Saturday , 25 May 2019
Home / Indeks Berita / Ekspor Jembatan Girder Baja, 90% Menggunakan Material Dalam Negeri

Ekspor Jembatan Girder Baja, 90% Menggunakan Material Dalam Negeri

Produksi jembatan girder baja untuk ekspor

INFRASTRUKTUR – Pemerintah mendorong lebih banyak ekspor industri jasa konstruksi Indonesia. Salah satunya adalah jembatan girder baja produksi dari PT. WIKA Industri dan Konstruksi (WIKON), anak usaha dari PT. Wijaya Karya (WIKA), bekerjasama dengan perusahaan Perancis yakni PT. Matiere Bridge Building Indonesia.

Upaya tersebut dibuktikan dengan adanya penandatanganan kontrak antara Deputy Director of Matiere Headquarter of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie dengan Dirut Wikon Koko Cahyo Kuncoro yang berlangsung di Pabrik Wikon, Balaraja, Tangerang, Rabu (24/4/2019) lalu, yang disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR mengatakan produksi jembatan girder baja 90% menggunakan material lokal, sisanya 10% masih impor terutama komponen yang hak patennya dimiliki oleh Matiere. Girder baja yang diproduksi PT. WIKON menggunakan teknologi milik Matiere dengan nama Unibridge di mana Matiere memiliki mesin yang mampu memproduksi girder dengan struktur sambungan menggunakan pin.

BACA JUGA :   Tol Paspro Diresmikan, Akses ke Kawasan Wisata Bromo - Tengger Jadi Lancar

Kelebihan Unibridge bisa dipasang lebih cepat dibandingkan dengan instalasi jembatan yang biasanya mengunakan sambungan las maupun baut konvensional. Berkat teknologi ini, Unibridge bisa mengatasi kendala kepadatan lalu lintas dalam pembangunan jembatan di perkotaan maupun keterbatasan alat berat di perdesaan.

Kehadiran teknologi unibridge ini, kata Menteri Basuki dibutuhkan juga untuk proyek-proyek dalam negeri karena pembangunan infrastruktur salah satunya konektivitas menjadi prioritas Pemerintah bersamaan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).  “Kehadiran teknologi Unibridge sejalan dengan kebijakan pembangunan infrastrutur yang lebih cepat, lebih efisien, lebih murah dan berkualitas. Teknologi ini telah digunakan untuk pembangunan Flyover Lamong di Jawa Timur,” jelasnya.

Kedepan menurut Menteri Basuki, selain memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur jembatan di dalam negeri yang semakin meningkat, dengan keunggulan kecepatan pemasangan dan kemudahan pengiriman karena bobot yang ringan, jembatan girder baja yang diproduksi PT. WIKON dan Matiere memiliki potensi besar untuk di ekspor ke berbagai negara di ASEAN dan negara lainnya.

BACA JUGA :   Jababeka Kembangkan Jababeka Green Market

Direktur Utama PT. WIKON Koko Cahyo Kuncoro mengatakan pada tahap awal pihaknya akan memproduksi sebanyak 400 box girder dengan nilai Rp 12 miliar yang akan digunakan pada pembangunan jembatan pada proyek jalan tol di Manila sepanjang 20 Km. Pengiriman  perdana rencananya akan dilaksanakan pada 12 Mei 2019 dan akan diselesaikan pada Juli 2019.  “Sebelumnya mereka produksi di Perancis dan Belgia kemudian diangkut ke Filipina, sekarang produksi di sini,” kata dia.

Turut hadir pada acara tersebut Duta Besar Prancis untuk Indonesia M Jean Charles Berthonnet, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, dan Direktur Operasi PT. WIKA Agung Budi Waskito, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Check Also

Maklumat The HUD Institute : Rumah Adalah Hak Dasar Semua Warga

BERITA PROPERTI – Tak ada orang yang tak berkehendak atas tempat, hunian dan mengambil spasial …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 159

Pesan Sekarang!
close-link