Wednesday , 20 November 2019
Home / Kolom / Beda Situasi                                                        

Beda Situasi                                                        

Drs. Handoko Wignjowargo, SE, MBA. Managing Partner MAESTRO Consulting, Coaching, Communicating, Public Speaker on People and Business Development.
Drs. Handoko Wignjowargo, SE, MBA.

Managing Partner MAESTRO

Consulting, Coaching, Communicating, Public Speaker on People and Business Development.

KOLOM-Alkisah ada seorang pesulap ternama yang salah satu kehebatan pertunjukannya adalah meloloskan diri. Dia bisa meloloskan diri saat terikat di dalam kotak di darat, demikian juga di air yang lebih berbahaya karena dia tidak menggunakan alat bantu pernapasan. Dan itu semua dilakukannya dalam tempo yang sangat singkat.

Bukan itu saja. Dia juga mampu meloloskan diri dari banyak penjara meskipun dirinya terikat erat dan pintu penjara terkunci. Banyak percobaan dilakukan dan selalu memunculkan decak kagum orang-orang yang melihatnya bahkan yang hanya mendengarnya sekalipun. Nama dia makin dikenal dan mendapat undangan untuk menunjukkan keahliannya dimana-mana.

Suatu hari dia diundang ke sebuah penjara untuk membuktikan kemampuannya. Penonton begitu banyak, bukan hanya penonton yang datang melainkan juga liputan media. Semua orang penasaran akan prestasinya yang tidak pernah gagal sebelumnya. Dan pesulap ini datang dengan penuh percaya diri dan decak kagum para penonton yang sudah menunggunya.

Pertunjukan dimulai. Dia diiikat dan dimasukkan ke dalam penjara. Tak lama kemudian dia bisa dengan mudah melepaskan ikatannya. Dan penonton bersorak menyemangati. Berikutnya adalah dia harus membuka pintu penjara. Yang terjadi adalah dia butuh waktu lebih lama tetapi belum juga bisa. Dia mencoba lagi dan tidak bisa. Dia mencoba dan mencoba lagi dan tetap tidak bisa sampai akhirnya dia menyerah.

Ternyata pintu penjara sama sekali tidak terkunci. Itu yang membuat pesulap tadi tidak bisa membukanya: dia melakukan usaha-usaha sama seperti ketika dia menghadapi pintu penjara yang terkunci. Dia melakukan apa yang oleh orang disebut sebagai the best practice alias praktek yang terbaik. The best practice ini yang membuat dia ternama seperti sekarang.

Pesan moral dari cerita di atas adalah: kita tidak akan berhasil bila kita melakukan cara yang sama dengan situasi yang berbeda. The best practice yang baik dan benar dilakukan di situasi tertentu tidak serta merta bisa berhasil bila situasinya berbeda. Dan agar kita bisa terus berhasil maka penting sekali untuk memahami situasi yang dihadapi sebelum melakukan sesuatu usaha.

Pertumbuhan ekonomi melambat, dolar Amerika naik pesat, aturan pemerintah mengetat, dan persaingan meningkat, dan sejumlah situasi lain tidak bisa dihadapi dengan sekedar menjalankan the best practice yang selama ini sudah membawa keberhasilan. Dibutuhkan kecerdasan membaca situasi dan memilih tindakan yang pas bukan sekedar menjalankan yang sudah-sudah.

 

Check Also

Hunian Orang Asing : Hak Pakai setara dengan HGB?

OPINI – Setakat berbicara pada helat  Indonesia Property & Bank Award  (IPBA) 2016, Menteri ATR/Kepala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link