Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Arsitek Kengo Kuma Rilis Desain Proyek Crown Di Waterloo Sydney

Arsitek Kengo Kuma Rilis Desain Proyek Crown Di Waterloo Sydney

Desain Kengo Kuma untuk proyek Waterloo, Sydney yang dikembangkan oleh Crown Group

INTERNASIONAL – Pemenang kompetisi desain proyek Crown Group di kawasan Waterloo, Sydney, Australia, arsitek asal Jepang Kengo Kuma, mulai menunjukkan karyanya untuk proyek hunian terbaru itu. Bermitra dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects, arsitek ini mendesain bangunan yang penuh artistik tersebut.

Pembangunannya meliputi lima menara hunian di Waterloo yang juga mencakup tiga menara yang dirancang secara eksklusif oleh Koichi Takada Architects dan sebuah manara yang dirancang oleh arsitek yang berbasis di Sydney, Silvester Fuller. Menara hunian setinggi 19 lantai ini akan menampilkan kolam renang tanpa batas yang terletak di atap menara, pusat kebugaran dan ruang komunitas dengan eksterior hijau penuh tanaman yang dirancang untuk menghadirkan hutan rimbun yang bertingkat.

Sementara rencana pembangunan yang berlokasi di 48 O’Dea Avenue Waterloo tersebut akan terdiri dari 384 unit apartemen mewah di lima menara hunian, dari 4 hingga 19 lantai serta gabungan restoran, kafe, dan pertokoan. Semua pengerjaan pembangunan diawasi oleh pemerintahan kota Sydney, termasuk juga kompetisi untuk mendesain pembangunan hunian tertinggi ini.

Bagi Kengo Kuma and Associates, proyek ini menjadi yang pertama merancang hunian untuk pengembang Australia pemenang penghargaan yang mendirikan pembangunan pertamanya di kawasan Bondi pada tahun 1996. Arsitek ini sukses mendesain Stadion Olimpiade 2020 Tokyo dan Museum V&A di Dundee, Skotlandia, yang diakui secara internasional

“Saya sangat bangga melihat tiga perusahaan arsitektur yang terlibat dalam pengembangan menara hunian baru yang akan menjadi keabanggaan bagi perusahaan di daerah Waterloo. Kolaborasi yang tercipta antara Kengo Kuma dan Koichi Takada adalah yang pertama kali di Dunia,” ujar Komisaris dan Group CEO dari Crown Group, Iwan Sunito dalam keterangan tertulis.

Dikatakan Iwan, Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya dan etos unik masing-masing, yang sesuai dengan keinginan Crown Group untuk mendorong batas-batas desain. Kedua arsitek ini, katanya, telah terbukti sebagai pemimpin sejati di bidangnya, terkenal karena kreativitas mereka. Kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney.

“Kami sangat bersemangat untuk dapat mengambil langkah berikutnya dalam melanjutkan jalur desain kota Sydney yang semakin dikenal akan keunikan arsitektur kotanya. Proyek ini akan menjadi tambahan hunian baru berdesain modern di daerah Green Square, Sydney yang sedang berkembang,” kata Iwan menambahkan.

Proyek ini akan menjadi pengembangan ketiga bagi Crown Group di Waterloo, setelah proyek pemenang penghargaan, Viking by Crown Group yang sudah diselesaikan pada tahun 2014 dan Waterfall by Crown Group yang diluncurkan pada tahun lalu.

Kengo Kuma mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc. pada tahun 1990 dan perusahaan telah menciptakan sejarah panjang di negara asal sang arsitek; Jepang, tetapi tahun lalu melakukan pekerjaan pertamanya di Australia dengan menara di kawasan Circular Quay Sydney dan The Darling Exchange yang merupakan bagian dari rencana Pemerintah NSW senilai Rp. 34 Triliun untuk mengembangkan kembali kawasan Darling Harbour. Kengo belajar di Universitas Columbia di New York City dan berhasil masuk dalam lima besar Dezeen Hot List tahun lalu.

Sementara, Koichi Takada yang lahir di Jepang memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada tahun 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, telah berhasil memenangkan banyak penghargaan untuk desain termasuk perumahan, ritel, perhotelan, dan lokasi acara kebudayaan.

Informasi lebih lanjut dari pengembangan proyek ini akan terungkap pada bulan Agustus dan penjualan apartemen diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini. Crown Group akan mulai menerima pendaftaran dari pembeli potensial pada bulan Juli.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*