Saturday , 19 August 2017
Home » Breaking News » AREBI Targetkan LSP Broker Properti Beroperasi Awal 2016

AREBI Targetkan LSP Broker Properti Beroperasi Awal 2016

Suasana Rakernas AREBI 2015

Suasana Rakernas AREBI 2015

PROPERTI-Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI)  menargetkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti bisa beroperasi pada awal tahun 2016. Rencana ini mengemuka saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AREBI 2015, Kamis (26/11), di Hotel Novotel, TangCity, Tangerang, Banten lalu. Rakernas AREBI 2015 diikuti Dewan Pengurus Pusat (DPP) AREBI 2015 – 2018 dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) AREBI dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

“Saat ini LSP Broker Properti telah dibentuk dan ditargetkan awal 2016 sudah bisa beroperasi,” ujar Ketua Umum AREBI Hartono Sarwono. LSP Broker Properti dibentuk setelah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 343 Tahun 2015 tentang penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kategori real estate golongan pokok real estate bidang perantaraan perdagangan properti. 

Diharapkan dengan adanya SKKNI, broker properti memiliki kompetensi kerja yakni kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standard yang ditetapkan sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas broker properti. SKKNI adalah kurikulum uji yang akan menjadi dasar dibuatnya materi uji kompetensi yang nanti dipakai oleh LSP  Broker Properti dalam menguji broker properti di Indonesia.

LSP adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. Sebagai organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia, LSP dapat membuka cabang yang berkedudukan di kota lain.

“Nantinya, broker properti yang beroperasi di Indonesia, baik perusahaan maupun perorangan, harus memiliki sertifikat/lisensi yang dikeluarkan LSP Broker Properti  sehingga ini akan menjadi babak baru bagi bisnis broker properti Indonesia. Dengan memiliki sertifikat/lisensi, broker properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker properti. Di banyak negara, bahkan di negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Singapura, broker properti harus memiliki sertifikat/lisensi,” kata Hartono.  

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*