Sunday , 18 August 2019
Home / Breaking News / Danau Toba Dipersiapkan Menjadi Destinasi Wisata Skala Internasional

Danau Toba Dipersiapkan Menjadi Destinasi Wisata Skala Internasional

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 2,4 Triliun pada Tahun 2020 untuk pengembangan Danau Toba

WISATA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara menjadi destinasi wisata skala internasional. Infrastruktur yang dibangun antara lain pembangunan jalan ligkar samosir, jembatan Tano Ponggol, revitalisasi Danau Toba, embung, instalasi pengolahan air, sanitasi, dan penataan kawasan tepi Danau Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada tahun 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp 2,4 triliun atau lebih besar dari tahun 2019 sebesar Rp 821,3 miliar.

BACA JUGA :   Pasca Banjir di Sulawesi Tenggara, Dilakukan Upaya Tanggap Darurat

“Kementerian PUPR sudah membuat program pengembangan KSPN Danau Toba. Program tersebut merupakan program terpadu dari seluruh sektor yang sudah kita survei. Ini belum termasuk kawasan Kaldera, untuk menarik investor di Kaldera kita akan programkan pembangunan jalan Dengan kunjungan hari ini dan dilanjutkan oleh rencana tinjauan Presiden, akan memperhalus program untuk mengubah wajah kawasan Danau Toba menjadi lebih tertata,” kata Menteri Basuki saat meninjau penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Parapat, (28/7) lalu.

Penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun dilakukan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2017-2018 dengan biaya Rp 5,8 miliar. Kawasan yang berada diatas bukit tersebut menjadi tujuan wisata karena dari lokasi ini wisatawan mendapatkan pemandangan Danau Toba yang indah.

BACA JUGA :   Nelayan Bengkulu Butuh Rumah Layak Huni

Agar lebih tertata dan nyaman dikunjungi, Kementerian PUPR membangun sejumlah fasilitas berupa ruang sanggar tari, amphitheatre, gardu pandang, area bermain, toko souvenir, dan parkir kendaraan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, Kementerian PUPR juga akan melakukan penataan pedestrian Pesanggrahan Bung Karno yang pernah menjadi rumah pengasingan Presiden pertama Indonesia tersebut. Penataan pedestrian juga akan dilakukan di area Pasar Sisi Danau Toba di Parapat. Untuk menambah ruang terbuka pada wilayah tersebut, Kementerian PUPR tahun ini telah menganggarkan Rp 50 miliar untuk penataan ruang terbuka publik Parapat.

Dalam melakukan penataan KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melibatkan Arsitek Nusantara Yori Antar yang juga terlibat dalam pembenahan kawasan pariwisata Labuan Bajo, NTT. “Pengembangan kawasan wisata tidak cukup dengan konsultan teknik, namun juga perlu melibatkan arsitek agar infrastruktur yang dibangun tidak kaku, sehingga perlu diperhalus melalui arsitektur,” ujarnya.

Check Also

Incar Dana Rp 355,5 miliar, Bhakti Agung Tawarkan Harga IPO Rp 150-200 per Saham

PASAR MODAL – Perusahaan properti PT Bhakti Agung Propertindo berencana mencari pendanaan dari pasar modal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link