Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / AREBI Dorong Kemendag Wajibkan Seluruh Broker Properti Bersertifikasi

AREBI Dorong Kemendag Wajibkan Seluruh Broker Properti Bersertifikasi

Lukas Bong, Ketua Umum DPP AREBI periode 2018-2021

BERITA PROPERTI – Usai dilantik menjadi Ketua Umum DPP (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) AREBI periode 2018-2021, Lukas Bong langsung tancap gas guna menjalankan program-program yang telah disusunnya. Salah satunya adalah himbauan kepada seluruh broker properti di tanah air agar memiliki sertifikasi. Bahkan, Lukas Bong mengharapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan mewajibkan sertifikasi bagi broker properti.

“Dalam tiga tahun kedepan, kami akan fokus untuk meningkatkan sertifikasi anggota-anggota AREBI dan broker properti pada umumnya. Kami juga akan melibatkan pemerintah sebagai regulator agar membuat peraturan-peraturan yang dapat mendukung industri bisnis broker properti, salah satunya dengan mewajibkan sertifikasi,” ujar Lukas Bong saat pelantikan di GrandDhika Iskandarsyah Hotel, Jakarta, (10/9) lalu.

Lukas Bong mengajak dan mendorong pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mewajibkan kepada Broker Properti seluruh Indonesia untuk membuat sertifikasi dan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4). Menurutnya hal tersebut penting agar meningkatkan profesionalisme para agen broker properti dan untuk memajukan industri bisnis broker properti.

Menurutnya, adanya sertifikasi kepada agen broker properti memiliki keunggulan tersendiri yakni agar mereka dapat berjualan properti dan memiliki kapabilitias untuk mengembangkan bisnis broker properti. Tak hanya itu broker properti juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru kepada masyarakat.

BACA JUGA : Sertifikasi Broker Properti untuk Lindungi Profesi

“Apa saja positifnya? Menciptakan lapangan kerja, developer hanya fokus dalam membangun saja. Si agen atau broker properti ini yang menjual yang otomatis hal tersebut akan membuka banyak lapangan pekerjaan. Karena kenapa? Biasanya agen-agen properti tersebut menampung ibu-ibu rumah tangga, mungkin sarjana, mungkin yang sudah pensiun, nah kita banyak tampung mereka,” tegas Lukas Bong.

Sementara itu, program lain mengenai pengembangan anggota AREBI, Lukas Bong menargetkan penambahan sebanyak 5 sampai 6 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) baru, selama tiga tahun era kepemimpinannya. Penambahan tersebut berdasarkan pada berapa jumlah-jumlah anggota broker properti yang bisa dijadikan anggota AREBI. Hal ini agar kedepannya AREBI memiliki konektivitas yang luas.

“Saya akan coba masuk ke Medan, Jogja, dan kota-kota di pulau Kalimantan, serta Sulawesi Utara. Kami melihat daerah-daerah tersebut industri propertinya berkembang pesat. Dan dalam penambahan DPD tersebut, kami juga melihat dari berapa jumlah-jumlah anggota broker properti yang dapat kita jadikan anggota AREBI,” tambah Lukas Bong.

Lebih lanjut Lukas Bong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang mempercayakan dirinya untuk memimpin AREBI menjadi lebih baik. Sebelumnya Lukas Bong pernah menjabat sebagai Ketua DPD AREBI DKI Jakarta selama 2 periode.

Selain melantik pengurus baru AREBI, pada kesempatan itu juga dilakukan Donasi Kemanusiaan bencana alam bagi korban di Palu, Sulawesi Tengah. Donasi yang diberikan berjumlah Rp. 100.000.000,- dan akan diserahkan langsung ke masyarakat Palu yang terkena dampak bencana alam Tsunami dan Gempa Bumi. (Irvan Chandra)

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*