Selasa, 11 Oktober 2011 - 19:03:53 WIBApa Kabar_Edisi 74
Diposting oleh : reporter
Kategori: APA KABAR - Dibaca: 120 kali
Tweet


The Largest Developer
Apa kabar Anda semua? Semoga di tengah suasana ibadah puasa dan jelang lebaran idul fitri, kita tetap semangat menjalani rutinitas dan bekerja. Kita berharap keberkahan bulan suci ini akan terus senantiasa mengiringi langkah kita ke depan.
Pembaca yang budiman. Nama Sinar Mas Group mulai marak diperbincangkan pasca krisis yang lalu. Perusahaan di bawah kelompok usaha taipan legendaris Eka Tjipta Widjaja ini memborong sejumlah proyek kota baru dalam luas lahan skala besar. Sebutlah seperti BSD City dan Kota Legenda (kini Legenda Wisata). Langkah besar ini membuat mata banyak kalangan terbelalak karena dilakukan ketika krisis masih mendera. Sedikitnya, mereka mengantongi land banking di atas angka 10 ribu hektar. Butuh puluhan tahun untuk menghabiskan lahan seluas itu.
Di jagat bisnis properti, nama Sinar Mas/Duta Pertiwi sudah tidak asing lagi. Trade mark mereka dalam mengembangkan ITC yang terserak di sejumlah lokasi dan selalu sukses membuktikan kepiawaian dan tangan dingin mereka. Apalagi saat ini mereka mengembangkan sejumlah proyek kota baru dan simpanan land bank lebih dri 10 ribu ha, tidak berlebihan jika mereka disebut-sebut sebagai raksasa pengembang properti dekade ini.
Buat media khusus properti dan perbankan, kami merasa punya kepentingan besar untuk melaporkan kepada pembaca. Bukan saja buat sesama pengembang, pelaku usaha perbankan, tapi juga masyarakat calon pembeli properti dan investor. Apa dan siapa yang membuat perusahaan properti Sinar Mas mencuat dengan cepat?
Sejak awal 2011 lalu, redaksi Property&Bank sudah menyelusuri dan mendata setiap kebijakan kelompok usaha ini yang belakangan mengusung nama Sinas Mas Land (SML). Tidak mudah mendapatkan jadual para petinggi SML untuk bisa menerima wartawan dan fotografer kami. Jawaban kesediaan baru diterima redaksi beberapa saat ketika deadline edisi ini sudah harus tuntas. Mengingat news value yang kuat, kesempatan ini jelas tidak kami abaikan meski harus membuat jadual naik cetak sedikit molor. Hasil liputan tentang gebrakan usaha properti SML kami turunkan dalam Cover Story edisi ini dengan mendalam sebanyak 16 halaman.
Selain Cover Story, kami juga mengulas prospek pengembangan dan investasi di sentra primer timur. Berbeda dengan sentra primer barat yang tumbuh begitu pesat, sentra primer timur terlihat lambat. Padahal, di sana tersimpan potensi dan peluang investasi menggaet untung yang tidak kecil. Semoga dua liputan ini bisa menambah wawasan dan informasi seputar properti yang bisa Anda bidik untuk dihuni maupun investasi.
Isi Komentar :