Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Apa Kabar / Ekspansi Bisnis Jepang, Dari Sake Sampai Properti

Ekspansi Bisnis Jepang, Dari Sake Sampai Properti

Cover Majalah Property&Bank Edisi 150

APA KABAR – Semoga suasana semangat hari kemenangan di hari raya Idul Fitri kali ini membawa inspirasi bagi kita semua. Edisi kali ini kami kembali hadir kehadapan ruang baca Anda. Kami menurunkan cover story terkait kian gencarnya ekspansi pengusaha asal negeri Sakura, Jepang memasuki peluang bisnis di Indonesia.

Mereka begitu gencar mengembangkan bisnis di Asia, mulai dari produsen makanan dan minuman, manufaktur, elektronik, termasuk properti. Sebelumnya negeri ini sudah merajai industri otomotif. Bukan hanya perusahaan besar saja, sejumlah pengusaha menengah dan mikro pun mengadu nasib di Asia, termasuk Indonesia.

Hal ini tak lepas dari strategi bisnis dan kondisi pasar di Jepang sendiri. Rendahnya jumlah penduduk produktif dan tingginya penduduk usia lanjut, membuat pengembangan pasar lokal di Jepang dialihkan ke pasar milenial Asia yang sedang tumbuh pesat.

Dalam industri properti, Senior Asociate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto membuka data, perusahaannya sedikitnya memiliki lima hingga 10 klien pengembang asal Jepang yang bersiap masuk pasar Indonesia. Menurutnya, sejumlah klien tercatat bukan perusahaan yang sudah eksisting tetapi lebih banyak yang baru.

Menurut Ferry karakteristik pengembang Jepang yakni mereka akan mengambil investasi pada proyek-proyek yang sudah teruji. Ferry menyebut pemain lama yang kembali agresif menggencarkan proyek yakni Sumitomo Forestry Co., Ltd. melalui anak usahanya bidang usaha poperti. Pada November lalu perusahaan ini meneken kontrak kerja sama dengan PT Summarecon Agung Tbk. melalui anak perusahaannya yaitu PT Summarecon Property Development untuk mengembangkan hunian bertaraf internasional di Summarecon Bekasi. Sumitomo juga tanda tangan kontrak kerja sama dengan PT Sentul City Tbk. untuk menggarap tiga menara apartemen CBD Sentul City dengan lahan seluas 500.000 m2, dengan nilai penjualan hingga Rp2 triliun.

Yang teranyar masuknya modal Jepang ke industri properti tanah air adalah, masuknya Daiwa House Industry dan JOIN (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development. Adalah Trivo Group yang menggandeng pengembang kawakan Jepang ini untuk mengembangkan Sakura Garden City, kawasan mixed-use seluas 10 hektar.

Kolaborasi strategis ini mengibarkan bendera PT. Sayana Integra Properti dan mengembangkan proyek yang berada di Jakarta Timur itu dan membangun 12 tower kondominium dengan 5.000 unit hunian.

Salah satu pengembang besar di Jepang ini, Daiwa House Industry berpengalaman lebih dari 60 tahun di bisnis properti dengan sejumlah pembangunan dan management real estate, pembangunan dan management kondominium, agency real estate, resort hotel dan golf course, bisnis dan city hotels, fasilitas-fasilitas komersial, fasilitas-fasilitas logistic, asset management dan masih banyak lagi yang tersebar di beberapa negara.

Sedangkan JOIN merupakan perusahaan pemerintah dan swasta pertama dan satu – satunya di Jepang, yang mengkhususkan diri pada investasi infrastruktur luar negeri. Dalam kerjasama ini, JOIN akan mendukung untuk pembangunan infrastruktur yang aman dan andal. Trivo Group merupakan perusahaan properti lokal berpengalaman selama 15 tahun di Indonesia. Beberapa proyek properti yang telah mereka kembangkan adalah Pusat Grosir Cililitan di Jakarta Timur, Sentra Grosir Cikarang dan TangCity superblock di Tangerang.

Bagaimana sepak terjang sejumlah pengembang asal negeri Sakura ini menjalin kerjasama dengan pengembang lokal di tanah air? Kita ikuti saja. Berikut salah satu laporan tuntasnya tentang pengembang asal Jepang. Selamat mengikuti.

Share artikel ini dengan teman

One comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*