Selasa, 11 Oktober 2011 - 20:17:53 WIBBerawal dari Bisnis Ruko Kecil
Diposting oleh : reporter
Kategori: EKSEKUTIF - Dibaca: 772 kali
Tweet


Berawal dari Bisnis Ruko Kecil
Ketekunan dan keuletan yang didukung latar belakang pendidikan teknik sipil, menjadikan sosok Budianto Halim sebagai salah satu pengusaha sukses paling disegani di sektor bisnis properti Tanah Air. Sejak 20 tahun silam, bersama sang kakak ipar, Aguan, ia meniti karir di bidang usaha properti mulai dari nol. Perusahaan tempat pertama kali ia berkarir adalah Agung Sedayu Group –yang kini, telah menjadi group pengembang papan atas yang banyak diperhitungkan berbagai kalangan terkait bisnis properti dalam negeri.
Sukses dengan Agung Sedayu Group, Budianto Halim mulai membesarkan pula Binakarya Propertindo Group, salah satu group usaha properti yang belakangan kiprahnya semakin gencar dalam mengembangkan berbagai proyek di tanah air, mulai dari pembangunan apartemen menengah,pusat perdagangan hingga kondominium mewah di Pulau Dewata, Bali.
Untuk mengetahui lebih mendalam tentang kiprah Budianto Halim dan fokusnya dalam membesarkan Binakarya Propertindo Group, ia memaparkan secara gamblang kepada Property and Bank, melalui wawancara eksklusif.Berikut petikannya:
Bisa diceritakan awal karir Anda di bisnis property hingga bisa seperti sekarang?
Awalnya di tahun 90 an saya bergabung dengan Agung Sedayu yang saat itu hanya menangani pembangunan ruko kecil, terdiri dari 4 – 5 unit yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Mangga Besar, Jakarta Barat dan Harmoni, Jakarta Pusat yang ternyata kemudian menuai sukses. Seiring dengan berkembangnya group usaha, Agung Sedayu mulai melakukan aksi korporasi dengan cara mengakuisisi sejumlah lahan yang lebih besar. Pada saat itulah kemudian saya mencoba juga mengembangkan kawasan Kamal dan Cengkareng Jakarta Barat menggunakan bendera Palem Group yang banyak mengembangkan kawasan Kamal Outer Ring Road yang saat ini juga berkembang pesat.
Setelah sukses dengan Agung Sedayu Group dan Palem Group, saat ini saya juga mencoba fokus membesarkan Binakarya Propertindo Group yang selama ini mungkin banyak dikenal masyarakat sebagai salah satu pelopor pembangunan rusunami.
Pengembangan wilayah bisnis Binakarya Propertindo Group kemana saja?
Pengembangan area pengembangan usaha belakangan ini tidak hanya di Jakarta, tetapi sudah merambah ke sejumlah kota besar, seperti Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, dan Bali.
Apa saja proyek properti yang sudah ditangani Binakarya Propertindo Group?
Proyek yang sudah kami kerjakan sudah tergolong banyak. Awalnya kami mengembangkan rukan Victorian Bintaro dan landed house yaitu Cibubur Village dan Royal Spring Residence.Lalu ketika pemerintah menggulirkan program 1000 Tower,kami adalah salah satu pengembang yang berpartisipasi dalam program tersebut dan mengembangkan Gateway Apartment Pesanggrahan, Cibubur Village Apartment,dan Casablanca East Residences. Setelahnya kami kembali membangun landed yaitu Golden Palm Residence.Sedangkan untuk apartemen,walaupun program dari pemerintah sudah tidak berkelanjutan,kami tetap membangun apartemen harga menengah yaitu Palm Mansion, Gateway Apartment@Bandung ,dan Pluit Sea View.Selain itu masih ada pula kawasan terpadu yang kami kembangkan di Bekasi yaitu Bekasi Town Square, hingga kondotel di Sanur,Bali yaitu Watu Jimbar.
Khusus apartemen menengah, proyek apa yang sedang digarap Binakarya Propertindo Group?
Saat ini, kita sedang mengembangkan Pluit Sea View, di Jakarta Utara. Kami bangga, meskipun kawasan Pluit tergolong mewah dan harga tanah disana sudah cukup tinggi, namun Binakarya Propertindo Group melalui Apartemen Pluit Sea View, mampu memenuhi kebutuhan hunian kelas menengah dengan harga mulai dari Rp100 - 300 jutaan per unit.Selain itu, dalam tahun ini kami juga akan mengembangkan proyek apartemen di Bandung dan Bogor.
Apakah Anda pernah bekarir di bidang lain?
Sejak pertama kali terjun ke dunia kerja, bidang yang saya tekuni adalah properti. Setelah lulus kuliah di Singapura, Jurusan Teknik Sipil, hingga kini belum pernah pindah ke bidang lain. Waktu itu awalnya saya dipercaya oleh kakak ipar (Aguan, red) untuk menangani keuangan yang fokus membayar gaji para karyawan dan pembelian material. Berkat kakak ipar saya lah saya bisa menjadi profesional di bidang bisnis properti seperti sekarang ini.
Apa rencana Anda ke depan terkait pengembangan bisnis properti di dalam negeri?
Saya bertekad tetap berkiprah di bidang bisnis properti dan mengembangkan group usaha yang selama ini sudah saya rintis hingga mencapai tahapan go public.
Saya meyakini di masa mendatang, bisnis properti di Indonesia masih sangat potensial untuk berkembang, seiring terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan residensial maupun komersial. Selain itu investasi property termasuk jenis investasi yang paling aman dari masa ke masa. Apalagi untuk saat ini kondisi perekonomian Indonesia sedang dalam posisi yang tergolong kondusif.Jadi saya lihat walaupun kondisi saham global mengalami fluktuasi, investasi property akan tetap dicari karena termasuk paling safety.
Apa rahasia sukses dalam pengembangan properti, kini dan masa mendatang?
Kuncinya, jeli menangkap peluang dan tepat menentukan segmen pasar yang dibidik. Dahulu, menjalannkan bisnis tergolong sulit. Selain tren masyarakat yang cenderung sederhana dan tingkat kesejahteraan masih standar, kondisi sosial politik dalam negeri juga kurang kondusif. Pernah suatu saat industri properti menghadapi masa-masa paling sulit, karena suku bunga KPR waktu itu sempat menyentuh angka 60%. Saat ini situasinya sudah jauh berbeda, dimana kondisi sosial, ekonomi, dan politik cukup stabil. Keadaan seperti ini, sangat mendukung terjadinya pertumbuhan bisnis di sektor properti.
Menurut Anda sejauh mana dukungan perbankan selama ini dalam menunjang bisnis properti?
Industri pebankan selama ini memiliki komitmen yang kuat dalam menopang kinerja usaha sektor perumahan, perkantoran, dan pusat belanja. Lihat saja, baik bank umum swasta maupun BUMN berlomba-lomba menawarkan KPR/KPA dengan bunga rendah. Bahkan, diantara mereka berani memberikan bunga kredit properti di bawah 10%. Kemudahan transaksi inilah yang memicu kian bertambahnya jumlah permintaan properti di Indonesia.
Secara umum, pertumbuhan industri properti di Indonesia seperti apa?
Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir pertumbuhan industri properti di dalam negeri melesat, dimana setiap tahunnya terjadi peningkatan lebih dari 20%. Pengembang baru pun terus bermunculan, sehingga persaingan antar developer semakin menguat karena pilihan produk lebih beragam dibanding era sebelumnya.
Kondisi ini, jelas menguntungkan konsumen karena developer berlomba menawarkan produk dan layanan terbaik agar bisnisnya tetap eksis. Karena itulah, Binakarya Propertindo Group terus berinovasi dalam membangun proyek dan lebih kreatif dalam memasarkan produk-produknya. Hal ini dilakukan semata-mata dalam rangka memanjakan pembeli agar tetap setia dengan trust tinggi terhadap perseroan.
Apakah strategi itu berhasil?
Ya, menurut saya cukup berhasil. Terbukti, tidak sedikit konsumen lama cukup setia menjadi pembeli setiap produk properti yang ditawarkan Binakarya Propertindo Group. Kepercayaan mereka sudah melekat, karena selama lebih dari 17 tahun perusahaan telah membuktikan keseriusan dan konsistensinya serta berhasil memberikan nilai tambah investasi cukup tinggi bagi produk properti yang telah dibeli para loyal customer kami.
Sebegitu tingginya kepercayaan masyarakat pada kami, hingga banyak customer lama yang selalu ikut berinvestasi dengan membeli produk-produk baru Binakarya Propertindo Group tiap kali kami mengembangkan proyek baru. Karenanya, kami saat ini mampu membangun berbagai macam produk properti, mulai dari pasar, apartemen, pusat perbelanjaan,perumahan hingga hotel. Padahal, dulu awalnya kita hanya membangun rumah dan ruko saja.
Selain kondisi yang kondusif, apa lagi indikator kesuksesan pengembangan properti?
Selain situasi dan kondisi sosial, ekonomi, dan politik stabil tanpa gejolak yang berarti, adanya integritas dan kapabilitas manajemen sangat penting dalam menggerakkan roda bisnis properti di manapun termasuk Indonesia. Tanpa itu, mustahil bisa meraih kepercayaan yang tinggi dari konsumen.
Agar bisnisnya bisa berkembang pesat, Budianto Halim beserta tim terus melebarkan sayap. Jika sebelumnya hanya fokus mengembangkan usaha di wilayah Jakarta, kini mulai merambah ke sejumlah kota, seperti Bandung, Bogor, Bekasi, dan Bali, dengan produk properti yang lebih beragam. Ke depan, Budianto Halim bercita-cita untuk lebih banyak menggarap pembangunan hotel.*Edisi 75
- Membangun Brand Image dengan Inovasi_Edisi 74
- Bangga Dengan Hasil Kerja Sendiri_Edisi 73
- Tangkap Peluang Bangun Condotel di Bandung_Edisi 72
- Orang Indonesia Pertama Pimpin Daihatsu_Edisi 69
ajie sunaryo
20 Februari 2012 - 16:16:00 WIB
Saya yakin Binakarya Propertido dan Palm Group akan maju pesat. Sukses Buat Boss Saya........
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :