Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Di FIABCI Global Summit, Maryono Bilang BTN Dukung Penuh PSR

Di FIABCI Global Summit, Maryono Bilang BTN Dukung Penuh PSR

Direktur Utama BTN, Maryono saat menyampaikan materi di FIABCI Global Business Summit 2018

INFO PERBANKAN – Agenda FIABCI Global Business Summit 2018 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada tanggal 6-8 Desember 2018, salah satunya mengusung tema hunian terjangkau. Dari pertemuan tersebut, diharapkan bisa menjadi pendorong terus bertumbuhnya sektor perumahan segmen menengah ke bawah tersebut.

Terkait hal tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk me nyatakan kesiapannya mendukung dan menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan di Indonesia. Bank BTN juga siap mengambil peran dalam penyediaan rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam Program Sejuta Rumah (PSR).

BACA JUGA :   Woodland Residence, Hunian TOD Siap Huni

Demikian pernyataan Direktur Utama BTN, Maryono saat menjadi salah satu pembicara seminar di agenda yang diikuti oleh peserta dari sejumlah negara di Asia Pasifik. Dikatakan Maryono, sejak tahun 1976 perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan, dimana telah terbangun sekitar 4,2 juta rumah yang mendapat dukungan pembiayaan dari Bank BTN.

“Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita mencapai 94 persen. Tahun ini Bank BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750 ribu rumah. Kami optimis tercapai, sehingga pada tahun depan akan ditingkatkan menjadi 850 ribu,” tegas Maryono.

BACA JUGA :   Jayaboard Luncurkan Aplikasi Baru Berbasis Android

Lebih lanjut dikatakannya, kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Dan untuk itu peran para pengembang terus dibutuhkan,” terangnya. Pemerintah juga memiliki Program Satu Juta Rumah guna memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang terus bertumbuh.

“BTN sebagai salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan membantu dari sisi pembiayaan, para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Dan pemerintah pusat membantu dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Maryono.

BACA JUGA :   Dukung Sejuta Rumah, BTN Bina SDM Properti

Penyediaan perumahan, sambung Maryono, tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. Tapi itu juga butuh peran pemerintah  pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perijinan yang ramah. Sedangkan BTN, akan terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam program satu juta rumah mulai tahun 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

BACA JUGA :   Triniti Tunjuk Total Bangun Persada Sebagai Kontraktor Utama The Smith

Pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun terus meningkat, jika pada tahun 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp52,452 triliun, maka tahun 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan signifikan menjadi 595.566 unit senilai Rp63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Senior Housing Specialis World Bank, Dao Harison mengungkapkan dalam era digital inovasi teknologi yang membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation) dalam membantu pemerintah Indonesia untuk pengembangan rumah terjangkau.

BACA JUGA :   Atasi Backlog, Asmat Amin : Pemerintah Harus Bangun 3 juta Unit Pertahun

“Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan, tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar dan Indonesia berada di cincin api, maka diperlukan keamanan. Dengan pengembangan tekonologi juga bisa membuat rumah Hijau. Bank dunia juga sudah memiliki teknologi dalam pembangunan gedung agar bisa tahu seberapa besar hijaunya. Terknologi bisa membantu, bagaimana untuk bekerja, ini bukan sekedar profesi tapi juga perubahan,” ujar Dao.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*