Bank Dunia Bantu Bedah 30 Ribu Rumah Di 2017 | Property & Bank
Saturday , 16 December 2017
Home / Indeks Berita / Bank Dunia Bantu Bedah 30 Ribu Rumah Di 2017

Bank Dunia Bantu Bedah 30 Ribu Rumah Di 2017

Bupati Kuningan Acep Purnama (kiri) dan Direktur Rumah Swadaya Ditjken Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata (kanan) bersama salah seorang penerima bantuan bedah rumah (tengah) di Kuningan

Bupati Kuningan Acep Purnama (kiri) dan Direktur Rumah Swadaya Ditjken Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata (kanan) bersama salah seorang penerima bantuan bedah rumah (tengah) di Kuningan

BERITA PROPERTI– Bank Dunia pada tahun 2017 ini akan membantu pendanaan sekitar 30.000 unit rumah untuk mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Adanya tambahan dana dari Bank Dunia tersebut diharapkan akan membantu lebih banyak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hunian yang mereka miliki serta mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami (Kementerian PUPR  – red) memang mendapatkan bantuan dari Bank Dunia tidak hanya untuk program BSPS tapi juga technical assistance mengenai perencanaan serta program pembiayaan perumahan. Dan tahun 2017 ini untuk program BSPS ini jumlahnya sekitar 30.000 unit rumah,” ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Raden Jhony Fajar Sofyan Subrata dalam keterangan tertulis.

Jhony menerangkan, adanya bantuan Bank Dunia tersebut akan menambah jumlah bantuan yang telah ditetapkan sebelumnya yakni 110.000 unit menjadi 140.000 unit rumah. Untuk itu, dirinya juga mengajak seluruh pegawai di lingkungan Direktorat Rumah Swadaya serta pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk bekerja lebih keras untuk menyalurkan bantuan stimulan tersebut kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.

“Jumlah unit rumah yang akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari Bank Dunia jumlahnya akan  terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini baru 30.000 unit dan tahun depan hingga 2019 sekitar 50.000 unit per tahunnya. Untuk tahun 2017 ini pengelolaan dananya akan di tangani oleh Satker dari pusat dulu,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang ada, program BSPS ini disalurkan kepada masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. Untuk bantuan peningkatkan kualitas rumah jumlah dana yang disalurkan sejumlah tabungan Rp 15 juta dan pembangunan rumah baru sekitar Rp 30 juta. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk bahan bangunan sehingga mendorong masyarakat untuk memiliki keswadayaan dalam membangun rumah secara berkelompok.

Jhony menjelaskan, pihaknya mengakui minat Pemda dalam penyaluran Program BSPS ini memang cukup besar. Hal itu terlihat dari banyaknya proposal permohonan bantuan BSPS yang masuk ke Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan. Untuk itu, dalam penyaluran dana stimulan perumahan ini pihaknya akan melihat Pemda mana yang siap dalam hal memiliki data kebutuhan rumah masyarakat yang tepat melalui berbagai program perumahan yang ada di daerah.

“Program BSPS atau bedah rumah ini memang sangat dibutuhkan oleh Pemda karena banyak RTLH milik masyarakat yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Kami harap Pemda juga mendukung pelaksanaan program bedah rumah ini di daerah,” harapnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*