Thursday , 22 November 2018
Breaking News
Home / Keuangan & Perbankan / BTN Targetkan Biayai Hingga 700 Ribu Unit Di 2016

BTN Targetkan Biayai Hingga 700 Ribu Unit Di 2016

gedung btn tinggiPERBANKAN-Tahun ini, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan perumahaan baik subsidi maupun non-subsidi sebesar 600.000-700.000 unit. Target tersebut masuk dalam program pembiayaan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Tahun 2015 lalu, Bank BTN berkonribusi sebanyak 474.099 unit dalam program satu juta rumah.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pada tahun 2015 lalu tergolong yang cemerlang. Oleh karena itu, lanjutnya, perseroan optimistis pada tahun 2016 laba bersih bisa tumbuh sekitar 30-40%. BTN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,85 triliun.

”Pencapaian itu melonjak 62% dibandingkan perolehan 2014 yang sebesar Rp1,146 triliun. Sedangkan tahun ini kami memang menurunkan target pertumbuhan jadi 30-40% untuk laba bersih. Kenapa lebih kecil, karena persaingan tahun ini sangat ketat, apalagi MEA sudah berjalan. Makanya target pertumbuhan laba kita tidak terlalu besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Maryono di sela-sela Rapat Kerja BTN se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah yang disampaikan melalui siaran pers..

Untuk mempertahankan kinerja BTN agar tetap cemerlang, Maryono mengaku, salah satu yang perseroan lakukan adalah dengan menggelar rapat kerja BTN se-Indonesia. Raker ini membahas mengenai rencana dan target pada tahun 2016. Menurut dia, Raker BTN se-Indonesia ini merupakan momentum bagi perseroan meningkatkan kinerja tahun 2016.

Maryono optimistis target tersebut akan tercapai, seiring banyaknya pengembang yang membangun rumah pada tahun 2015 akan selesai pada tahun ini. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kerja sama dengan pengembang baik dari REI maupun Apersi. “Tahun 2016 akan kita perluas dengan pengembang yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dan BUMN Karya,” ungkap Maryono.

Hingga 31 Desember 2015, BTN membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp138,95 triliun dari jumlah tersebut porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 89,9% atau sebesar Rp124,92 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 10,10% atau sebesar Rp14,02 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit nonperumahan. Untuk segmen KPR subsidi, perseroan masih menguasai pangsa pasar 98% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014.

Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp128 triliun pada tahun 2015. Nilai tersebut tumbuh 19,97% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp106,7 triliun. Sedangkan NPL berhasil ditekan menjadi 3,42% (gross) turun dari NPL periode yang sama sebesar 4,01%. ‎

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*