Sunday , 18 August 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Dikunjungi Donald Trump Jr, Saham Properti Perusahaan Hary Tanoe Sempat Naik

Dikunjungi Donald Trump Jr, Saham Properti Perusahaan Hary Tanoe Sempat Naik

Bos Grup MNC Hary Tanoesodibjo (kiri) dan Donald Trump Jr (kanan)

PASAR MODAL – Saham emiten properti di bawah naungan MNC Group, PT MNC Land Tbk (KPIG), bergerak naik hingga 1,52% ke level Rp134 per saham pada pertengahan perdagangan sesi I, Senin (12/8). Level tersebut sekaligus menjadi rekor harga yang pernah dicapai KPIG.

Hingga pukul 10.45 WIB, volume perdagangan saham KPIG mencapai 5,40 ribu saham dengan frekuensi tujuh kali transaksi. Adapun nilai transaksi yang dihimpun mencapai Rp722,90 ribu. Kendati tak terlalu naik signifikan, aktivitas perdagangan saham KPIG didominasi aksi beli bersih investor yang membukukan nilai sebesar Rp160,10 ribu.

BACA JUGA :   Rapor Sejumlah Emiten Merah, Picu Penurunan Kinerja IHSG Sepanjang Mei

Melansir dari riwayat perdagangan bursa, jual-beli saham KPIG sepanjang tiga bulan terakhir lebih banyak tercatat stagnan atau tak diperdagangkan. Alhasil, dalam tiga bulan, kenaikan saham KPIG hanya tercatat sebesar 0,75% dengan nilai jual bersih investor yang mencapai Rp141,79 miliar.

KPIG merupakan perusahaan properti milik HT yang mengelola dua proyek strategis bersama perusahaan milik Donald Trump, yaitu MNC Lido City dan MNC Bali Resort. Sayangnya, hingga Selasa siang (13/8), saham KPIG ditutup stagnan pada level Rp134 per saham.

Sebelumnya sahamm KPIG bergerak dalam jangkauan dari Rp133 per saham hingga Rp135 per saham. Saham KPIG diperdagangkan sebanyak 200,40 ribu saham dengan frekuensi 39 kali transaksi. Nilai transaksi dan nilai asing beli bersih atas saham KPIG masing-masing mencapai Rp26,82 juta dan Rp1,42 juta.

BACA JUGA :   Saham IPO Kerap Sundul ARA, BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection

Putra sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yakni Donald Trump Jr, mengunjungi Bos Grup MNC Hary Tanoesodibjo (Hary Tanoe) di MNC Center, pada Selasa (13/8). Kedatangan tersebut diketahui untuk melanjutkan urusan bisnis dengan anak usaha perusahaan.

Besar kemungkinan urusan yang dimaksud adalah kerja sama antara Grup Trump dengan PT MNC Land Tbk (KPIG) terkait dengan manajemen pengelolaan resor, klub golf, dan penginapan. Pada Agustus 2015 silam di New York, KPIG menandatangani perjanjian kerjasama manajemen dengan Trump Hotel Collection.

Kesepakatan itu dilakukan untuk mengoperasikan kompenen luxury hing-end di Lido (Jawa Barat) dan Bali. Kerja sama pembangunan di Lido mencakup manajemen resor super mewah dengan 120 kamar, lapangan golf dan hunian eksklusif yang memiliki 258 unit vila serta 180 unit kondominium.

BACA JUGA :   Termasuk Mobil Listrik, 20 Mobil Bakal Debut World Premiere di GIIAS 2019

Sedangkan jalinan kerja sama di Bali termasuk perancangan ulang dan manajemen pengelolaan kawasan hunian eksklusif dan lapangan golf di pesisir pantai barat daya bali seluas 110 hektar. Namun ada hal unik yang perlu dicermati pelaku pasar terkait kinerja keuangan KPIG, anak usaha Grup MNC yang bermitra dengan Trump Organization.

KPIG menjadi anak usaha Grup MNC yang membukukan pertumbuhan laba paling tinggi pada semester I-2019. Laba bersih perusahaan berhasil melesat 55 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir Juni tahun ini, KPIG mampu mengantongi laba Rp 313,72 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 5,7 miliar di semester I-2018.

Tapi, jika ditelusuri lebih dalam, meroketnya keuntungan perusahaan itu karena one off gain atas laba revaluasi properti investasi yang mencapai Rp 326,87 miliar. Bila perolehan laba itu dikeluarkan, KPIG batal membukukan keuntungan dan berujung pada rapor merah dan mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 4,86 miliar.

BACA JUGA :   Permudah Pemda Dalam Perijinan IMB dan SLF, PUPR Kembangkan SIMBG

Sejatinya, kinerja perusahaan cukup tertekan pada semester I tahun ini, karena beban pokok penjualan tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan total pemasukan KPIG. Pada semester I-2019, pendapatan KPIG tumbuh 19,59% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke level Rp 528,45 miliar.

Sedangkan beban pokok penjualan meningkat 29,02% YoY menjadi Rp 330,87 miliar. Selain itu, beban keuangan pada periode yang sama juga naik 16,13% menjadi Rp 64,22 miliar. (Artha Tidar)

Check Also

Incar Dana Rp 355,5 miliar, Bhakti Agung Tawarkan Harga IPO Rp 150-200 per Saham

PASAR MODAL – Perusahaan properti PT Bhakti Agung Propertindo berencana mencari pendanaan dari pasar modal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link