Friday , 24 May 2019
Home / Breaking News / Bidik Koneksi Stasiun MRT, Jaya Real Property Garap TOD Di Cipete, Jaksel

Bidik Koneksi Stasiun MRT, Jaya Real Property Garap TOD Di Cipete, Jaksel

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) segera menggarap proyek yang terkoneksi dengan stasiun MRT Jakarta. (tribunnews.com)

BERITA PROPERTI – PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) segera launching proyek baru yang akan terkoneksi dengan stasiun MRT Jakarta. Proyek ini nantinya terdiri dari kantor dan tempat hunian di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.

Arum Prasasti, General Manager JRPT menyampaikan, saat ini pihaknya sedang melakukan proses perizinan terkait proyek tersebut. Nantinya, proyek itu bernama Creative Office & Residence (Core) Cipete. “Total ada 119 unit, dengan harga mulai Rp 1 miliar, start up offices,” ujarnya dilansir Kontan.co.id, Senin (11/3).

Ia menjelaskan Core Cipete akan berdiri di lahan seluas 12.000 meter persegi dan lantai dasarnya dibuat meeting points sebagai recurring income perusahaan. Menurutnya, target market Core Cipete akan menyasar milenials dan start up company. “Mulai bangun tahun depan, tetapi kami mulai pemasarannya tahun ini,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Ajang Pemasaran Terbesar Kembali Digelar

Sayangnya, Arum enggan membeberkan berapa alokasi dana yang akan dikucurkan untuk proyek tersebut. Yang jelas, dengan konsep TOD yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Jakarta, proyek ini dinilai akan menarik minat pelanggan. Dalam laman www.jakartamrt.com, kawasan Cipete mencakup Stasiun Cipete, Stasiun Haji Nawi dan Stasiun Blok A.

Menurut laporan Indonesian Urban Transport Institute mengenai “Penerapan konsep TOD sebagai Instrumen Penguatan Jaringan Angkutan Massal Perkotaan, Transit Oriented Development (TOD)” didefinisikan sebagai konsep pembangunan suatu kawasan yang bersifat multifungsi dan terpadu (mixed-use dan compact).

Konsep hunian ini berada dalam kawasan jangkauan jarak berjalan kaki dari titik layanan angkutan massal dan pusat kawasan komersial. Konsep TOD, tulis laporan itu, diterapkan dengan memadukan kawasan hunian, pertokoan, perkantoran, ruang terbuka dan sarana umum dalam jangkauan jarak berjalan kaki yang nyaman.

BACA JUGA :   Uji Coba MRT Indonesia, Tidak Kalah Kualitasnya Dengan Negara Lain

Konsep ini mencoba untuk memudahkan para penghuni dan pekerja di kawasan itu menjalankan kegiatan pekerjaannya melalui kendaraan umum. Namun, sejatinya ada beberapa karakteristik mengenai konsep TOD. Laporan Indonesian Urban Transport Institute menjabarkan beberapa karakteristik TOD sebagai berikut.

Pertama, TOD merupakan pembangunan yang memadukan kawasan hunian melalui kategori sosial ekonomi, perkantoran, pertokoan, dan hotel. Kedua, idealnya TOD dibangun pada lahan yang berada di bawah kewenangan lembaga yang mengelola pelayanan angkutan massal.

Kemudian yang ketiga, TOD menjadi salah satu jenis pembangunan yang mempunyai daya tarik pada saat kondisi resesi. Keempat, TOD memiliki insentif, promosi, dorongan, dan subsidi yang diberikan oleh lembaga pengelola angkutan massal dan pemerintah. (Artha Tidar)

Check Also

Maklumat The HUD Institute : Rumah Adalah Hak Dasar Semua Warga

BERITA PROPERTI – Tak ada orang yang tak berkehendak atas tempat, hunian dan mengambil spasial …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 159

Pesan Sekarang!
close-link