Saturday , 7 December 2019
Home / Bahan Bangunan / ASAKI Targetkan Menjadi Produsen Keramik Terbesar Keempat Didunia

ASAKI Targetkan Menjadi Produsen Keramik Terbesar Keempat Didunia

Produk keramik dalam negeri tak kalah dengan produk impor

BAHAN BANGUNAN – Produk keramik dalam negeri, tidak hanya dicintai tapi juga tapi harus dimiliki alias dipilih dan dipakai. Inilah harapan ASAKI, bukan hanya kepada pemerintah dan stakeholder, namun juga kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto mengatakan, bahwa industri keramik dalam negeri saat ini sudah nampak semakin tumbuh dan bergairah. Terlebih lagi, dengan adanya dukungan pemerintah melalui instrument Safeguard yang mulai berlaku Oktober 2018 lalu, hingga tahun 2021.

BACA JUGA :   Bluescope Fokus Bidik Generasi Milenial

“Kenapa produk keramik dalam negeri atau lndonesia layak menjadi pilihan dan kebanggaan kita? Karena keramik Indonesia unggul dari segi design, Keramik dalam negeri saat ini juga sudah didukung dengan teknologi digital printing. Kualitas produk dalam negeri juga sudah sangat bagus dengan berbagai bentuk, model yang disukai pengguna,” ujar Edy.

Varian produk keramik dalam negeri sangat lengkap dengan berbagai ukuran seperti 20×20 sampai 50×50 dan ukuran besar 60×60 sampai dengan 120×360. Industri keramik Indonesia secara kapasitas terpasang sebesar 580 juta m2/ tahun adalah nomor 4 terbesar di dunia setelah China, Inda dan Brazil.

“Di tahun 2014 versi World Ceramic Review, Indonesia menempati posisi 5 sebagai Negara Produsen Keramik Terbesar di Dunia berdasarkan kapasitas produksi. Namun karena gempuran dari produk impor terutama China dibeberapa tahun terakhir, ini kita menempati posisi ke 9 ditahun 2018. Kami yakin dengan dukungan Pemerintah, Kadin dan asosiasi-asosiasi pengembang maka tidak lama lagi target ASAKI menjadi negara produsen keramik no 4 terbesar di dunia bisa segera terwujud,” tegas Edy.

BACA JUGA :   ASAKI Kembali Gelar Pameran Keramika 2017

Hal ini, kata dia, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa industri harus mengenjot export dan bagaimana mengurangi angka impor. ASAKI, sambung Edy, memohon dukungan Pemerintah untuk menyediakan gas dengan harga yang lebih berdaya saing sehingga industri keramik dalam negeri juga bisa memanfaatkan pasar export khususnya kawasan Asia Tenggara dan Australia melalui CEPA.

“ASAKI bersyukur dan memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan nyata dari REI, APERSI, HIMBARA dan Pengembang Indonesia yang bekerjasama dengan ASAKI. Kerjasama ini juga merupakan tekad ASAKI untuk mendukung Program Pemerintah Pembangunan Sejuta Rumah dan Program Rumah Susun,” ujar Edy.

Check Also

SMF

SMF Siap Kucurkan FLPP Rp3,7 Triliun di 2020, 25% Dari Total Penyaluran

KEUANGAN – PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) siap kucurkan pembiayaan Rp3,7 triliun pada 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link