Wednesday , 20 November 2019
Home / Breaking News / Ditargetkan, 512.000 Tenaga Kerja Konstruksi  Sudah Tersertifikasi Di 2019

Ditargetkan, 512.000 Tenaga Kerja Konstruksi  Sudah Tersertifikasi Di 2019

Pekerja konstruksi sedang memperoleh sertifikasi

INFRASTRUKTUR – Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang konstruksi yang unggul dan berdaya saing, pemerintah  yang dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, telah melakukan terosbosan dengan menjalankan sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan secara bertahap program sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi terus dilakukan untuk memenuhi target yang dicanangkan sebanyak 512.000 tenaga kerja bersertifikat pada tahun 2019.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi Indonesia terus berupaya memenuhi target peningkatan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat hingga 10 kali lipat, sebagaimana yang ditargetkan oleh pemerintah Joko Widodo. “Hal tersebut juga sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 2 Tahun 2017,” kata Syraif dalam keterangan resmi.

BACA JUGA :   Nelayan Bengkulu Butuh Rumah Layak Huni

Menurutnya Syarif, selama periode bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan sertifikasi terhadap 140.000 tenaga kerja konstruksi baik tenaga ahli dan tenaga terampil.

Sebelumnya, Presiden  mengatakan, kualitas SDM konstruksi harus terus ditingkatkan melalui pelatihan, bahkan jika diperlukan ada yang di kirim ke luar negeri. Dengan demikian SDM tersebut akan menjadi handal, unggul, berani berkompetisi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program Sertifikasi akan dilakukan lebih besar.

BACA JUGA :   Pasar Properti Australia Tahun 2019 Diyakini Makin Cerah dan Potensial

Presiden menyampaikan bahwa dunia konstruksi terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Oleh karenanya kecepatan perubahan teknologi harus bisa dikenali, dipelajari dan dimengerti oleh SDM konstruksi Indonesia.  “Saya sangat menyambut baik program sertifikasi SDM konstruksi Indonesia. Ini penting karena memberikan keunggulan, jaminan profesionalisme, mutu, dan akuntabilitas disetiap pekerjaan yang kita miliki,” ujar Presiden Jokowi.

Pada tahun 2019, Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) menargetkan sebanyak 512.000 orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat atau 10 kali lipat dari rata-rata capaian tahunan program sertifikasi dari 2015-2018.

Check Also

Kota Jakarta

Dihadiri 1000 Broker, AREBI Real Estate Summit 2019 Tatap era Digital

BROKER PROPERTI – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) kembali menggelar serangkaian acara besar pada akhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link