Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Fokus Pembiayaan Usaha Mikro, Kredit Bank DKI Tumbuh 20,4%

Fokus Pembiayaan Usaha Mikro, Kredit Bank DKI Tumbuh 20,4%

(poto Tempo)

INFO PERBANKAN – Strategi Bank DKI dengan fokus dalam pemberdayaan segmen usaha mikro melalui pemberian modal usaha, berdampal positif pada meningkatnya penyaluran kredit bank daerah kebanggaan milik warga DKI Jakarta itu. Per September 2018, Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp30,82 triliun.

Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo mengatakan, pencapaian dalam penyaluran kredit tersebut mengalami peningkatan sebesar 20,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada September 2017 lalu. Pada periode tersebut, Bank DKI berhasil membukukan kredit sebesar Rp25,59 triliun.

Hal tersebut disampaikan Sigit Prastowo dalam pemaparan kinerja keuangan triwulan III 2018, Rabu (31/10) kemarin. Menurut dia, sampai dengan September 2018, Bank DKI telah menyalurkan Rp620 miliar ke segmen mikro dan secara year on year, kredit ke segmen mikro tumbuh 49,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp416 miliar.

“Peningkatan ini didorong oleh sejumlah ekspansi jaringan kantor Bank DKI di pasar-pasar DKI Jakarta dan sekitarnya. Sampai dengan saat ini, total kantor Bank DKI yang ada di pasar sebanyak 79 kantor layanan dari total 279 Kantor Layanan yang dimiliki Bank DKI,” ungkap Sigit yang disampaikan dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, dari sisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan, mengalami perbaikan dari 4,74% per September 2017 menjadi 3,19% per September 2018. Membaiknya rasio NPL tersebut didorong dengan upaya perbaikan proses kredit untuk memastikan penyaluran kredit dilakukan secara prudent.

“Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan prinsip four eyes principles, sentralisasi proses analisa dan administrasi kredit, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang perkreditan,” Sigit menambahkan.

BACA JUGA :   Perluas Layanan, Bankaltim Jadi Bankaltimtara

Per September 2018, total Aset Bank DKI juga tercatat sebesar Rp48,81 triliun. Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan tersebut telah mendorong pencapaian laba per September 2018 sebesar Rp563,03 miliar atau meningkat 7,5% dibandingkan laba pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 524 miliar.

Adapun Dana Pihak Ketiga Bank DKI per September 2018 tercatat sebesar Rp37,29 triliun dengan didorong oleh pertumbuhan Tabungan sebesar 11,3% YoY dari Rp6,63 triliun per September 2017 menjadi Rp7,38 triliun per September 2018 dan pertumbuhan Giro sebesar 6,4% dari Rp10,44 triliun per September 2017 menjadi Rp11,10 triliun per September 2018.

Rasio keuangan Bank DKI posisi September 2018 tercatat antara lain Return On Asset (ROA) sebesar 2,11%, Return on Equity (ROE) sebesar 10,03% dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,50%. Per September 2018, LDR Bank DKI juga tercatat membaik dari 61,86% di periode tahun sebelumnya menjadi 82,66% per September 2018.

BACA JUGA :   Paramount Raih MURI Cluster Desain Terbanyak

Sementara itu, mulai awal Oktober 2018, Bank DKI menggelar “Program Promo Pasar” di 5 (lima) lokasi pasar yaitu Pasar Induk Kramatjati, Pasar Tanah Abang Blok A, B, dan F, Pasar Cipulir, serta Pasar Senen Blok 1 sd 6 melalui program kemudahan proses persetujuan kredit satu hari disertai promo gratis asuransi, gratis administrasi dan gratis biaya survey.

“Bank DKI bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta pada Program Kewirausahaan Terpadu. Bagi mereka yang baru merintis usahanya, Bank DKI menyediakan produk Monas Pemula yang merupakan fasilitas permodalan untuk modal usaha maupun investasi dengan plafon sampai dengan Rp10 juta dengan bunga yang kompetitif,” pungkas Sigit.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*