Friday , 18 August 2017
Home » Breaking News » Berburu Apartemen Strategis di Jalur Sutera Kalimalang

Berburu Apartemen Strategis di Jalur Sutera Kalimalang

Proyek pelebaran jalan raya Kalimalang.

Proyek pelebaran jalan raya Kalimalang.

PROPERTI-Daya tarik properti di sepanjang Jalan Tol Becakayu, Jalan Kalimalang kian besar. Minat tinggal dan investasi properti di kawasan ini bakal meledak.

Anda warga Bekasi, Kalimalang atau wilayah Jakarta Timur yang setiap hari menikmati kemacetan seakan tak berujung di sepanjang Jalan Kali Malang, KH Noer Ali, kini patut bersyukur. Sebentar lagi derita Anda akan berakhir. Setelah mangrak selama 17 tahun pasca distop sejak krisis moneter lalu, maka Oktober 2014 silam pembangunan tol tersebut kembali dilanjutkan.

Meski saat ini akibat pelebaran jalan dan pembangunan Tol Becakayu semakin membuat kemacetan menjadi-jadi, setidaknya harapan bakal terurainya kemacetan di kawasan ini makin membesar.  Selain Jalan Tol Becakayu yang akan mengular sejak dari Kampung Melayu sampai ke Bekasi, pelebaran jalan untuk jalur Bus Transjakarta juga sedang berlangsung.

Jalan Tol Becakayu yang berada disisi Kalimalang, akan dibangun sepanjang 21 kilometer yang terdiri dari dua seksi, yaitu Seksi Kasablanka-Jaka Sampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi Jaka Sampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.  Berdasarkan data Jabodetabek Publik Transportation Policy Implementation Strategy (JAPTraPIS), tak kurang dari 2,5 juta perjalanan di Ibu Kota datang dari Bekasi.

Jumlah ini tertinggi dibanding  jumlah perjalanan warga Bogor dan Depok sebanyak 2,2 juta perjalanan, dan dari Tangerang sebanyak 2,1 juta perjalanan. Volume perjalanan dari daerah penyangga itu memberikan kontribusi hampir separuh dari total volume perjalanan di Jakarta sebanyak 18,7 juta perjalanan. Saat ini Bekasi merupakan kota penyangga terpadat keempat di Indonesia dengan populasi mencapai 7,4 juta.

Saat ini, Jalan Raya Kalimalang merupakan salah satu dari tiga akses jalan dari Bekasi ke Jakarta yang selalu dipadati kendaraan. Kemudian menyusul ruas jalan sejajar Kanal Timur, dari Jalan Soekanto sampai Jalan Casablanca. Jalur akses lainnya adalah Jalan Bekasi Timur Raya hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.

Untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jala Kalimalang, selain melanjutkan Jalan Tol Becakayu, Pemerintah Provinsi DKI juga akan membebaskan lahan untuk melebarkan Jalan Raya Kalimalang, mulai dari ruas Jalan Kyai Haji Noer Alie hingga Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang di Cawang sepanjang hampir 5 kilometer. Saat ini lebarnya masih 8 meter. Lahan yang akan dibebaskan itu berada di sepanjang Jalan Raya Kalimalang arah Bekasi. Areal lahan yang dibebaskan selebar 15 meter dari bibir jalan. Pelebaran Jalan Raya Kalimalang ini juga untuk menyediakan jalur busway yang terhubung hingga Bekasi. Sedikitnya pemerintah merogoh kocek sebesar Rp7.2 Triliun dari APBN guna menyelesaikan proyek tersebut. Kedepan, di kawasan ini juga akan dihubungkan dengan jalur monorel. Seluruh proyek ini diharapkan kelar dipergunakan pada 2017 mendatang.

Penyelesaian Jalan Tol Becakayu, pelebaran jalan Kalimalang serta pembuatan Jalur Bus Trans Jakarta, tidak saja akan mengurai kemacetan yang selama ini seakan tak ada solusi di sepanjang jalan terpadat yang menghubungkan Ibukota Jakarta dan Bekasi ini, tapi juga akan mendongkrak nilai investasi sejumlah properti disini. Mulai dari pusat belanja, ruko, perumahan, perkantoran dan apartemen. Sedikitnya saat ini ada empat pusat belanja besar beroperasi di jalur ini.

Redaksi Property&Bank mencatat sekitar 19 proyek apartemen, baik yang teruntegrasi dengan mal dan hotel, maupun yang berdiri sendiri tengah dibangun sejak dari Cawang, Casablanca, Jatiwaringin, Caman, Pondok Kelapa, sampai di tepi jalan KH.Noer Ali seperti Grand Kamala Lagoon, Metro Galaxi serta Gold yang dibangun di samping pusat belanja Grand Metropolitan, satu mal termewah disepanjang jalur ini.  Dipastikan, prospek kawasan Jakarta Timur, khususnya sepanjang jalan kalimalang sampai Bekasi, dipastikan akan meningkat. Karena, selain jalan tol, kawasan ini juga akan dilalui busway dan monorail.

Jika Anda tertarik tinggal di apartemen atau investasi di hunian vertikal ini, saat ini ada beberapa proyek yang tengah diasarkan. Tersedia berbagai kelas sesuai kemampuan finansial Anda. Mulai dari harga yang Rp 300 jutaan pe unit, sampai dengan harga Rp 35 juta per meter persegi. Di Caman, ada tiga proyek apartemen yang bisa Anda lirik. Yakni City Terrace, Grand Icon, dan City Land. Lokasinya tidak seberapa jauh dari simpang Caman. Dari sini juga bisa diakses Jalan Tol Jorr dengan dua akses pintu masuk. Sedangkan di ujung jalan raya Kalimalang, Anda bisa memilih proyek apartemen Grand Kemala Lagoon, Metro Galaxi atau Indigo. Proyek Indigo adalah besutan Prioritas Land Indonesia yang juga dilengkapi hotel dan fasilitas menarik lainnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*