Saturday , 24 June 2017
Home » Breaking News » GDC Luncurkan Cluster New Anggrek 2

GDC Luncurkan Cluster New Anggrek 2

ok1BERITA PROPERTI – Seperti kawasan penyangga Ibu Kota lainnya, prospek investasi properti di Depok, Jawa Barat pergerakannya tak beda jauh dengan kota penyangga lainnya seperti Cibubur, Bekasi dan Serpong.

Khusus di Depok, kawasan di selatan Ibu Kota ini bisa menjadi pilihan menarik untuk berinvestasi properti. Salah satu kelebihannya adalah tersedianya beragam transportasi dan juga perkembangan infrastruktur yang kian signifikan.

Dalam beberapa tahun ini perkembangan properti khusunya hunian di Depok kian menjamur. Menurut General Manager Project Grand Depok City Tony Hartono, semakin terbatasnya lahan pengembangan di sekitar pusat kota Depok (ruas jalan Lenteng Agung dan Margonda) memang memaksa developer hunian tapak di segmen menengah dan menengah atas untuk memilih lokasi pengembangan ke arah selatan yang memiliki akses ke daerah Bogor seperti Sawangan, Kalimulya dan Citayam. Sedangkan di kawasan pusat kota Depok, yakni Margonda kini semakin marak dibangun hunian vertikal atau apartemen.

Berdiri di atas lahan seluas 350 hektar, PT Dinamika Alam Sejahtera (DAS) pengembang Grand Depok City (GDC), saat ini telah membangun 7 cluster di dalam proyeknya. Dan pada hari sabtu kemarin (18/3) GDC meluncurkan cluster baru “New Façade at New Anggrek 2” .

Produk ini menyasar segmen menengah, diyakini akan menarik minat masyarakat untuk memiliki unian di GDC. Kawasan GDC telah menjadi kota mandiri, selain banyak berdiri kantor pemerintahan beberapa fasilitas besar seperti water park, sarana pendidikan, area komersial hingga lifestyle sudah banyak tumbuh di kawasan ini. selain itu beberapa brand besar juga telah masuk ke kawasan ini, seperti hadirnya showroom Kasasaki dan juga Astra International.

New Anggrek 2 berdiri di atas lahan seluas 9 hektar yang merangkum 400 unit rumah dengan berbagai tipe mulai dari ukuran bangunan 37, 45, 55, dan 78 berkonsep 2 lantai, luas tanahnya semua tipe sama, 120 meter persegi.

Dalam memasarkan produk baru ini pihak DAS menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). Dimana pembelian hingga akhir Maret akan mendapatkan suku bunga fix  4.99 % pada tahun pertama  kemudian tahun ke 2 sampai tahun ke 4 suku bunganya fix 9.6 %.

Karina Triatmojo, marketing development manager GDC menambahkan, melihat permintaan pasar yang tinggi, pihaknya meluncurkan klaster Anggrek 2. “Peluncuran new facade at New Anggrek 2 ini melanjutkan konsep sebelumnya. Bedanya, jika semula façade yang diusung adalah modern minimalis, kini modern classic. Perubahan façade ini untuk memberikan pilihan kepada konsumen dan aka nada penyegaran, perubahan dalam waktu tertentu,” imbuh Karina.

Tony menambahkan, GDC menyasar segmen menengah dengan harga saat ini mulai dari Rp 800 jutaan per unit. “Saat pertamakali diperkenalkan kepada publik, GDC sempat dibanderol Rp 600 jutaan per unit. “Tren harganya terus meningkat karena pasarnya cukup prospektif. Harga akan terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur termasuk jalan utama kami yang akan dijadikan alun-alun kota Depok,” tutur Tony.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*