Thursday , 17 October 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Bedah Visi Di Sektor Perumahan

Bedah Visi Di Sektor Perumahan

Sejumlah program dan rencana serta janji telah disampaikan oleh kedua pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla diberbagai kesempatan. Lalu bagaimana dengan visi mereka di sektor perumahan nasional?
Pada dasarnya, kedua capres dan cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2014 ini sudah memiliki sejumlah program untuk sektor perumahan nasional. Kedua kandidat pasangan tersebut menawarkan formulasi terbaik untuk menyelesaikan masalah perumahan yang tampaknya memang belum terselesaikan dengan baik di era pemerintahan sebelumnya.
Pasangan Prabowo-Hatta misalnya, sudah menyusun gambaran APBN lima tahun yang dijabarkan dalam percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus keuangan, dan mendorong ke arah hunian vertikal. Pasangan ini, berpendapat soal perumahan sudah menjadi ideologi yang sama dengan sandang dan pangan sehingga perlu ada kebijakan dan anggaran yang mendukungnya.
Untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah, pasangan Prabowo-Hatta akan menetapkan aturan kredit rumah dengan bunga 5% tetap hingga 20 tahun. Bunga ini memang jauh lebih rendah dari bunga KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan (FLPP) yang mencapai 7,25%. Birokrasi Kementerian Perumahan Rakyat juga harus lebih diperkuat.
Sebagai upaya untuk mengatasi backlog perumahan yang sudah mencapai 15 juta unit, salah satu visi pasangan Prabowo-Hatta adalah membangun ribuan tower rumah susun di kota-kota seluruh Indonesia. “Kita akan bangun 2.000 tower, terutama di perkotaan. Ada BUMN atau swasta yang akan bangun,” kata Tim Sukses Pasangan Prabowo-Hatta, Harry Azhar Azis, pada acara Diskusi Bedah Capres di Sektor Perumahan Nasional di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (10/6/2014) lalu.
Sementara pasangan Jokowi -Jusuf Kalla, akan membangun rumah vertikal dengan jumlah yang jauh lebih besar. Pasangan nomor urut 2 ini optimis akan membangun rusun sebanyak 5.000 tower jika mereka diberi amanat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI mendatang. “Jadi 5.000 tower untuk 5 tahun ke depan. Dulu punya program 1.000 tower tidak jalan karena pemerintah tidak serius,” jelas Setyo Maharso yang mantan Ketua Real Estate Indonesia (REI) yang menjadi salah satu tim sukses Jokowi-JK di sektor perumahan pada diskusi tersebut.
Pasangan Jokowi-JK memilih akan mengembalikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pembangunan rumah sederhana tapak. Mereka juga memfokuskan diri pada perombakan sistem, penanganan backlog, mengembalikan fungsi dan peran Perumnas, pengaturan kepemilikan asing, dan pembiayaan penyediaan perumahan.
Enggartiasto Lukita yang juga menjadi tim sukses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah selama ini tampak tak serius dan abai dalam menangani masalah perumahan. Oleh karena itu, perlu dibuat program yang fokus terhadap sektor ini. Pihaknya akan membuat tata ruang sebagai alat pengendali pembangunan, mengupayakan kepemilikan properti asing dan menjamin peran BTN sebagai bank khusus serta mengembalikan fungsi utama Perumnas.

Check Also

Kadin Properti

Sektor Properti Nasional Perlukan Keselarasan Regulasi dan Insentif Fiskal

INDUSTRI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor properti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link