Rabu, 28 Desember 2011 - 15:44:51 WIBPerumahan Rakyat
Diposting oleh : reporter
Kategori: BERITA UMUM - Dibaca: 122 kali
Tweet


HARGA JUAL RUSUNAMI BAKAL NAIK
Pemerintah berencana akan mengevaluasi harga jual rusunami agar pengembang tertarik kembali menggarap hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersebut.
Program pembangunan 1000 menara rusunami yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu, terlihat mulai tersendat. Mulai dari masalah perijinan hingga harga jual yang dianggap masih terlalu rendah, membuat pengembang enggan melanjutkan program yang digadang-gadangkan oleh pemerintahan era Presiden SBY-JK itu. Belum lagi lambannya proses verifikasi yang ikut memperlambat pembangunan proyek apartemen terjangkau itu.
Setelah mengalami perlambatan pembangunan, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz memberikan angin segar kepada pengembang untuk kembali membangun rusunami. Dalam waktu dekat, Kemenpera akan menaikkan harga jual rusunami guna mendorong pengembang bergairah kembali menggarap program ini.
Secara teknis dikatakannya harga jual per unit rusunami akan ditetapkan berdasar acuan turun naik berbagai harga kebutuhan pengembangan. Harga rusunami kemungkinan akan naik agar tidak memberatkan pengembang. Namun harga itu nantinya juga tetap terjangkau bagi target sasaran yaitu masyarakat berpenghasilan menengah dan bawah,” jelas Didik Sunardi, Asisten Deputi Fasilitas dan Inovasi Pembiayaan Kemenpera dalam Media Gathering di kawasan Puncak, Bogor beberapa waktu lalu.
Dikatakan Didik, salah satu upaya Kemenpera dalam mengatasi dilema pengembang pada persoalan rusunami adalah dengan rencana memberikan insentif berupa kemudahan kredit konstruksi pada 2012 mendatang untuk mengejar upaya pembangunan 5 ribu unit rusunami. Sedangkan untuk pembiayaan, akan diberikan kredit konstruksi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menggunakan tingkat bunga terjangkau dan tetap sepanjang masa pinjaman.
Pihak Kemenpera mengakui, enggannya pemerintah membangun rusunami belakangan ini, membuat pasokan Rusunami memang menunjukkan penurunan. Bahkan pembangunan rumah susun boleh dibilang jalan di tempat dan sempat terhenti. Padahal kebutuhan pasar terhadap rusunami terus meningkat. Diperlukan terobosan agar program ini kembali tumbuh.
Dari sejumlah pengembang peminat tersebut target pembangunan 1000 menara Rusunami yang telah terealisasi mencapai 187 twin blok untuk kategori rumah susun sewa dan 174 twin blok rumah susun milik atau 67.105 unit satuan rumah susun (sarusun) yang tersebar di Jakarta, Bogor Tangerang, Bekasi, Batam, Bandung, Cimahi, Surabaya dan Balikpapan. Sementara 331 twin block rencananmya segera direalisasikan hingga 2014 mendatang.
Dalam pembangunan rusunami, ketersediaan tanah khususnya di kawasan perkotaan yang terbatas dan mahal menjadi kendala utama. Pengembang juga menghadapi dilema pada persoalan pembiayaan. Kredit konstruksi yang akan dikucurkan pemerintah bagi pengembang rumah murah tentu sangat membantu. Kemenpera tengah menyiapkan dana sebesar Rp 175 miliar untuk kredit konstruksi.
Persoalan
lain yang juga berpotensi menghambat adalah pajak, perijinan dan dukungan
infrastuktur yang semakin mendongkrak biaya produksi. Sehingga sulit bagi
pengembang mendapatkan keuntungan dari harga jual yang saat ini ditetapkan
pemerintah sebesar 144 juta rupiah per unit. Edisi 78
- TRANSAKSI PROPERTI
- Rekomendasi Proyek Medan
- Rekomendasi Proyek Apartemen Sky Terrace
- Rekomendasi Proyek 1Park Residence
- Rekomendasi Proyek myHome Apartment
Isi Komentar :