Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Belajar Mengelola Rusun Ke Negeri Jiran

Belajar Mengelola Rusun Ke Negeri Jiran

P3RSI Studi Banding ke Malaysia

P3RSI Studi Banding ke Malaysia

BERITA PROPERTI-Penasehat DPP (Dewan Pengurus Pusat) P3RSI, Mualim Wijoyo mengatakan, dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, kesadaran dan budaya masyarakat yang tinggal di apartemen di Indonesia masih jauh tertinggal. Oleh karena itu, Indonesia perlu banyak belajar dengan negara-negara lain tentang prilaku dan regulasi yang mengatur pola hidup di bangunan vertikal.

Di negara ASEAN lainnya, kata Mualim, kesadaran masyarakat (penghuni) yang menetap di residential strata (apartemen) terhadap  aturan-aturan yang berlaku sangat tinggi. Ketaatan itu tidak hanya di level aturan nasional dan daerah (pemerin-tahan lokal), tetapi aturan di tingkat yang bawah, seperti AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan tata tertib (house rule) apartemen dipatuhi, serta dijalankan dengan baik.

“Sejak puluhan tahun belakangan ini, tren perkembangan hunian kota-kota besar di dunia sudah mengarah pada bangunan vertikal. Bahkan di negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia, budaya tinggal di apartemen  atau residential strata sudah lebih maju (mapan) dibanding Indonesia,” ujar Mualim saat Studi Banding P3RSI ke Malaysia, 18 Maret 2016 lalu.

Dicontohkan Mualim, masalah kebersihan dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan, kesadaran masyarakat penghuni residential strata di negara-negara tersebut lebih tinggi dibandingkan masyarakat penghuni rumah susun (apartemen) di Indonesia. Karena itu, sebagian besar apartemen, khususnya di Malaysia, tidak memerlukan banyak petugas cleaning service.

Dengan kesadaran tersebut dan budaya kaum urban di Malaysia cukup tinggi ini, lanjut Mualim, ternyata dapat menekan biaya pengelolaan gedung. Karena penghuni tertib, maka tidak memerlukan banyak karyawan. Mereka tidak merusak, tidak sembarang piara hewan, menjaga kebersihan dan keamanan bersama.

“Secara filosofi, ada kesamaan antara regulasi rumah susun (strata title) Indonesia dan Malaysia, yaitu  sama-sama mencari yang terbaik semua pihak. Tantangan kita adalah bagaimana menyeimbangkan berbagai kepentingan yang ada, terutama antara pemilik/penghuni dan developer, sehingga bangunannya terjaga dan sama-sama bisa tumbuh secara harmonis,” ujar Investment Advisor Rusmin Lawin yang mendampingi rombongan Studi Banding P3RSI tersebut.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*