Thursday , 17 August 2017
Home » Figur » Asmat : Bangun Rumah MBR Itu Bisnis dan Ibadah

Asmat : Bangun Rumah MBR Itu Bisnis dan Ibadah

Managing Director SPS Group Asmat Amin

Managing Director SPS Group Asmat Amin

BERITA PROPERTI – Masih tingginya kebutuhan hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), merupakan permasalahan utama pemerintah saat ini untuk sektor perumahan. Tercatat, backlog (kekurangan) rumah hingga saat ini sudah lebih dari 13 juta unit, dan setiap tahun kekurangannya sekitar 800 ribu unit.

Presiden Joko Widodo sangat serius menangani sektor perumahan ini dengan diluncurkannya Program Sejuta Rumah pada tahun 2016 lalu. Meskipun kenyataannya, kebutuhan akan hunian bagi MBR masih belum terpenuhi dengan program tersebut. Pasalnya, sejumlah permasalahan masih menjadi hambatan program sejuta rumah.

Praktisi Hunian Subsidi Indonesia yang sudah banyak membangun hunian untuk MBR, Asmat Amin mengatakan, permintaan terhadap rumah subsidi masih sangat tinggi. Masalahnya, untuk membangun bahkan hanya mengurusnya saja bukan perkara mudah. Masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti biaya produksi yang sangat tinggi.

“Harga jual dan ketersediaan lahan masih menjadi masalah utama bagi developer dalam memenuhi kebutuhan hunian murah. Lokasi perumahan yang akan dibangun sangat penting, bagaimana aksesnya, lalu apakah transportasi umumnya sudah tersedia. Jangan sampai nanti ketika rumah akan ditempati, tapi susah untuk kemana-mana,” ujar Asmat saat buka puasa dengan sejumlah media, Selasa (6/5).

Managing Director SPS Group ini juga mengingatkan, penting untuk memperhatikan hal-hal lainnya seperti bagaimana kandungan air bawah tanahnya, apakah bisa dikonsumsi untuk kepentingan rumah tangga. Menurutnya, membangun rumah subsidi juga harus diperhatikan kepentingan dan keperluan konsumen yang nanti akan menghuni.

Menurut Asmat, setidaknya masyarakat yang masuk dalam kategori MBR bisa memiliki rumah sendiri dan hunian yang dibangunpun merupakan rumah tumbuh. Jadi masih memungkinkan membangun satu atau dua kamar lagi sesuai kebutuhan dan anggaran yang dimiliki. “Idealnya rumah subsidi atau rumah murah itu dekat dengan tengah kota,” sambungnya.

Tapi, kata Asmat, hal ini tentu sangat sulit dan hampir bisa dikatakan tidak mungkin. Harga lahan ditengah kota pasti sudah sangat mahal. Jangankan yang berada ditengah kota, bahkan yang dekat tengah kota saja sudah melambung tinggi. Pengembang akan kesulitan menjual rumah tersebut dengan harga yang terjangkau.

Saat ini, Asmat dengan SPS Group tengah fokus mengembangkan Perumahan Villa Kencana Cikarang. Perumahan di Cikarang Utara ini, awal Mei 2017 lalu diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai rumah khusus untuk MBR. Perumahan berada dilahan seluas 105 ha. Di selatan Cikarang ia bangun Grandvista seluas 160 ha. Kedua perumahan akan terdiri dari 23.000 unit rumah.

“Tahun ini kami sedang siapkan proyek baru di tiga lokasi, di Timur Jakarta. Kami menargetkan membangun sebanyak 15.000 unit di tahun ini. Bagi kami, membangun rumah subsidi merupakan aktifitas Bisnis dan Ibadah,” ungkap Asmat.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*