istanbul travesti kurtköy escort kurtköy escort kurtköy escort maltepe escort ataşehir escort Poker oyna kadıköy escort kurtköy escort kartal escort Böcek İlaçlama istanbul escort beylikdüzü escort beşiktaş escort ankara escort ankara escort ankara escort ankara escort ankara escort bursa sınırsız escortlar beylikdüzü escort avcılar escort Ataköy escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort istanbul travesti izmir travesti gebze escort ataköy escort ankara escort şişli escort ankara escort Ataşehir escort bodrum escort bursa escort antalya escort izmir escort ataköy escort şişli escort escort ankara bakırköy escort eskişehir escort astropay adana seo astropay card astropay kart astropay kart al astropay card al ucuz astropay ucuz astropay satın al canlı bahis kaçak bahis siteleri istanbul eşya depolama depolama cevizli escort bayan Tuzla escort xhamster porno cialis 30 lu tablet hd dizi izle Bank BTN dan Ambisi Menjadi Lima Besar | Property & Bank
Sunday , 19 November 2017
Home » Apa Kabar » Bank BTN dan Ambisi Menjadi Lima Besar

Bank BTN dan Ambisi Menjadi Lima Besar

Cover Property&Bank edisi 142

APA KABAR – Pembaca yang budiman, semoga segala kebaikan menyertai Anda semua dalam menjalankan aktifitas sehari hari, amien.

Pembaca, bukan tanpa alasan jika edisi ini kembali kami menurunkan Cover Story terkait Bank BTN. Menurut Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengungkapkan, kinerja emiten bersandi saham BBTN itu berada di atas rata-rata pertumbuhan perbankan secara nasional.  Padahal, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, pertumbuhan kredit ditopang penuh oleh meningkatnya kredit perumahan.

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN didukung peningkatan kredit perumahan, yakni 90,04% dari total pinjaman perseroan. Jenis kredit yang menempati 90,04 persen dari total pinjaman perseroan tersebut naik 17,68 persen secara tahunan. KPR Subsidi menjadi penyumbang terbesar bagi kredit perumahan mengalami kenaikan dari Rp49,86 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp63,99 tri liun pada periode yang sama tahun ini, atau naik 28,34% (yoy),” ujar Maryono.

Tak heran rapor Bank BTN selalu menonjol.  Selain meningkatnya pembiayaan rumah subsidi, pertumbuhan kredit Bank BTN juga terlihat pada KPR non-subsidi, yang tumbuh 11,09% (yoy) dari Rp57,15 triliun pada kuartal II-2016 menjadi Rp63,49 triliun di periode yang sama tahun ini. Sehingga, total KPR dan KPA (kredit pemilikan apartemen) Bank BTN tumbuh di level 19,13% (yoy) per akhir Juni 2017. Posisi pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan KPR dan KPA perbankan nasional yang naik 7,69% (yoy) per Mei 2017 (data OJK). Bagaimana Bank BTN bisa mengalami kionerja yang selalu kinclong? Berikut laporannya.

Pembaca, ada pemandangan menarik jika Anda perhatikan saban hari di setiap pusat belanja, stasiun kereta api atau terminal bis belakangan ini. Muncul titik titik kemacetan baru. Bukan saja pada jam jam sibuk, tapi juga ketika malam menjelang. Bahkan pada dini hari, ketika stasiun KA seperti di Gambir belum beroperasi, transportasi online ini sudah menyemut di depan gerbang masuk. Makin dekat datang waktu subuh, kendaraan yang ngetem bahkan semakin padat. Terkadang antrian ini  menyulitkan kendaraan lain masuk ke stasiun.

Pembaca, fenomena baru ini menarik kita kuliti terkait masalah kemecatan Ibukota atau Kota besar lainnya di Indonesia. Di Jakarta, menurut data penjualan mobil, ada pertambahan 400 kendaraan baru setiap hari. Saat ini, selain pembelian yang dilakukan masyarakat, pertambahan kendaraan baru dari perusahaan transportasi online mencapai angka 300 kendaraan per bulan.  Bukan penambahan yang kecil. Kalikan saja jika ada 5 perusahaan transportasi online yang menawarkan kredit kepada driver-nya.

Hampir tiap hari perusahaan transportasi online melakukan rekrutan besar-besaran  dan menawarkan kredit kepemilikan mobil baru. Perhitungan sederhananya, nanti hasil dari usaha bisa menutupi cicilan plus biaya maintenance mobil. Selain penawaran dari perusahaan, kredit mobil sekarang sangat mudah.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan keinginan pemerintah yang tengah mendorong transportasi masal. Mulai dari Bus Kota, MRT, LRT, Busway dan lainnya. Berbagai regulasi yang akan membatasi penggunaan kendaraan pribadi terus digulirkan agar masyarakat pindah menggunakan kendaraan sendiri. Pengenaan pajak khusus bagi kendaraan pribadi yang melalui jalan jalan utama pun di lakukan.

Di tengah upaya pemerintah melakukan pembatasan kendaraan pribadi dan mendorong pembangunan fasilitas transportasi masal, juga harus diperhatikan soal penambahan jumlah kendaraan yang dioperasikan menjadi transportasi online. Selain akan munculnya titik-titik kemacetan baru seperti yang disebutkan di atas,  kemungkinan terjadinya kredit macet juga akibat terlalu banyaknya angkutan ini juga harus diperhatikan.

Pemimpin Redaksi Property&Bank
Ir. H. Indra Utama

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*