kartal escort pendik escort tuzla escort izmit escort kurtkoy escort atasehir escort maltepe escort antalya escort istanbul escort sex hikaye fuck google sex hikayeleri kurtkoy escort kurtkoy escort kurtkoy escort istanbul travesti kurtköy escort kurtköy escort kurtköy escort maltepe escort ataşehir escort Poker oyna kadıköy escort kurtköy escort Böcek İlaçlama Ataköy Escort porna escort pendik beylikdüzü escort kocaeli escort beşiktaş escort ankara escort ankara escort ankara escort bursa sınırsız escortlar beylikdüzü escort avcılar escort Ataköy escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort istanbul travesti izmir travesti gebze escort ataköy escort ankara escort ankara escort şişli escort ankara escort bayan ankara escort antep escort Ataşehir escort ankara escort ankara escort bursa escort antalya escort ataköy escort astropay adana seo astropay card astropay kart astropay kart al astropay card al ucuz astropay ucuz astropay satın al canlı bahis kaçak bahis siteleri istanbul eşya depolama depolama pendik escort umraniye escort tesetturlu escort tesetturlu escort beylikdüzü escort sirinevler escort beylikdüzü escort istanbul escort sirinevler escort istanbul escort şişli escort umraniye escort umraniye escort Atasi Masalah, Menteri ATR Lakukan Terobosan | Property & Bank
Friday , 20 October 2017
Home » Indeks Berita » Atasi Masalah, Menteri ATR Lakukan Terobosan

Atasi Masalah, Menteri ATR Lakukan Terobosan

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (tengah) saat menerima kunjungan Realestat Indonesia (REI)

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (tengah) saat menerima kunjungan Realestat Indonesia (REI)

BERITA PROPERTI-Para pengembang properti yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI), melakukan tatap muka dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Senin (5/9) kemarin. Pertemuan dihadiri oleh pengurus DPP REI dan jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengatakan, REI dan seluruh jajaran pengurus DPP dan anggotanya menyambut positif berbagai terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Menteri ATR/Kepala BPN. Dalam menyelesaian sejumlah masalah yang ada, Kementerian yang belum lama dipimpin oleh Sofyan Djalil ini, beberapa kebijakan akan dijalankan.

“Salah satu terobosannya adalah penyelesaian Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) di setiap wilayah yang di dalamnya akan diatur zonasi untuk perumahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Zonasi MBR ini akan dikunci nilai NJOP-nya (Nilai Jual Obyek Pajak) untuk memastikan perumahan MBR tersedia dan terjangkau,” ujar Eddy dalam keterangan tertulisnya kepada propertynbank.com.

Selain itu, sambung Eddy, Kementerian ATR juga akan melaksanakan pemetaan tanah. Dalam pelaksanaanya, ada 3 wilayah yang menjadi prioritas yaitu Jakarta, Batam dan Surabaya. Kemudian, setelah tiga wilayah tersebut, REI berharap seluruh wilayah di Indonesia akan memiliki RUTR yang jelas.

“ATR juga akan  mempercepat penyelesaian proses sertifikasi tanah. Masalah utama lambannya proses sertifikasi tanah di BPN adalah kurangnya juru ukur. ATR akan menambah jumlah juru ukur secara signifikan. Targetnya 10.000 juru ukur sampai 2-3 tahun mendatang. Terobosan penting lainnya adalah digitalisasi sertifikat tanah,” ungkap Eddy.

Dikatakan Eddy, semua peta dan sertifikat tanah akan dilakukan secara digital. Hal ini bagus buat semua karena dapat menghindari sengketa lahan yang berkepanjangan, kongkalikong dengan petugas dan resiko hilang buku tanah. Semua proses menjadi jelas dan transparan. Kebijakan ini perlu waktu namun ini langkah awal pembenahan yang sangat baik.

“ATR juga akan melakukan evaluasi atas kinerja staf BPN  di daerah dan menyamakan kebijakan dan kualitas kerja mereka. Seringkali kami dipusingkan dengan pengertian dan penerapan kebijakan yang berbeda-beda di daerah. Tanah bagi pengembang adalah bahan baku yang sangat penting untuk keberlanjutan usahanya,” jelas Eddy.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*