Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Gaya Hidup / Festival Kuliner ala Sensodyne

Festival Kuliner ala Sensodyne

Talkshow 1

SEKITARKITA-Bertempat di Living World, Alam Sutera, GlaxoSmithKline (GSK) melalui brand Sensodyne persembahkan festival kuliner SensodyneEnjoy Tanpa Ngilu. Sebagai pakar perawatan gigi sensitif, Sensodyne kembali menggelar sebuah event akbar yang bertujuan menginspirasi dan mendorong masyarakat untuk segera terbebas dari masalah ngilu akibat gigi sensitif.

Kegiatan bertema Sensodyne Enjoy Tanpa Ngilu! Zone ini adalah puncak penyelenggaraan program Enjoy Tanpa Ngilu! yang telah digelar sepanjang bulan Januari hingga Maret 2015.  Menghadirkan 40 food truck dan food stall ternama ibukota yang menyajikan ragam kuliner dari berbagai negara, event ini dibanjiri ribuan masyarakat Jakarta, Tangerang Selatan dan sekitarnya untuk menikmati berbagai kuliner nikmat tanpa rasa ngilu yang menyiksa gigi mereka.

Acara yang juga dihadiri oleh salah satu presenter Fenita Arie ini,   menjadi sangat relevan, karena bagi masyarakat Indonesia momen bersosialisasi sambil makan bersama adalah momen istimewa yang sangat dinantikan. Nyatanya, sebuah studi kualitatif yang dilakukan oleh University of Sheffield, Inggris bekerja sama dengan GlaxoSmithKline menunjukkan bahwa masalah sederhana seperti rasa ngilu akibat gigi sensitif ternyata dapat merusak kenyamanan dan keseruan bersosialisasi.

Jehezkiel Martua selaku GSK Oral Health Care Expert Marketing menjelaskan, “Dampak fungsional adalah dampak yang berakibat langsung pada kesehatan dan fungsi tubuh. Karena dihantui rasa ngilu, kita jadi membatasi diri untuk menikmati makanan dan minuman, akibatnya bisa saja kebutuhan nutrisi kita jadi kurang tercukupi. Sementara dampak emosional juga sangat jelas dan nyata kita rasakan, yaitu rasa terganggu. Misalnya rasa terganggu oleh rasa ngilu yang tiba-tiba datang, rasa kesal karena tidak bisa menikmati makanan dan minuman favorit, hingga ke rasa terganggu karena harus ‘menyusun strategi’ dalam mengatasi rasa ngilu, seperti mengubah cara makan dan minum.”

Ternyata hal ini nyata dialami oleh Fenita Arie. Fenita sangat suka makan dan bersosialisasi. Baginya, suasana yang seharusnya berjalan seru bisa seketika menjadi rusak karena tiba-tiba terserang rasa ngilu akibat gigi sensitif. Tentunya hal ini sangat mengganggu keseharian Ibu dengan dua anak ini. “Karena bekerja di bidang entertainment, seringkali saya harus makan di tengah kesibukan event atau program acara. Saking padatnya jadwal, biasanya saya harus makan dengan cepat. Saat makanan datang, mau itu panas ataupun dingin, harus buru-buru dihabiskan. Karena gigi saya sensitif, ini menyiksa banget! Apalagi setelah itu saya harus tetap profesional dengan bersikap ramah dan menghibur. Akhirnya, nggak jarang saya harus memaksakan senyum padahal gigi masih terasa ngilu. Kebayang kan penderitaannya?” cerita Fenita.

Pengalaman Fenita tentu juga dialami oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Percaya bahwa setiap orang harus segera mengatasi masalah ngilu akibat gigi sensitif untuk momen bersosialisasi yang lebih berkualitas, program Enjoy Tanpa Ngilu! telah digelar secara digital dan juga on ground di berbagai tempat hangout di kota Jakarta, Surabaya dan Bandung melalui platform situs www.sensodyne.co.id. Selama kurang lebih dua bulan telah berhasil mengajak lebih dari 15.000 peserta untuk berbagi momen penting dalam hidup mereka dan menyuarakan tekad mereka untuk terbebas dari gigi sensitif agar bisa terus menikmati momen-momen “Enjoy Tanpa Ngilu!” mereka.
Sebagai puncak perayaan keberhasilan program tersebut, event Sensodyne Enjoy Tanpa Ngilu Zone hari ini dikemas dengan sangat menarik.  Pengunjung bisa menikmati fasilitas pemeriksaan gigi gratis dan booth interaktif yang menjelaskan lebih jauh tentang gigi sensitif di area Sensodyne zone.  Setelah ini mereka dapat segera memulai eksplorasi kuliner, mencicipi makanan dari seluruh dunia, serta menikmati momen seru dan unik dengan teman dan keluarga di Food Zone. Di area ini pengunjung bisa menikmati kelezatan 40 jenis kuliner yang dibagi menjadi zona Indonesia, zona Asia, Zona Amerika, Zona Eropa.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*