Saturday , 19 August 2017
Home » Apa Kabar » Berbisnis Dengan Hati dan Penantang Pasar

Berbisnis Dengan Hati dan Penantang Pasar

Cover Property&Bank edisi 118

Cover Property&Bank edisi 118

APAKABAR-Pembaca, berbahagia sekali kita kembali dapat bersilaturahim lewat media ini. Tanpa terasa, sudah lewat satu semester kita lalui tahun 2015 ini. Gelombang dan badai telah kita lalui bersama. Meski kondisi perekonomian disebut tidak terlalu bersahabat, selalu ada peluang yang tertisa dan perlu kita raih.

Edisi ini, ada dua liputan besar yang kami persembahkan kepada Anda, pembaca setia. Yang pertama adalah gebrakan Maya Miranda Ambarsari. Nama wanita cantik berusia 42 tahun ini tiba-tiba menjadi perbincangan kalangan pebisnis properti. Bukan karena jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan Master di bidang Internasional Bisnis, (MIB) dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia ini adalah seorang wanita, tapi justru keberaniannya masuk kepasar dan memulai bisnis properti di tengah perekonomian yang sedikit melambat.

Memulai bisnis properti membangun rumah mewah di kawasan elit Pondok Indah, pengusaha batubara dan tambang emas ini lantas merambah bisnis hotel di Jogjakarta dan kondotel di kawasan sejuk Ciarua, Puncak Bogor.   Hebatnya, ia memulai bisnis propertinya tanpa mengandalkan duit perbankan. Semua bersumber dari equity sendiri buah keberhasilannya mendulang untung di bisnis tambang dan sebagai investor properti.  Tak heran Maya tak dipusingkan kejaran bunga bank di saat penjualan terhambat krisis.

Banyak yang menarik dari wanita asal kota Raflesia Bengkulu ini. Bisnis baginya bukan melulu soal untung rugi. Soal norma berbisnis serta kaidah yang berlaku sangat diperhatikannya. Tujuannya, menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya telah membawa perusahaan Maya berkembang pesat. Keinginan luhur untuk menyejahterakan masyarakat dan niat baik, selalu mendasarinya ndalam menjalankan roda perusahaan. Ia banyak mencontoh  kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, bahwa pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fatonah. Bagaimana cerita wanita ini membesarkan perusahaan dan memulai bisnis propertinya? Anda dapat menyimaknya dalam Cover Story edisi ini.

Selain Maya Miranda Ambarsari yang berani menantang pasar properti di tengah perlambatan ekonomi, ternyata ada sejumlah proyek properti dan pengembang yang  juga masuk pasar dan membukukan penjualan besar.  Mereka mampu membaca celah pasar dan tetap melakukan penjualan di tengah paceklik. Sedikitnya ada  15 proyek properti yang berhasil membukukan jualan, seakan tak perduli dengan berbagai isu sulitnya  kondisi. Semoga liputan ini mampu menjadi motivasi bagi pengembang lainnya agar tetap inovatif mencari celah pasar. Sedangkan bagi masyarakat konsumen, saat inilah bisa menilai mana proyek properti yang tahan banting dan aman di miliki.   Yang pasti, di saat ini masyarakat akan mendapatkan harga terbaik dan posisi tawar sebagai pembeli yang kuat. Selamat membaca.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*