LOGIN
 
Senin, 30 Januari 2012 - 13:39:28 WIB
BERBURU APARTEMEN DI KAWASAN PREMIUM
Diposting oleh : reporter
Kategori: EDISI TERBARU - Dibaca: 254 kali

BERBURU APARTEMEN DI KAWASAN PREMIUM

 

BERBURU APARTEMEN DI KAWASAN PREMIUM

Kebutuhan hunian di lokasi strategis makin meningkat. Apartemen dan perkantoran di lokasi premium jadi buruan yang legit.

Kawasan Kebayoran Baru, terutama daerah Senopati menjadi daerah hunian premium. Selain karena lokasnya yang sangat strategis, karena dekat dengan pusat aktivitas bisnis. Dalam perkembangannya daerah ini termasuk kawasan segitiga emas. Saat itu, Kebayoran Baru dipersiapkan sebagai kota satelit Jakarta.

Planolog M Soesilo dari Central Planologisch Bureau tahun 1948 mengatakan, Kebayoran Baru diharapkan bisa meniru kawasan Menteng, yang saat itu telah menjadi kawasan permukiman yang diidamkan warga Jakarta saat itu.

Kini zaman berlalu, kawasan ini tetap menjadi primadona. Pasalnya saat persiapakn menjadi kota satelit Jakarta, berbagai sarana infrastruktur dan kelengkapan fasilitas pun mulai menjejali kawasan ini. Dari berbagai pusat belanja, rumah sakit hingga sekolah bergengsi kini hadir mendekati kawasan itu. Sebut saja mulai dari Senayan City, Blok Mall, Ratu Plaza Senayan. Rumah Sakit Pertamina, sekolah Al - Azhar, Universitas Atmajaya, Universitas Dr.Moestopo, Paramadina hingga deretan perkantoran sepanjang Sudirman-Thamrin.

Sejatinya daerah yang dipersiapkan menggantikan kawasan Menteng kala itu, mengalami nasib yang serupa. Daerah ini boleh dibilang sudah stagnan. Pasalnya permukiman di dareah itu penuh dijejali penghuni dari kalangan elit, dengan lahan yang cukup besar. Transaksi jual beli pun tak seramai kawasan lain yang sedang tumbuh dan berkembang. Sementara permintaan hunian –kalau ada- cukup besar.

Kendala utama dari kondisi ini adalah tingginya harga tanah di kawasan itu. Sebut saja untuk sepanjang jalan Senopati Raya, harga tanah berkisar Rp30 juta/m2 hingga Rp60 juta/m2, tergantung luas tanah dan bangunannya. Padahal dulu sekitar lima tahun lalu harganya tak sampai Rp25 juta/m2. Lalu bagaimana menyiasati persoalan ini?

Beberapa pengembang melakukan efisiensi lahan. Proyek yang dibidik adalah pembangunan gedung jangkung atau apartemen. Sesuai kelasnya, apartemen yang dibangun pun bakal membidik kalangan menengah atas. Terutama untuk daerah segitiga emas Jakarta yang mencakup jalan-jalan utama seperti Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, Rasuna Said dan Mas Mansyur.

DUKUNGAN FASILITAS KOMERSIAL

Meningkatnya daya tarik kawasan ini salah satunya karena ketersediaan fasilitas komersial yang lengkap dan perkantoran. Setidaknya ada 3 titik utama pusat bangunan komersial seperti SCBD (45 hektar), Mega Kuningan (54 hektar) dan Kuningan Persada (17 hektar). Sementara perkantoran sebagai pusat aktivitas bisnis jumlahnya terus bertambah.

Berdasarkan data Leads Property triwulan III-2011 kawasan segitiga emas hingga kini memiliki stok gedung perkantoran yang terbesar dari kawasan lainnya di Jakarta. Total stoknya mencapai 4,21 juta m2 sementara di luar segitiga emas mencapai 1,95 juta m2 dan kawasan perkantoran Jakarta Selatan 0,76 juta m2.

Hingga 2013 akan ada suplai tambahan di kawasan segitiga emas sebanyak 711.000 m2, di luar segitiga emas 462.376 m2 dan kawasan Jakarta Selatan 339.040 m2. Dari sisi sewa perkantoran, tingkat okupansi di kawasan ini termasuk yang tinggi mencapai 93,2% atau sedikit di bawah kawasan Jakarta Selatan yang mencapai 94,9%. Sementara okupansi perkantoran di kawasan luar segitigas emas hanya 90,7%.

Demikian ula dengan harga sewanya yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Saat ini sewa mencapai US$ 18,8 sementara di luar kawasan ini hanya US$ 14,4. Begitu juga dengan harga jual perkantoran (strata title) di kawasan segitiga emas mencapai Rp 18 juta/m2-Rp31 juta/m2 sementara di luar kawasan segi tiga emas hanya Rp15 juta/m2-Rp17,5 juta/m2.

Nah sebagai pusat aktivitas bisnis, para pekerja memerlukan hunian yang representative seperti apartemen. Selain sebagai bagian dari gaya hidup, juga karena pertimbangan lokasi yang terjangkau. Bagaimana dengan prospek apartemen? Masih cukup baik. Dwi Novita Yeni, Research & Analyst Manager Coldwell Banker Commercial (CBC), mengungkapkan permintaan apartemen tahun 2012 belum akan surut. Maklum saja, konsumen perlu hunian yang dekat dengan kantor atau lokasi bisnis. Apartemen apartemen dengan ukuran minimal 21 m2 akan diburu konsumen untuk menunjang aktivitas pekerjaan, bukan lagi sekadar gaya hidup.

Hingga akhir tahun ini, CBC mencatat secara kumulatif terdapat sebanyak 11.616 unit apartemen, sebanyak 4.673 unit berada di kawasan CBD dan sebanyak 6.934 unit berada di kawasan sekunder. Dalam dua tahun ke depan di Jakarta dan sekitarnya akan ada tambahan pasokan sebanyak 25.857 unit. Pengembang masih mempersiapkan pembangunan untuk pasokan apartemen baru ini. “Pasar di segmen ini memang menjanjikan,” ujar Dwi.

Harga beli apartemen di CBD mulai Rp 11,1 juta/m2 hingga Rp 23,5 juta/m2. Di luar kawasan itu, antara Rp 5,8 juta/m2- Rp 15,6 juta/m2. Tarif sewa apartemen di kawasan CBD, mulai dari US$ 7,22/m2 hingga US$ 28,02/m2. Di wilayah sekunder, US$ 6,24/m2 hingga US$ 26,81/m2.

Begitulah gambaran sekilas perkembangan industri properti di kawasan segitiga emas untuk perkantoran dan apartemen. Memilih lokasi yang berdekatan dengan aktivitas bisnis selain efisien waktu juga biaya. Akhirnya kualitas hidup makin terjaga. edisi 79


Berita terkait

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2010 by propertynbank.com. All rights reserved.