LOGIN
 
Senin, 24 Oktober 2011 - 11:43:55 WIB
PUTRA TERBAIK INDUSTRI PROPERTI INDONESIA
Diposting oleh : reporter
Kategori: BERITA TERPOPULER - Dibaca: 249 kali

PUTRA TERBAIK INDUSTRI PROPERTI INDONESIA

Trihatma Kusuma Haliman, Chairman Agung Podomoro Group

PUTRA TERBAIK INDUSTRI PROPERTI INDONESIA

Ketika berbicara tentang industri properti tanah air, tak akan pernah bisa dilepaskan dari nama Agung Podomoro Group (APG), sebuah perusahaan raksasa properti Indonesia. Kebesaran dan kesuksesan perusahaan ini merajai industri properti tentu saja tak bisa dilepaskan dari nama seorang Trihatma Kusuma Haliman.

Pria jebolan Arsitektur Trier University Kaiserlautern, Jerman ini memang handal dalam leadership dan entrepreneurship. Terbukti di bawah kepemimpinannya bendera Agung Podomoro Group mampu menjadi pengembang teratas. Tak banyak orang yang memiliki talenta sedemikian di industri properti hingga layaklah Trihatma Kusuma Haliman dinobatkan sebagai Property Man Of The Years 2011 dari Property & Bank Award.

Dewan juri tidak kesulitan ketika harus menempatkan Chairman Agung Podomoro Group ini sebagai pria paling berpengaruh dalam dunia properti Indonesia. Semua syarat untuk itu telah terpenuhi olehnya, bahkan melampaui rata-rata penilaian dengan semua angka positif baginya.

Apa yang diraihnya saat ini adalah buah dari kerja keras dan keyakinan yang berani melawan arus. Keberaniannya melawan arus dan memulai sesuatu yang baru telah membuahkan hasil. Lihat saja bagai mana kemajuan dan ekspansi bisnis kelompok usaha ini yang berkembang pesat dan sulit ditandingi oleh perusahaan properti lainnya. Trihatma memiliki leadership kuat yang secara langsung menjadikan nama Agung Podomoro Group sebagai jaminan mutu.

Bagaimana Trihatma berani melawan arus dan mampu bertahan di beberapa kondisi krisis ekonomi Indonesia menjadi bukti kekuatan kepemimpinannya. Pada saat krisis regional 1997 adalah saat yang sangat mengkhawatirkan bagi pelaku bisni. Saat itu, Trihatma menunjukan keberaniannya menentang arus dengan terus membangun proyek dan berekspansi. Begitu juga saat krisis global 2008, ketika subprime mortgage di Amerika Serikat, muncul ketakutan hal yang sama akan terjadi di Indonesia sebagai efek domino, namun Agung Podomoro Group terus melajut dengan berbagai proyeknya.

Dua krisis tahun 1997 dan 2008 yang memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan ini dalam membaca situasi dengan jernih, sehingga bisa membuat keputusan terbaik ke depan dengan tepat dan luar biasa. Memang tidak mudah membuat terobosan seperti itu, namun sekali lagi, keberanian melawan arus dan visi yang jauh ke depan adalah kata kunci yang tepat untuk menggambarkan sosok seorang Trihatma.

Kemajuan perusahaannya jelas terlihat dari kinerja positif selama tahun 2010 lalu. Lihat saja bagaimana Agung Podomoro Land yang telah terjun ke lantai bursa sahamnya sangat diminati. Perusahaan dengan kode bursa APLN ini menunjukan kinerja yang sangat baik, mulai dari pendapatan dan penjualan pada 2010 yang meningkat dua kali lipat. Tercatat pada tahun 2010 Rp 1,94 triliun dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai Rp 865 miliar.

Sedangkan laba bersih perusahaan ini meningkat pesat sebesar enam kali lipat menjadi Rp 242 miliar pada tahun 2010. Dari catatan tersebut diketahui laba bersih per saham naik dari Rp 4 pada 2009 menjadi Rp 20 untuk tahun 2010.

Bahkan pada tahun ini ekspansi Agung Podomoro sungguh luar biasa, mereka melakukan akuisisi pada beberapa perusahaan. Seperti pada akuisisi PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) yang melakukan perjanjian pengikatan jual beli 99,90% saham PT Karya Gemilang Perkasa (PT KGP) yang memiliki 52,83% saham dalam PT Pluit Propertindo (pemilik Proyek “Emporium Pluit Mall”). Menurut Trihatma, akuisisi terhadap Emporium Pluit Mall ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dari recurring income.

Kemudian PT Agung Podomoro Land Tbk juga telah mengakuisisi 80% saham di PT Alam Hijau Teduh (PT AHT) yang memiliki hampir dua hektar tanah di Jakarta Barat. Dengan total biaya akuisisi sekitar Rp 56 miliar. Perusahaan akan mengembangkan area tersebut menjadi kompleks apartemen dan komersial. Akuisisi ini menegaskan kelanjutan strategi APL dalam mengembangkan properti mixed use untuk memenuhi permintaan khususnya untuk apartemen kelas menengah keatas.

Selain itu, mereka juga mengakuisisi PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) yang berkedudukan di Jakarta Barat. Saham yang diakuisisi sebanyak 99,93%. TMI memiliki lahan seluas 1 hektar di Jakarta Barat nantinya akan dikembangkan sebagai proyek komersial. Akuisisi saham ini merupakan realisasi terhadap rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi I Agung Podomoro Land 2011, melihat semua kesuksesan tersebut, sangat pantas Trihatma Kusuma Haliman dinobatkan menjadi tokoh bisnis properti paling berpengaruh tahun ini. Penghargaan khusus Indonesian Property & Bank Award 2011 kali ini adalah anugrah ke lima yang diraihnya.


Berita terkait

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2010 by propertynbank.com. All rights reserved.