Wednesday , 20 November 2019
Home / Indeks Berita / Cegah Banjir Bandang Terulang, PUPR Bangun Tanggul Di Garut

Cegah Banjir Bandang Terulang, PUPR Bangun Tanggul Di Garut

Tanggul yang dibangun PUPR di aliran sungai Cimanuk, Garut (doc PUPR)

INFRASTRUKTUR – Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 20 September 2016 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat dengan melakukan tanggap darurat dan dilanjutkan pembangunan tanggul Sungai Cimanuk dan anak Sungai Cimanuk seperti Cibarengkok dan Cikajang  sepanjang total 5 Km pada tahun 2017-2018.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada saat meninjau kawasan terdampak banjir bandang Garut, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016) memerintahkan untuk melakukan penataan hulu Sungai Cimanuk melalui konservasi tanah dan air serta penataan ruang. Selain itu perbaikan tanggul Sungai Cimanuk serta pembangunan dua tower rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi korban bencana banjir bandang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada saat meninjau langsung ke lokasi banjir bandang  (23/9/2016) mengatakan rusaknya vegetasi di kawasan DAS menjadi slaah satunya penyumbang terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. “Untuk memperbaiki DAS kritis, dibutuhkan peran serta semua pihak,” kata Menteri Basuki.

BACA JUGA :   Pemda Minati Program PUPR, Bedah Rumah dan Rusun

Pembangunan tanggul dilakukan di Kecamatan Karangpawitan, Garut Kota, Tarogong Kidul, Cikajang, dan Pasir Wangi. Selain tanggul, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung juga membangun 4 buah Check Dam di hulu sungai untuk menahan laju sedimentasi ke hilir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Happy Mulya mengatakan pembangunan tanggul dan check dam dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 dengan total biaya sebesar Rp 110,8 miliar.

“Dengan sedimentasi yang tinggi, Sungai Cimanuk membutuhkan 30 check dam, sekarang sudah selesai 4 buah,” kata Happy saat meninjau salah satu lokasi yang terkena banjir bandang pada tahun 2016 lalu yakni di Jalan RSU Dr. Slamet, Kabupaten Garut.

BACA JUGA :   Adhi Persada Properti Topping Off Grand Taman Melati Margonda 2

Menurut Happy untuk mencegah terulangnya banjir bandang di Garut, pembangunan infrastruktur pengendali banjir juga perlu diiringi dengan penataan kawasan resapan di daerah hulu Sungai Cimanuk. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk termasuk DAS kritis dimana sekitar 100 ribu hektar atau 30% daerah tangkapan airnya mengalami kerusakan. Di hulu DAS terjadi perubahan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tanaman keras menjadi perkebunan tanaman hortikultura seperti wortel, kentang dan akar wangi.

“Akibatnya air hujan tidak bisa terserap optimal ke dalam tanah dan mengakibatkan semakin banyak aliran air permukaan yang masuk ke Sungai dengan membawa sedimen. Sementara di hilir sungai juga terjadi penyempitan sungai akibat permukiman,” kata Happy.

Sebagaimana diketahui, pada 20 September 2016 lalu, Garut mengalami banjir bandang yang mengakibatkan sekitar 35 orang meninggal dunia, 633 rumah terendam, 54 rumah hanyut, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Banjir juga merusak tanggul banjir di Kaum Lebak sepanjang 50 meter dan Sukajaya sepanjang 250 meter. Untuk mengenang dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga DAS Cimanuk dibangun Tugu Peringatan Banjir Bandang Sungai Cimanuk.

BACA JUGA :   Analis : Kabinet Indonesia Maju Jokowi Disambut Positif Investor

Lilis Neti, Camat Terogong Kidul, Kabupaten Garut mengatakan pasca banjir bandang masyarakat sekitar Sungai Cimanuk was-was terjadi lagi banjir. “Alhamdulillah setelah pembangunan tanggul selesai, tidak terjadi banjir lagi. Warga yang rumahnya rusak akibat banjir juga sudah dipindahkan ke Rusun. Saya harapkan kawasan bantaran sungai yang akan dibebaskan nantinya menjadi kawasan hijau,” kata Lilis.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Garut membangun 2 tower Rusun di Kecamatan Margawati bagi korban banjir. Rusun yang menghabiskan biaya sebesar Rp 44,5 miliar dengan jumlah 140 unit dan telah dilengkapi meubelair, air bersih dan listrik. Saat ini Rusun tersebut sudah dihuni warga.

Check Also

Kota Jakarta

Dihadiri 1000 Broker, AREBI Real Estate Summit 2019 Tatap era Digital

BROKER PROPERTI – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) kembali menggelar serangkaian acara besar pada akhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link