Friday , 6 December 2019
Home / Breaking News / Di Rakerda REI DKI, Pengembang Beri Edukasi Kalangan Milenial

Di Rakerda REI DKI, Pengembang Beri Edukasi Kalangan Milenial

Milenial bicara properti
Diskusi bertajuk Milenial Bicara Properti yang digelar REI DKI Jakarta pada Rakerda 2019

BERITA PROPERTI – Kalangan milenial masih menjadi topik hangat di hampir semua industri, tak terkecuali sektor properti. Bahkan, di industri properti dan bisa jadi sama dengan industri lainnya, kalangan milenial dianggap sebagai pasar paling potensil yang harus digarap. Diperlukan edukasi secara kontinyu agar kalangan milenial tertarik memiliki properti.

“Salah satu langkah yang harus dilakukan oleh pengembang, khususnya yang ada di REI DKI Jakarta adalah melakukan terobosan agar sektor properti kembali bergairah. Dengan menggarap secara serius kalangan milenial, itu berarti kita ikut mendorong tumbuhnya sektor properti karena kalangan milenial memiliki potensi yang besar,” ujar Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman, pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019, di Hotel InterContinental, Jakarta Pondok Indah, Rabu (20/11).

BACA JUGA :   Tower Paris Metropolitan Park Diserah Terimakan

Salah satu fokus Rakerda tersebut, kata Amran, adalah membahas masalah kalangan milenial untuk memiliki hunian. Disamping serangkaian acara rapat kerja, Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI DKI Jakarta menggelar diskusi bertajuk Milenial Bicara Properti, dengan menghadirkan pembicara Yuswohady (Inventure Indonesia), Dimas Harry (CEO Decoruma), Nikita Willy (artis), Teorangga (adhouse Clarion), dan Margareta Astaman (blogger).

Amran mengatakan, kalangan milenial harus terus diberikan gambaran bahwa properti bukan hanya untuk dihuni saja, namun juga merupakan instrumen investasi yang menguntungkan. Dia mencontohkan, rata-rata kalangan milenial sudah berpenghasilan tetap. Jika sudah berpasangan, penghasilan bisa digabung sehingga buying powernya meningkat.

“Kalau dia mencicil (KPR) harga Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per bulan pasti mampu, kalau dia paksakan untuk investasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada generasi milenial tentang perlunya membeli properti. Sedangkan pelaku properti juga dituntut harus lebih kreatif mengembangkan usahanya untuk meraih pasar milenial,” tegas Amran.

BACA JUGA :   Modernland Kembangkan Kota Baru Cilejit-Resort Living Seluas 40 Ha

Untuk mendorong generasi milenial paham bahwa properti juga sebagai investasi, kata Amran, tidak harus dari pemerintah, tapi semua pihak bisa menyiasatinya termasuk perbankan. Sehingga untuk menggarap kalangan milenial yang serba simpel tersebut, developernya harus kreatif dan perbankan juga harus ikut kreatif.

“Jadi harus dikeroyokin ramai-ramai, developernya, perbankannya, sama milenialsnya harus berubah pola pikirnya. Jangan hanya jalan-jalan ke Jepang, jalan-jalan ke Eropa cuma karena bisa diposting, tapi mulai paksain nyicil properti, kalau ada lebihnya, baru jalan-jalan. Jangan dibalik pola pikirnya,” kata Amran.

Sementara itu, Yuswohady yang menjadi pembicara mengakui, milenial memang sangat konsumtif dan cenderung tidak memikirkan investasi, termasuk properti. Namun dia yakin tiga sampai lima tahun mendatang, milenial akan menjadi pembeli potensial properti seiring makin dewasanya pola pikir para milenial dan besarnya penghasilan mereka.“Memang diperlukan edukasi agar milenial tertarik berinvestasi properti,”  kata Yuswohady.

Check Also

SMF

SMF Siap Kucurkan FLPP Rp3,7 Triliun di 2020, 25% Dari Total Penyaluran

KEUANGAN – PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) siap kucurkan pembiayaan Rp3,7 triliun pada 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link