Sunday , 25 August 2019
Home / Bahan Bangunan / Dukung Green Building, MHE-Demag Hadirkan Perangkat Efisien dan Pintar  

Dukung Green Building, MHE-Demag Hadirkan Perangkat Efisien dan Pintar  

MHE-Demag concern kepada pembangunan gedung dengan perangkat yang mendukung green building

BERITA PROPERTI – Krisis energi yang menjadi momok menakutkan, harus disikapi dengan serius oleh semua pelaku industri, khususnya sektor properti. Oleh karena itu, segala bentuk penggunaan produk dan rancangan bangunan harus mematuhi aturan baku mengenai hemat energi. Hal ini guna menerapkan efisiensi dan terus menjaga kelestarian bagi anak cucu sebagai penerus. Dan yang pasti, energi yang habis terpakai, tidak akan bisa tergantikan dan tentunya akan merugikan.

Ahli bangunan hijau dan pendiri Green Building Council Indonesia (GBCI) Rana Yusuf Nasir mengatakan, konsep green building sudah sangat dibutuhkan saat ini. Setiap bangunan harus dirancang sedemikian rupa agar ramah terhadap lingkungan. Bangunan harus direncanakan dengan menggunakan perangkat penunjang pemeliharaan gedung yang pintar sehingga gedung dapat mencapai parameter efisiensi energi yang disyaratkan.

BACA JUGA :   Sertifikasi EDGE pelengkap GREENSHIP di Indonesia

“Kita bisa melihat bahwa penggunaan listrik sudah sangat tinggi di daerah-daerah tertentu seperti kota-kota besar. Sementara, di satu sisi masih banyak masyarakat yang belum menikmati energi listrik karena belum memiliki akses. Dalam catatan kami, tak kurang dari 8 % penduduk Indonesia belum memperoleh aliran listrik,” ujar Rana Yusuf Nasir yang ditemui usai menjadi pembicara dalam Forum bertajuk Designing Innovative and Smart Technologies in Supporting and Operating Green Building, di Indobuildtech 2019, ICE BSD City, Rabu (20/3).

Rana mengakui, ada peningkatan dalam memahami dan mengaplikasikan green building di Indonesia hingga saat ini, meskipun masih belum terlalu signifikan. Ia melihat adanya peningkatan peserta yang mengikuti training green building, terus bertambahnya gedung-gedung yang mendaftar untuk mendapatkan sertfikasi green building. Disamping itu, pemerintah juga memberikan dukungan dengan mengeluarkan aturan mengenai green building.

“Jika dibanding dengan negara-negara lain seperti Singapura, Australia dan lainnya, Indonesia masih tertinggal jauh dalam penerapan green building. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada pelaku properti, agar membangun gedung yang sangat memperhatikan penggunaan energi karena masih banyak yang membutuhkan. Green building harus dimulai dari sejak dibangun hingga beroperasi gedung tersebut,” ujar Rana.

BACA JUGA :   Intiland Topping Off South Quarter

Senada dengan Rana, Regional Director Building Maintenance Unit MHEDemag, Dr. Tan Boon Kiat mengemukakan, saat ini pembangunan gedung berkonsep bangunan hijau di ibu kota dan kota besar lainnya semakin meningkat. Oleh karena itu, MHE-Demag kata dia, mengambil bagian untuk menyalurkan informasi kepada para pemangku kepentingan seperti arsitek, konsultan mekanikal dan elektrikal dan lainnya mengenai pentingnya memilih perangkat pemelihara bangunan atau building maintenance unit yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar internasional.

“Salah satu konsep hijau dalam konsep green building juga memerlukan para perancang bangunan untuk dapat merencanakan penggunaan energi yang seefisiensi mungkin dengan jumlah emisi yang rendah,” ujar Dr. Tan Boon Kiat. MHE-Demag merupakan perusahaan manufaktur dan distributor material handling.

Salah satu perangkat yang diperkenalkan dalam mendukung gerakan green building adalah gondola. Melalui pemaparannya, Dr. Tan Boon Kiat juga menyajikan beberapa referensi pengerjaan di Asia Tenggara untuk perangkat gondola serta sistem parkir otomatis yang disediakan oleh MHE-Demag, di mana pengunjung Pameran Indobuildtech dapat melihat secara langsung cara kerja dan fungsi sistem parkir mobil otomatis tersebut di product showcase Hall 3A, ICE BSD.

BACA JUGA :   Wiraland Luncurkan Pusat Kuliner Di Cinere

Product Manager Building Maintenance System MHE-Demag Johnny Ohisto menambahkan, begitu pentingnya bagi para perancang bangunan untuk dapat merekomendasikan perangkat yang berkualitas tinggi dan berstandar internasional seperti EN 1808. Sehingga tidak hanya dapat memberikan tingkat keamanan yang tinggi pada saat operasional, namun juga memberikan kalkulasi desain yang sesuai, stabilitas perangkat yang tinggi, konstruksi hingga pada saat dilakukannya test.

Gondola berstandar internasional dan sistem parkir otomatis yang ditawarkan oleh MHE-Demag di beberapa titik di Jakarta dan Tangerang, telah terbukti dapat membantu pengguna untuk memaksimalkan penggunaan lahan. “Sistem parkir mobil otomatis yang kami tampilkan merupakan jawaban terhadap keperluan lahan yang semakin hari semakin meningkat dibarengi dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas,” tegas Bobby Cangkrama, General Manager Sales MHE-Demag.

Bobby menambahkan bahwa salah satu tipe sistem parkir otomatis, yakni dengan konsep Automated Guided Vehicle mengusung konsep eco and user friendly, di mana sistem ini memungkinkan kontribusi terhadap pengurangan emisi, karena mesin mobil dalam keadaan tidak aktif pada saat proses pengambilan mobil berlangsung. Selain itu, sistem yang mudah digunakan atau user-friendly menawarkan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengguna sistem parkir otomatis.

BACA JUGA :   SML Luncurkan Sevilla Park Seharga Mulai Rp 1,1 M

Sebagai informasi, MHE-Demag beroperasi di beberapa Negara antara lain Myanmar, Australia, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Taiwan, Timor-Leste, Thailand dan Vietnam. MHE-Demag memproduksi dan menyediakan layanan purna jual untuk overhead crane, hoist, gantry cranes, monorail hoists, slewing jibs, perlengkapan gudang seperti forklift trucks, reachtrucks, power pallet trucks, stackers dan dock levelers, aerial work platform, building maintenance unit untuk keamanan kerja di lokasi yang tinggi, dan juga sistem parkir mobil otomatis. MHE-Demag telah sukses dalam mensuplai 26,000 industrial cranes, 20,000 dock levelers, 2,000 building maintenance unit, dan 180 sistem parkir mobil otomatis dengan lebih dari 6,000 lokasi di region.

MHE-Demag telah terakreditasi dengan sertifikasi internasional seperti ISO 9001, EHS 14001, dan OHSAS 18001. Dengan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 1,600 staff di seluruh regional termasuk 700 service engineers dan teknisi, back-office yang sigap, serta infrastruktur teknologi yang berkelas termasuk 300 unit mobil servis, MHE-Demag merupakan perusahaan material handling dan servis yang terdepan di regional.

Check Also

Asyik…. Petugas Lapas Nusakambangan Dapat Bantuan Rusun dan Rusus

RUMAH SUSUN – Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan membangun hunian berupa rumah susun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link