Sunday , 20 August 2017
Home » Breaking News » BTN Menjadi Sentral Dalam Program Rumah Nasional

BTN Menjadi Sentral Dalam Program Rumah Nasional

Bank BTNPerbankan – Program Perumahan Nasional yang diperuntukkan bagi rakyat Indonesia akan ditangani dalam pelaksanaannya oleh Bank BTN. Karenanya, Bank BTN akan menyusun strategi bagaimana program rumah bagi masyarakat menengah ke bawah dapat terealisasi dengan cepat. Wakil Presiden RI, Bapak Yusuf Kalla meminta agar Bank BTN menjadi pemeran utama dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan nasional, seperti program perumahan bagi buruh di dekat kawasan industri.

“Konsepnya akan dibicarkan lebih lanjut dengan tim wapres. Jadi, pemerintah akan lebih fokus bagaimana membiayai rumah-rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini lebih besar lagi. Bank BTN siap mendukung program perumahan pemerintah berapapun jumlahnya dan di mana pun tempatnya. Hal yang terpenting adalah rumah itu layak untuk didukung pembiayaannya melalui skip KPR yang  kami siapkan khusus bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” tambah Maryono, Direktur Utama Bank BTN dalam rilis yang dikirim ke media pada Senin (15/12/2014).

Seperti diketahui Indonesia masih menghadapi problematika besar dalam mengatasi masalah backlog perumahan dalam negeri. Hingga saat ini diperkirakan backlog mencapai 15 juta lebih unit rumah yang masih harus dipenuhi oleh pemerintah. Diperlukan peran serta banyak pihak untuk mengatasi masalah perumahan ini.

Pemenuhan kebutuhan perumahan tersebut menjadi tanggung jawab baik pemerintah, pengembang, maupun perbankan untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat. Apalagi jika melihat backlog masalah penyediaan perumahan di Indonesia akan terus bertambah jika tidak ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut, tegasnya.

Maryono menjelaskan backlog itu terjadi justru karena pasarnya besar dan tidak dapat ditutup hanya oleh pembiayaan yang disiapkan Pemerintah melalui APBN dan Bank BTN. “Perlu dukungan dari perbankan lain untuk masuk dalam program rumah nasional. Minat masyarakat untuk memiliki rumah begitu besar sekali. Ini merupakan potensi yang perlu didorong oleh para pelaku pembangunan perumahan agar pasar rumah selalu siap untuk dibeli oleh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*