Sunday , 22 September 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Dinilai Potensial, Korporasi Asal Malaysia Incar Saham Bandara Kertajati

Dinilai Potensial, Korporasi Asal Malaysia Incar Saham Bandara Kertajati

Perusahaan asal Malaysia Muhibbah Engineering (M) Bhd melirik BIJB Kertajati.

PASAR MODAL – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, kini sudah mulai dilirik investor asing. Perusahaan konstruksi asal Negeri Jiran, Muhibbah Engineering (M) Bhd tertarik membeli saham bandara yang berlokasi di Majalengka itu.

Ketertarikan itu disampaikan Managing Director Muhibbah, Mac Ngan Boon saat bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Kamis (1/8) lalu. Perusahaan itu tertarik menguasai 11,6 persen saham BIJB Kertajati.

BACA JUGA :   BTN Gelar Akad Kredit Masal DI IPEX - 18

“Perusahaan asal Malaysia ingin menindaklanjuti paparan ekonomi yang sebelumnya telah disampaikan Pak Gubernur untuk berinvestasi di Bandara Kertajati yang saat ini dikelola BUMD PT BIJB,” kata Kabiro Sarana Ekonomi, Investasi, dan BUMD Jabar, Noneng Komara Nengsih, Selasa (6/8).

Saat ini, Pemprov Jabar lewat PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 97 persen. Sementara 3 persen sisanya dipegang oleh BUMD lainnya yakni PT Jasa Sarana dan Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS) Jabar.

Direktur BIJB, Muhamad Singgih menambahkan, Pemprov Jabar telah sepakat dengan rencana pemenuhan modal BIJB sebesar 36,6 persen. Porsi saham ini akan diakusisi oleh dua investor masing-masing PT Angkasa Pura II (Persero) 25 persen dan Muhibbah 11,6 persen.

BACA JUGA :   Far East Luncurkan  Oasia Suites Di Kuala Lumpur

“Saat ini, BIJB sedang dalam proses penjualan saham 11,6 persen kepada Muhibbah sedangkan 25 persen kepada AP II. Untuk Muhibbah, prosesnya valuasi angka penawaran saham BIJB untuk bisa segera difinalkan,” ucap dia. Belum ada angka pasti soal nilai 11,6 persen saham BIJB. Namun, Singgih memprediksi ada di kisaran Rp291 miliar.

Sementara itu, beberapa pertanyaan fundamental terkait Bandara Kertajati diajukan oleh calon investor sudah diklarifikasi langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di antaranya percepatan Tol Cisumdawu sebagai konektivitas utama yang tetap memegang komitmen pemerintah pusat agar selesai tahun 2020.

Kedua adalah menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara terbesar di Jawa Barat. “Pemerintah Provinsi sudah melakukan klarifikasi dan (Muhibbah) menanyakan hal-hal yang masih mengganjal untuk kemudian segera difinalkan untuk melakukan penawaran saham BIJB,” jelas Singgih.

BACA JUGA :   REI dan KADIN Apresiasi Sejumlah Kebijakan

Muhibbah, kata dia, menjadi investor yang sangat serius untuk menanam sahamnya di BIJB Kertajati. Ketertarikan Muhibbah ini juga sebagai upaya ekspansi strategi jangka panjang mengingat pembangunan Jawa Barat ke depannya terkonsentrasi di timur Jawa Barat.

“Mereka ini melihat adanya potensi bisnis besar dan mereka melihat bukan hanya bandaranya saja tapi posisi yang sangat seksi untuk perdagangan dan perindustrian di sekitar Bandara Kertajati,” kata dia.

Sebelumnya pemilik maskapai Cathay Pacific, Swire Group juga menyatakan tertarik membuka terminal kargo di Bandara Kertajati. Selain itu, Swire Group dan Manchester Airports Group, perusahaan pengelola dan investasi bandara berminat mengembangkan Bandara Kertajati, Nusawiru Pangandaran, dan Cikembar, Sukabumi. (Artha Tidar)

Check Also

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link