Sunday , 20 August 2017
Home » Breaking News » BTN Eksekutor Terbesar Pembiayaan Perumahan

BTN Eksekutor Terbesar Pembiayaan Perumahan

54rumah-sederhana-2.jpg

BTN Fokus Bangun Rumah Murah

Bank BTN sejak awal berdiri telah didesign pemerintah sebagai bank perumahan. Ini dapat dilihat dari bisnis utamanya yang diharapkan mendukung program pemerintah dalam bidang perumahan nasional dan core businessnya adalah pembiayaan perumahan.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menegaskan, Bank BTN tetap akan menyalurkan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah atau subsidi dan akan tetap menjadi eksekutor terbesar untuk program pemerintah di bidang perumahan. Track record Bank BTN selama ini telah membuktikan sepanjang sejarah kebijakan pemerintah tentang program rumah rakyat dan selalu menjadi pemimpin dengan kontribusi lebih dari 95%.

“Ini sejarah dan fakta yang tidak bisa dipungkiri karena telah terbukti dan bermanfaat bagi rakyat banyak. Bank BTN terus memperkuat posisi sebagai market leader KPR. Termasuk pengembangan kredit non perumahan bermargin tinggi secara selektif,” ungkap Maryono Juli 2014 lalu.

Maryono mengatakan, sejak awal berdiri Bank BTN memang sudah dikondisikan seperti sekarang. Bank BTN selalu menjadi andalan pemerintah untuk pemenuhan rumah rakyat. Oleh karena itu dalam business plan perseroaan sangat jelas bahwa Bank BTN fokus pada bisnis housing bank.

Berdasarkan kinerja semester I 2014 kredit dan pembiayaan yang disalurkan Bank BTN mencapai Rp.106.584 Triliun. Kredit ini mengalami pertumbuhan 16,61% dibanding posisi yang sama tahun 2013 yang sebesar Rp.91,403 Triliun. Komposisi kredit tersalur masih 88,07% pada housing loan atau sekitar Rp.93,870 Triliun. Sementara sisanya 11,93% disalurkan pada non housing loan yang mencapai Rp.12,714 Triiliun.

Meskipun dalam kondisi likuiditas yang cukup ketat, Perseroan masih dapat meningkatkan interest income sebesar Rp.6,467 Triliun naik dari posisi yang sama tahun 2013 sebesar Rp.5,188 Triliun. Interest expense tercatat sebesar Rp.3,791 Triliun. Sementara other operating income sebesar Rp.390 Milyar dan other operating expense sebesar Rp.Rp.2,324 Triliun. Laba bersih Bank BTN tercatat sebesar Rp.539 Milyar.

Sementara itu, komposisi KPR bersubsidi per 30 Juni 2014 sebesar 34,11% atau Rp.31,174 Triliun naik dibanding posisi yang sama tahun 2013 sebesar 29,50% atau Rp.26,966 Triliun. Sementara untuk KPR non subsidi sebesar 46,12% atau Rp.42,155 Triliun naik dari posisi yang sama tahun 2013 sebesar 37,79% atau Rp.34,539 Triliun. Kredit selebihnya tersalur untuk mendukung konstruksi sebesar 14,22% atau Rp.12,995 Triliun dan sisanya 8,26% untuk kredit terkait perumahan sebesar Rp.7,456 Triliun.

Dana pihak ketiga perseroan pada semester I 2014 tumbuh cukup signifikan diatas rata-rata industri dalam negeri. Pertumbuhannya mencapai 22,61% dibanding posisi yang sama tahun 2013. Semester I 2014 dana pihak ketiga Bank BTN mencapai Rp.101,345 Triliun atau meningkat perolehannya dibanding posisi yang sama 2013 sebesar Rp.82,656 Triliun. Sementara pertumbuhan rata-rata industri dalam negeri sekitar 12,36%. Pertumbuhan dana pihak ketiga Bank BTN melampaui rata-rata industri.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*