasi sebuah project bernama Human Cities Manifesto atau Konsep Kota Humanis yang bertujuan untuk meningkatkan dan memberikan energi, serta meregenerasi masyarakat perkotaan di seluruh dunia.
“Human Cities Initiatives adalah konsep untuk mewujudkan kota yang lebih “manusiawi”. AkzoNobel baru-baru ini meluncurkan gagasan kota humanis untuk memperlihatkan komitmen kami untuk meningkatkan, memberikan energi dan meregenerasi masyarakat perkotaan diseluruh dunia. Kami berpikir setiap kota seharusnya berfokus dengan beberapa isu untuk membuat lingkungan kota yang lebih humanis melalui warna, seperti bangunan bersejarah, sistem transportasi, sistem edukasi, olahraga dan rekreasi, serta kota yang berkelanjutan,” kata Jun De Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia).
AkzoNobel percaya bahwa warna memegang peranan penting dalam memberikan perasaan bagi setiap orang mengenai tempat, ruang dan identitas. Oleh karena itu, masyarakat harus diberikan kesempatan untuk mengekspresikan identitas mereka. Kota harus memperlihatkan warna asli mereka. Disana ada hubungan emosional yang terlahir dari penggunaan warna.
“Kita harus percaya bahwa memberikan warna kepada ruang publik adalah penting. Saya percaya bahwa ada hubungan kuat antara warna dengan emosi dari setiap masyarakat. Ini dapat memberikan energi dan masyarakat akan merasa betah tinggal di kota mereka,” jelas Jun.
Dijelaskan Jun, menyediakan pendidikan yang layak telah menjadi perhatian utama mereka sejak lama. Pihaknya berharap dapat menjadi penghubung untuk membuka potensi yang mereka miliki. “Saya pribadi percaya bahwa akan ada inovasi dari sebuah kota apabila masyarakatnya diberikan pendidikan yang baik. Oleh karena itu kami terus melakukan hal ini,” ungkap Jun.
Ruang publik untuk olahraga dan hiburan adalah salah satu aset penting yang dimiliki oleh kota humanis, karena dapat meningkatkan daya tarik kota dan membawa hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat. “Kami berharap manifesto dari kota humanis akan memacu masyarakat untuk mencintai kota mereka lebih dari sebelumnya,” katanya.
Bangunan bersejarah merupakan salah satu identitas kota yang harus dilindungi. Dengan melindungi bangunan bersejarah masyarakat sedang menyiapkan masa depannya. “Nilai-nilai budaya dalam bangunan bersejarah juga dapat menarik turis untuk mengunjungi suatu kota. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” Jun menambahkan.
AkzoNobel telah mengecat beberapa bangunan bersejarah di Indonesia, seperti Museum Fatahillah pada tahun 2009, Balai Pemuda Surabaya pada tahun 2010, dan Benteng Rotterdam Makassar pada tahun 2010. Melestarikan bangunan bersejarah merupakan bagian dari manifesto kota humanis. “Dengan mengecat bangunan tersebut, pada akhirnya akan membuat masyarakat bangga akan identitas mereka,” tutup Jun.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*