Saturday , 19 August 2017
Home » Indeks Berita » Dukung Pemerintah, BTN Luncurkan Housing Index      

Dukung Pemerintah, BTN Luncurkan Housing Index      

Mansyur S. Nasution, Direktur Bank BTN (tengah).

Mansyur S. Nasution, Direktur Bank BTN (tengah).

PERBANKAN-Bank BTN memprakarsai terbentuknya Housing Index, yang dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan teknis dalam pengambilan kebijakan atau keputusan bisnis menyangkut perumahan. Dibentuknya BTN Housing Index (BTNHI) diharapkan dapat membantu pemerintah atau pengembang bahkan masyarakat terkait dengan bisnis pembiayaan perumahan.

“Kami sangat mendukung program ini dan sebagai pemain terbesar dalam bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia, BTN memprakarsai terbentuknya Housing Index, yang dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan teknis dalam pengambilan kebijakan atau keputusan bisnis menyangkut perumahan,” ujar Mansyur S. Nasution, Direktur Bank BTN menjelaskan usai meresmikan Office of  BTN Housing Finance Center, di wilayah Menteng Jakarta Pusat, Senin 20 April 2015.

Dikatakan Mansyur, index tentang bisnis pembiayaan perumahan secara nasional tersaji dalam BTNHI. Data yang ada sangat terukur karena potret yang dipakai adalah kredit-kredit yang disalurkan Bank BTN pada industry perumahan secara nasional. Data dalam BTNHI dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi bisnis pembangunan perumahan pada wilayah tertentu, sekaligus dapat melihat pertumbuhan harga-harga properti di daerah.

“Ini penting dalam pengambilan kebijakan terutama bagi stakeholder menyangkut program perumahan nasional. Kami optimis BTN Housing Index akan menjadi bagian strategis dalam pengembangan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia karena dikelola langsung dari sumbernya,” jelas Mansyur.

BTNHI  tidak sama dengan Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia. BTNHI dihitung berdasarkan transaksi riil nasabah Bank BTN. Sementara HPRBI berdasarkan harga listing pengembang yang dijadikan responden. Determinasi harga dalam BTNHI mencakup primer dan sekunder. HPRBI hanya mencakup harga sekunder. BTNHI diharapkan dapat melengkapi data yang sudah ada saat ini dengan layanan yang berbeda.

Mansyur mencontohkan, BTNHI untuk rumah tapak secara nasional tipe dibawah 36M2 tumbuh melambat pada triwulan IV tahun 2014 setelah pada periode-periode sebelumnya mengalami kenaikan. BTNHI untuk tipe ini tercata sebesar 118,9 atau tumbuh 3,84% (qoq). Sementara untuk harga rata-rata untuk tipe rumah pada jenis ini naik 3,99% atau tumbuh lebih rendah dibandingkan Triwulan II dan III tahun 2014 yang masing-masing naik 8,55% dan 8,79%. Harga rata-rata untuk tipe ini tercata sebesar Rp.221,3 Juta pada Triwulan IV tahun 2014.

BTN HFC saat ini sudah dapat dimanfaatkan sebagai  Learning Center edukasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai bentuk program pelatihan seperti seminar, workshop dan short course yang bersertifikasi serta online subscription sebagai portal ilmu pengetahuan. Fungsi sebagai research center  sudah dihasilkan dalam bentuk BTN Housing Index.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*