Selasa, 11 Oktober 2011 - 20:12:04 WIBTechnical Analysis dalam Trading
Diposting oleh : reporter
Kategori: OPINI - Dibaca: 286 kali
Tweet


Technical Analysis dalam Trading
Selamat berjumpa kembali para pembaca setia Majalah Property & Bank. Dunia investasi terakhir ini cukup banyak dibingungkan dengan berita-berita terkait krisis Eropa, begitu pula dengan berita apakah Amerika Serikat akan jatuh ke resesi lagi, dan semuanya ini memiliki imbas yang cukup besar terhadap index saham di Asia termasuk juga Indonesia. Unsur ketidak pastian yang ada di pasar menyebabkan volatilitas yang sangat tinggi, tercermin dari naik turunnya index saham yang cukup drastis. Dari gejolak naik turun ini tentu ada yang bisa mendapatkan keuntungan, tetapi tak sedikit juga yang mengalami kerugian terutama bila index saham turun cukup tajam.
Bagi investor jangka panjang, gejolak tersebut tidak akan menjadi masalah besar, karena mereka memiliki horizon investasi jangka panjang. Tetapi bagi investor jangka pendek, volatilitas semacam ini harus diwaspadai. Salah satu cara yang cukup banyak dipakai oleh kalangan investor dalam mengantisipasi pergerakan pasar adalah Technical Analysis (TA). Berdasarkan pengalaman, saya membagi beberapa bagian besar dalam TA yaitu:
1. Trend Analysis
2. Fibonacci Retracement
3. Patterns
4. Technical Indicators
5. Japanese Candlestick
Dalam Trend Analysis tentu saja kita harus mengetahui apakah saat ini pasar dalam fase Uptrend atau Downtrend atau Sideways. Apabila pasar dalam fase uptrend, maka akan lebih aman bagi kita untuk memiliki posisi beli, tetapi bila dalam fase downtrend akan lebih aman untuk memiliki posisi jual (short). Yang sering menjadi pertanyaan di kalangan investor adalah bagaimana kita mengetahui bahwa saat ini uptrend ataukah downtrend. Jika kita pernah mempelajari TA dengan benar, maka kita akan tahu bahwa uptrend memiliki ciri-ciri “Higher Highs and Higher Lows” artinya nilai tertinggi akan membentuk rekor baru terus, dan nilai terendahnya juga semakin tinggi. Begitu pula kita juga harus bisa mendeteksi terjadinya perubahan trend, karena perubahan trend bisa membawa efek yang sangat besar terhadap investasi kita. Coba kita bayangkan apabila kita memiliki posisi beli, kemudian pasar berubah menjadi downtrend, tentu saja ini akan sangat merugikan kita. Jadi dalam mempelajari Trend Analysis, kita harus mempelajari dengan benar agar kita bisa mendapatkan keuntungan.
Demikian pula halnya dengan Patterns (Pola atau Formasi). Seringkali investor menjumpai terbentuk patterns di pasar, tetapi tidak mengambil tindakan apapun karena bingung atau takut. Mungkin Bapak/Ibu yang sudah berinvestasi di bursa, pernah mendengar istilah Double Tops, Double Bottoms, Triangle, dan lain sebagainya. Dan cukup banyak investor yang menganggap semua patterns memiliki tingkat keberhasilan yang sama, padahal tentu saja realitasnya tidaklah demikian. Apabila kita bertransaksi pada saat kita melihat sebuah pattern dengan tingkat kesuksesan yang rendah, tentu saja hasilnya tidak akan sebagus bertransaksi atas pattern yang memiliki tingkat kesuksesan tinggi. Jadi kita harus menguasai patterns dengan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bila kita berbicara tentang Technical Indicators, ada banyak sekali indicators yang tersedia di pasar. Indicator manakah yang harus kita gunakan? Apakah sebaiknya kita menggunakan indicator yang banyak dipakai oleh investor atau sebaiknya yang mungkin tidak pernah didengar oleh investor?
Dari sudut pandang Timur, Japanese Candlestick juga mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa di kalangan trader dan investor karena keunggulan yang luar biasa dari teknik ini. Menggabungkan penggunaan Candlestick dengan sudut pandang Barat juga sangat penting untuk keberhasilan trading.
Tentu saja saya tidak akan kaget apabila Anda saat ini merasa bingung dan pusing karena TA terkesan sangat berat dan membingungkan. Tetapi apabila Anda tidak menguasai TA, dan Anda mengelola sendiri investasi Anda di pasar saham ataupun forex, mungkin sebaiknya Anda pertimbangkan ulang keputusan Anda tsb. Ibarat Anda pergi ke medan perang tanpa membawa perlengkapan apapun, sementara musuh memiliki senjata lengkap. Apabila ada hal-hal yang ingin Bapak/Ibu tanyakan berkaitan dengan Technical Analysis, silakan kirim ke info@investors-academy.com atau hadiri “Master Class Technical Analysis East+West” pada tanggal 7-8 Oktober 2011 di Jakarta. Selamat berinvestasi.*Edisi 75
Salam sukses,
Tommy Zhu, CWM, CFP®, AEPP®
- Customer Satisfaction
- Pro and Con, of Derivatives Trading_Edisi 74
- The Fear that Will Make You Rich_Edisi 73
- Property Banking Sebagai Produk Investasi_Edisi 72
- Berburu Yield di Kondominium Andry Susanto Edisi 70
Isi Komentar :