LOGIN
 
Selasa, 11 Oktober 2011 - 17:17:57 WIB
Geliat Bisnis Nahkoda Muda Gapuraprima_Edisi 73
Diposting oleh : reporter
Kategori: EDISI TERBARU - Dibaca: 285 kali

Geliat Bisnis Nahkoda Muda Gapuraprima_Edisi 73

Geliat Bisnis Nahkoda Muda Gapuraprima

Berbekal pengalaman memulai usaha dari bawah. Rudy Margono ditempa untuk menjadi nahkoda bisnis dari kelompok Gapuraprima. Kini, kapal bisnis Gapuraprima melaju pesat.

 

Bungsu tak selamanya harus dimanja, begitu sikap yang diambil oleh keluarga Gunarso Susanto Margono pendiri Grup Gapuraprima pada putranya Rudy Margono. Saat Gunarso mendirikan Grup Gapuraprima pada 1980, proyeknya masih mencakup kawasan sekitar Bekasi dan Bogor. Selang tujuh tahun kemudian Grup Gapuraprima pun melahirkan subholding PT Perdana Gapuraprima, yang dikomandani oleh Rudy Margono.

 

Pemberian kepercayaan pada Rudy Margono tak berlangsung begitu saja. “Ada masa-masa sulit yang harus dihadapi,” papar Rudy. “Semenjak pulang dari Amerika, ada tanggung jawab yang diserahkan untuk membesarkan perusahaan. Saat itu sekitar 1988-1989, Saya langsung menggarap beberapa proyek di Bekasi.”

 

Bagi Rudy, ini jalan untuk membuktikan kemampuannya pada sang ayah. Proyek yang digarap pun mulai dari proyek-proyek perumahan sedang dan menengah. Kondisi lapangan yang belum matang, mulai dari pembebasan lahan, pengurusan izin hingga konstruksi, langsung ditangani oleh Rudy. “Justru karena pengalaman itulah, Saya mendapat banyak manfaatnya dalam mengembangkan perusahaan,” papar Rudy.

 

Diuji Menggarap Proyek Baru

Kemampuan Rudy pun mulai diuji ketika pada 1990 ia dipercaya menggarap proyek baru Bukit Cimanggu di Bogor. “Saya mulai bekerja dari bawah dengan membebaskan tanah, hingga pemasaran unit proyek ini pada 1992,” ujar Rudy. Semua pengalaman itu yang membesarkan sosok Rudy Margono. “Bagi Saya, learning by doing.”

 

Begitu pula saat menghadapi krisis ekonomi di kawasan Asia Tenggara, pada 1998. Hampir semua proyek property terhenti, tak terkecuali yang ditangani Rudy Margono. Nah pada saat ini, Rudy mulai menyadari pentingnya pengelolaan perusahaan yang professional, terutama mengelola aset-aset perusahaan.

 

Usai krisis ekonomi pada 1998, PT Perdana Gapuraprima mulai bangkit melanjutkan pengembangan proyek-proyeknya. Tepatnya, pada 2002 PT Perdana Gapuraprima tak sekadar fokus pada segmen menengah bawah. Produk property kelas menengah atas pun mulai dibidik, misalnya Bellagio Residence, dilanjutkan dengan pembangunan Bellagio Mansion pada 2003.

 

Bahkan setahun kemudian, PT Perdana Gapuraprima pun mulai membangun The Belleza Permata Hijau. Proyek ini jadi kebanggaan Rudy Margono, selain desainya yang anggun dan klasik, segmen pasar yang dibidik pun cukup premium. Apalagi lokasinya berada di kawasan bisnis Permata Hijau. Tak heran bila semua aktivitas PT Perdana Gapuraprima pun dipusatkan di gedung ini. “Haya dalam tempo empat tahun saja sudah bisa langsung ditempati,” urai Rudy.

 

Masuk Bursa Efek Indonesia

Tak seperti pada awal-awal pengembangan yang membidik kawasan Bekasi dan Bogor, kini PT Gapuraprima mulai mengincar daerah-daerah yang tumbuh berkembang di kota-kota lainnya. Hal ini dilakukan ketika perusahaan memiliki peluang dan tantangan yang lebih besar. Terutama semenjak PT Gapuraprima mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia dengan kode GPRA dan menjadi PT Perdana Gapuraprima Tbk.

 

Proses ini membuat pundit-pundi keuangan Gapuraprima Group makin tebal, tak heran beberapa proyek pun langsung dikebut. Selain mengarap kawasan Jabodetabek, proyek di Bandung dan Solo pun telah dijajagi, bahkan kawasan Bali juga jadi incaran Gapuraprima Group. Dalam sebuah kesempatan Rudy pun mengaku bahwa ia ingin membangun perusahaannya hingga melampaui Far East dari Singapura. Bayangkan perusahaan publik ini, mampu mengelola 500 gedung di negara Singa ini.

 

Dengan total 1400 karyawan, Rudy menargetkan per tahun tak kurang dari 5-6 proyek akan digarap oleh Gapuraprima Group. Bahkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) beberapa waktu lalu disepakati untuk pengembangan perusahaan pada tahun ini dikucurkan tak kurang dari Rp400 miliar untuk modal kerja.

 

“Dari jumlah itu, untuk proyek di Bali membutuhkan tak kurang dari Rp100 miliar,” papar Rudy. Proyek yang rencananya akan selesai pada pertengahan 2012, pembangunannya sudah dilakukan sejak Januari 2011. Sun Heritage adalah sebuah kondotel yang berlokasi di Seminyak Bali, dengan 262 kamar. Lokasi ini cukup menguntungkan baik bagi end user atau investor, sebab dengan harga Rp25 juta/m2, mereka dapat memiliki unit kondotel yang bisa diwarisi turun temurun.

 

“Kondotel yang kami tawarkan berupa strata title, sehingga bisa diwariskan turun-temurun. Ketimbang punya uang Rp 500 juta yang bisa dimakan inflasi, lebih baik beli unit kondotel. Apalagi kalau beli di Bali, keuntungan cuku bagus. Selain nilai tanahnya yang terus naik, okupansi kondotel di Bali tak ada low season,” urai Rudy.

 

Kemampuan ayah dua putri kembar berusia tiga tahun ini, dalam mengelola perusahaan cukup mengagumkan. Di tangannya aset perusahaan terus meningkat, hingga tak kurang dari Rp1,3 triliun. Sementara soal landbanking, Rudy mengaku memiliki tak begitu besar. “Untuk kawasan Jabodetabek, kira-kira hanya 200 hektare saja. Karena itu kami fokus pada return on asset (ROA),” papar Rudy.

 

Caranya, dengan makin selektif mengembangkan proyek-proyek komersial, selain membangun mal, pusat perbelanjaan dan yang terutama adalah mengelola industri hospitality. Contoh untuk mal dan pusat perbelanjaan seperti shopping arcade di Bellezza Permata Hijau, Jakarta. Bekasi Trade Center (BTC) di Bekasi dan Solo Paragon di Solo. Selain itu PT Perdana Gapuraprima Tbk., juga mengembangkan sarana rekreasi keluarga seperti wahana air Marcopolo di Bukit Cimanggu dan CBD Serpong.

 

Pola ini menunjukkan kejelian Rudy Margono sebagai nahkoda. Ibarat mengarungi samudera, Rudy mampu mengarahkan kapalnya membelah lautan menghindari karang. Semua itu tak lepas dari kemampuan memimpin. Dan yang utama adalah memilih tim yang loyal dan penuh dedikasi.

 

 


Berita terkait

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2010 by propertynbank.com. All rights reserved.