Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Bangun Rumah Subsidi, SPS Group Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Bangun Rumah Subsidi, SPS Group Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Rudy Prayitno, SE (tengah)
mengatakan sangat mendukung kerjasama SPS Group dengan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Properti – Pemerintah terus mendorong pembangunan hunian para pekerja atau buruh dengan kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk membantu para pekerja mendapatkan perumahan, PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) terus berkomitmen dalam mendukung program sejuta rumah, termasuk penyediaan rumah pekerja yang digulirkan pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Konsistensi SPS Group dibuktikan dengan keberhasilannya sejak tahun 2015 -2017, telah berhasil membangun hunian sebanyak lebih dari 15 ribu unit dengan harga yang terjangkau. Bahkan pengembang yang bermarkas di Cikarang, Jawa Barat ini menargetkan jumlah pembangunan yang sama pada tahun ini.

“bagi pemerintah, memperkecil angka backlog rumah bukanlah perkara mudah. Karena nya seluruh elemen bangsa harus bahu membahu membantu merealiasasikan pembangunan sejuta rumah. untuk itu, SPS Group hingga kini masih tetap komit membangun hunian terjangkau bagi MBR,” ujar Asmat Amin, Managing Direktor SPS Group.

Disinyalir, masih tingginya angka backlog rumah hingga saat ini dipicu oleh pasokan hunian bagi MBR yang minim. Bahka nyaris tidak bertambah. Untuk menekan angka backlog tersebut, setidaknya pemerintah harus mampu membangun 2,2 juta unit per tahun plus kebutuhan rumah yang bertambah secara regular tiap tahun.

“jadi apabila ingin menyelesaikan persoalan backlog rumah dalam lima tahun ke depan, maka pemerintah harus mampu membangun sekitar 3 juta unit per tahun. Inilah yang harus di create oleh pemerintah dengan cara merevisi harga rumah subsidi berdasarkan daya beli masyarakat di setiap kota, menawarkan insentif menarik dan jangka waktu kredit yang lebih panjang dengan bunga ringan,” kata asmat.

Untuk mempercepat implementasi pembangunan perumahan dan target penjualan, SPS Group melalui anak perusahaannya PT Arrayan Nusantara Development bekerjasama dengan BPSJS ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk mensosialisasikan program rumah pekerja. “sosialisasi ini dilakukan agar para pekerja memahmi adanya program fasilitas kepemilikan rumah untuk para anggota BPJS ketenagakerjaan,”tutur Asmat.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Rudy Prayitno, SE yang juga Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sangat mendukung program kerjasama antara PT Arrayan Nusantara Development dengan BPJS ini.

“Implementasi pembangunan hunian bagi pekerja merupakan momentum penting era Pemerintahan Presiden Jokowi, karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki peserta dari kalangan pekerja dengan jumlah sangat besar,” kata Rudy dalam acara Sosialisasi Rumahan Pekerja SPS Group dan BPJS di Cikarang,(21/092018).

Rudy menambahkan bantuan uang muka yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat membantu dan berarti bagi calon pembeli, khususnya bagi para pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, selain juga untuk memastikan pembiayaan perumahan bagi pekerja ini tepat sasaran dan tepat guna. Manfaat tambahan perumahan bagi pekerja ini menjadi salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung program sejuta rumah dari pemerintah.

Untuk mendukung ketersediaan rumah pekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan mengalokasikan dana ke Bank Pemerintah untuk menyalurkan tiga maca, pinjaman dengan bunga yang menarik bagi pekerja Indonesia. diantaranya Uang Muka Perumahan, KPR, dan Renovasi rumah.

Untuk para pengembang yang sudah membangun perumahan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan, akan diberikan kredit Kontruksi dengan bunga menarik.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*