Selasa, 11 Oktober 2011 - 18:32:29 WIBPengembang Raksasa, yang Visioner_Edisi 74
Diposting oleh : reporter
Kategori: EDISI TERBARU - Dibaca: 273 kali
Tweet


Pengembang Raksasa, yang Visioner
Menjadi terbesar bukan cuma membutuhkan land banking yang besar. Tetapi terletak pada kemampuan membangun kreativitas dan melakukan berbagai terobosan.
Tak mudah menggali informasi tentang pengembang yang satu ini. Padahal langkahmya di bisnis properti cukup fenomenal. Sebut saja proyek International Trade Centre (ITC) yang dulu tak banyak dilirik orang, karena fokus pada satu jenis dagangan semata. Seperti pengkhususan pada produk elektronik, atau perangkat Hp juga spesial fashion. Tapi kini hampir setiap pemain proyek komersial mengikuti jejak ITC, fokus.
Kini ITC pun bukan lagi sekadar pusat belanja, tapi menjelma sebagai tujuan wisata belanja para turis lokal maupun mancanegara. Begitu juga dengan proyek lainnya, praktis semua menuai sukses. Sebut saja dengan BSD City yang terkenal sebagai sebuah kota mandiri, karena skala pengembangannya yang cukup luas.
Semua itu terjadi karena kreativitas pengembang untuk membuat proyeknya makin dilirik konsumen. Langkah melengkapi berbagai fasilitas hingga membuka akses tol pun terus dilakukan. Bahkan desain sebagai daya tarik juga dimanfaatkan sehingga tak heran bila produk Sinar Mas makin diminati.
Sebagai contoh produk yang cukup menarik adalah bentangan jembatan sepanjang 80 meter di atas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Grand Wisata Bekasi. Jembatan itu kini menjadi ikon bagi kawasan Grand Wisata. Bentuknya yang mirip jembatan gantung ditopang tiga tiang kokoh yang terhubung rangkaian kabel baja (cable stayed) menjadi perhatian pengemudi yang melintas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Km.21.
“Proyek ini diambil alih lewat pembelian 53,52% saham PT Putra Alvita Pratama pada 2004 lalu,” tutur Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Service Sinar Mas Land. Sebelumnya proyek ini dikenal sebagai proyek Kota Legenda, namun sayang pertumbuhannya lambat. Setelah diambil alih pada 2004 pemilik barunya langsung melakukan berbagai pembenahan. Selain mengganti nama menjadi Grand Wisata, akses tol pun dirancang dengan desain menarik buatan Ridwan Kamil, arsitek kondang. Dan kini rancangan itu jadi ikon Grand Wisata.
Tak kalah menarik adalah proyek Deltamas Cikarang dan Bumi Serpong Damai (BSD). Kalau Grand Wisata berdiri di atas lahan 1.100 hektare (ha), maka Deltamas Cikarang berdiri di areal 3.000 ha dan BSD berada di atas lahan 6.000 ha. Total besarnya lahan yang dikuasai membuat pengembang ini boleh disebut sebagai pengembang dengan land bank terbesar.
Kemampuan memiliki land bank cukup besar ini tak lepas dari sikap prudent yang diterapkan oleh manajemen. Saat pengembang lain didera krisis, Sinar Mas Group dapat melaluinya malah berhasil mengambil alih proyek yang tersendat. Dan kini, sejak Agustus 2011, di bawah Michael Widjaja, generasi ketiga keluarga Eka Tjipta Widjaja, semua lini bisnis properti Sinar Mas disatukan dalam Sinar Mas Land.
Kendati lahan itu berada di pinggir Jabodetabek, namun dengan kreativitas, lahan yang semula tak banyak dilirik kini jadi primadona. Bahkan beberapa menjadi ikon untuk kawasan tersebut, seperti BSD City di Serpong. Pilihan lokasi juga dilakukan dengan matang.
Serpong dipilih karena kawasan ini menjadi penyangga pertumbuhan Tangerang sebagai daerah industri. Lalu Bekasi dan Cikarang yang tumbuh dan berkembang, Sinar Mas membangun Kota Deltamas. Agar lokasi makin kinclong, pengembang pun memberi berbagai fasilitas yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari penghuninya. Bukan cuma itu akses tol pun dibuat agar Jakarta sebagai pusat kota dan bisnis makin terasa dekat.
Sebut saja akses tol, menuju Deltamas Cikarang bisa mengambil jalur Jakarta Cikampek dan keluar di Km. 37. Akses berupa simpang susun ini dibangun pada 2002. Sementara menuju Serpong bisa memanfaatkan tol Jakarta Merak, keluar Tangerang di Km.18. Selain itu tersedia pula akses tol JORR atau lingkar luar keluar Km.12 lingkar barat dan Km.10 lingkar timur.
Lebih jauh, Ishak menguraikan. “Kami bukan hanya fokus melihat lokasi saja. Namun yang tak kalah penting adalah aksesnya. Keberadaan akses ini, sesuai dengan nilai-nilai utama yang diturunkan oleh Eka Tjipta Widjaja pendiri Sinar Mas Group. Pertama, semua bisnis diawali dan diakhiri dari pelanggan.”
Bagaimana melayani pelanggan dan memahami keinginan pelanggan jadi perhatian Sinar Mas Land. Dalam praktiknya, pelanggan menginginkan lokasi yang bagus, investasi tumbuh cepat dan likuid bila ingin menjual kembali. Itu disadari betul oleh manajemen Sinar Mas Land. Tak heran langkah perusahaan memenuhi keinginan itu segera diwujudkan. Mulai dengan membangun berbagai fasilitas hingga membuka akses, baik jalan non tol atau pun tol.
Langkah ini membuat harga tanah meningkat seiring dengan pertumbuhan berbagai fasilitas dan kemudahan jangkauan akibat terbukanya akses ke kawasan itu. Sebut saja dengan cluster Heliconia yang baru dibuka kembali, dalam hitungan jam saja telah terjual hingga 60% dari total unit yang ada. Harga yang ditawarkan ukuran 200 m per unitnya Rp2,1 miliar. Padahal di kawasan yang sama 10 tahun lalu unit dengan luasan tanah yang sama hanya Rp250 juta. Naik hampir 10 kali lipat. “Dan sekarang unit itu sudah terjual habis,” papar Michael Widjaja, putra Mukhtar Widjaja, CEO Sinar Mas Land.
Dan untuk meningkatkan pendapatan dari recurring income Sinar Mas Land berencana membangun mal gaya hidup di atas lahan 2,5 ha di BSD Green Office Park. Mal yang dinamai The Breeze berada di tepi danau buatan pinggir Sungai Cisadane. The Breeze diperkirakan bakal beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2012. Ini untuk mengimbangi pendapatan dari development income.
“Ke depan porsi recurring income akan kami tambah. Ini untuk memaksimalkan pendapatan dari land bank yang ada,” ujar Michael memberi alasan. Suatu langkah pionir yang tepat untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
- Geliat Bisnis Nahkoda Muda Gapuraprima_Edisi 73
- Menguyur konsumen kpr nasional_Edisi 72
- Dikelola Chain Hotel Profesional_Edisi 71
- Edisi Terbaru 70
- Edisi 69
Isi Komentar :