Friday , 16 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / BTN Terus Genjot Pembiayaan KPR Di NTT

BTN Terus Genjot Pembiayaan KPR Di NTT

Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo di depan peserta seminar properti, Kupang (25/10)

PEMBIAYAAN – Dalam rangka meningkatkan kinerja pembiayaan untuk properti di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), BTN mengajak para pengembang di daerah itu untuk menggenjot pembangunan perumahan program sejuta rumah. Terlebih lagi, potensi bisnis properti di NTT sangat menjanjikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat di propinsi itu.

Pada sebuah seminar properti di Kupang, ibukota NTT Rabu (25/10), Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo mengatakan, momentum pertumbuhan di sektor real estate ini menjadi potensi untuk bisnis perumahan di NTT. Bank BTN, kata Winang, mengajak para pengembang di wilayah NTT untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan rumah bagi MBR tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi di banding kawasan lainnya. Per kuartal II/2017, ekonomi KTI tercatat tumbuh 3,14% atau naik 65 basis poin (bps) quater-on-quarter (qoq) dari 2,49% di kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Jawa pada kuartal II/2016 turun 27 bps qoq, Kalimantan turun 50 bps qoq, Sulawesi turun 35 bps qoq, Sumatera stabil, dan Maluku serta Papua tumbuh 48 bps qoq.

“Saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur terutama jalan yang membuka akses lahan yang lebih besar. Pengembangan sektor properti pun sejalan dengan Program Satu Juta Rumah sehingga pemerintah memberikan berbagai bantuan subsidi pembiayaan agar masyarakat mudah memiliki rumah,” jelas Winang dalam keterangan resmi.

Di NTT sendiri, sejalan dengan pertumbuhan bisnis properti di propinsi ini, Kantor Cabang Bank BTN di Kupang mencatatkan kenaikan positif kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kontruksi. Per September 2017, KPR Bank BTN di Kupang tercatat naik 45,31% yoy dari Rp29,02 miliar di September 2016 menjadi Rp53,06 miliar. Kredit konstruksi Bank BTN di Kupang pun naik 60,49% yoy dari Rp65,02 miliar pada kuartal III/2016.

“Pertumbuhan ekonomi NTT meningkat sebesar 5,01% pada kuartal II/2017 atau sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Real estate baru menyumbang 2,58% terhadap produk domestik bruto (PDB) NTT. Namun, pertumbuhan sektor real estate telah mencapai 5,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2017 atau jauh melonjak dari pertumbuhan pada kuartal I/2016 yang hanya sebesar 2,94%,” sambung Winang.

Menurut data dari Bank Indonesia (BI), disebutkan bahwa lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan pembangunan perumahan di Kabupaten Manggarai Barat, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang dalam rangka program 3.000 unit rumah subsidi pada 2017.

“Berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus untuk sektor properti menjadi peluang bisnis bagi para pengembang. Seperti relaksasi  ketentuan loan to value atau financing to value (LTV/FTV) sejak Juni 2015. Pemerintah pun berencana akan kembali memberikan stimulus untuk sektor properti melalui kebijakan LTV/FTV spasial atau berdasarkan wilayah. Relaksasi tersebut memiliki efek pengganda yang besar karena sektor properti terkait dengan hampir 170 sektor lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Winang katakan, kinerja Bank BTN secara nasional terus menunjukkan peningkatan. Hingga September 2017 lalu, bank plat merah ini mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 21,16% yoy dari Rp110,85 triliun di September 2016 menjadi Rp134,31 triliun. Kredit konstruksi pun naik 17,87% yoy dari Rp20,56 triliun pada kuartal III/2017 menjadi Rp24,23 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*