Monday , 16 December 2019
Home / Breaking News / Gelar IPEX Ketiga Di Tahun 2019, Bank BTN Ikut Dorong Gairahkan Properti

Gelar IPEX Ketiga Di Tahun 2019, Bank BTN Ikut Dorong Gairahkan Properti

IPEX 2019
Pembukaan secara resmi pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo 2019 yang digagas oleh Bank BTN

BERITA PROPERTI – Dalam rangka ikut menggairahkan sektor properti, Bank BTN kembali menggelar pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) 2019. Untuk tahun ini, Bank BTN sudah mengadakan pameran serupa sebanyak tiga kali, dimana pada tahun-tahun sebelumnya hanya digelar dua kali dalam setahun.

“Dengan dilaksanakannya IPEX ketiga pada tahun ini, merupakan bukti bahwa Bank BTN sangat fokus dalam menghidupkan dan mendukung penuh sektor perumahan di tanah air. Pameran ini juga sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, ajang di penghujung 2019 ini diharapkan dapat mengerek naik dominasi pangsa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN,” ujar Plt Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto saat pembukaan IPEX 2019, Sabtu, 16/11).

BACA JUGA :   SML Hadirkan Ruko La Monte Di Grand Wisata

IPEX ke 19 yang diselenggarakan oleh Bank BTN ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan hingga 24 November 2019 mendatang. Dari pameran perumahan tersebut, Bank BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. Potensi tersebut pun diyakini akan kian meningkatkan dominasi perseroan di pasar KPR.

Oni mengatakan, sebagai pemimpin di pasar KPR, perhelatan IPEX digelar sejalan dengan upaya bank sentral mendorong sektor properti melalui relaksasi aturan Loan to Value (LTV). Apalagi, ujar Oni, sektor properti memiliki dampak berlipat yang positif bagi industri lainnya. IPEX menjadi upaya Bank BTN ikut menggairahkan pasar properti di tengah momentum stabilitas ekonomi saat ini.

Tak kurang dari 106 pengembang ikut serta dalam pameran properti ini. Rinciannya, sebanyak 71 di antaranya merupakan pengembang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi dan 35 sisanya merupakan pengembang KPR Subsidi. Secara total, Bank BTN menghadirkan sekitar 650 proyek perumahan yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BACA JUGA :   Membludak, Pendaftar Sayembara Gagasan Desain IKN Mencapai 672 Peserta

Berbagai tipe hunian ditawarkan di pameran yang juga digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43 tersebut. Kisaran harga mulai Rp140 juta sampai lebih dari Rp1 miliar, mulai dari rumah tapak, hingga rumah vertikal yang mengikuti tren eco living. Selain lokasi yang menyebar, Bank BTN juga menyediakan hunian di lokasi strategis seperti di Kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Dalam pameran ini, Bank BTN memberikan berbagai penawaran menarik seperti suku bunga KPR sebesar 6,43% fixed satu tahun serta bebas biaya provisi, administrasi, dan appraisal. Bank BTN juga menghadirkan diskon asuransi jiwa sebesar 20% dan uang muka ringan mulai 1%. “Kami berharap berbagai promosi menarik ini dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah,” tutur Oni.

IPEX 2019
(ka-ki) Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo, Komisaris Bank BTN Lucky Fathul, Plt Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto, dan Direktur Konsumer Bank BTN Budi Satria saat meninjau booth peserta IPEX 2019

Oni berharap masyarakat Indonesia akan kian mudah memeroleh hunian melalui pameran ini. Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen Bank BTN dalam mendukung Program Satu Juta Rumah. “Backlog perumahan masih menjadi PR [pekerjaan rumah] bagi kami sebagai agen Kementerian PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat] di bidang pembiayaan perumahan. Ajang IPEX ini menjadi langkah kami menyediakan berbagai pilihan hunian bagi masyarakat,” kata Oni.

Sementara itu, hingga September 2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 18,45% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp163,61 triliun pada September 2018 menjadi Rp193,8 triliun. Kenaikan tersebut disumbang melesatnya penyaluran KPR Subsidi sebesar 25,54% yoy menjadi Rp111,64 triliun pada kuartal III/2019. KPR Non-subsidi Bank BTN pun melaju positif di level 10,01% yoy menjadi Rp82,16 triliun per September 2019.

BACA JUGA :   Perlancar Arus Mudik Lebaran 2019, Lima Ruas Tol Fungsional Dibuka

Adapun, kinerja positif KPR Bank BTN sukses menempatkan bank spesialis pembiayaan perumahan ini tetap menjadi nomor wahid di pasar KPR. Per Juni 2019, Bank BTN masih mendominasi pasar KPR dengan pangsa sebesar 40,31%. Di pasar KPR Subsidi, BTN menguasai pasar dengan pangsa sebesar 91,55% per September 2019. “Kami juga berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan stakeholder terkait karena telah mendukung Bank BTN hingga menjadi pemimpin pasar di bisnis KPR Subsidi,” tutur Oni.

IPEX Bantu Penyerapan Subsidi Perumahan
Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo yang membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan, dari posisi 82 pada tahun 2010 menjadi 52 pada tahun 2018.

“Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan sektor properti. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pembangunan nasional sebagai pilihan logis dan strategis,” jelas Wamen John Wempi Wetipo yang juga hadir meresmikan IPEX 2019.

BACA JUGA :   Program Infrastruktur Tingkatkan Konektivitas Antar Desa di Provinsi Bengkulu

Lebih lanjut  John Wempi menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk memberikan kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Sepanjang tahun 2015-Oktober 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan telah menyalurkan bantuan FLPP sebanyak 285.053 unit dan bantuan SSB sebanyak 656.468 unit,10 provinsi dengan realisasi KPR Bersubsidi terbesar meliputi Jawa Barat, Banten, Kalimantan Selatan, Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat,” urai John Wempi.

BACA JUGA :   Sebanyak 1.173 Prajurit Zeni TNI AD Ikuti Program Sertifikasi Bidang Konstruksi

Pemerintah untuk tahun 2020, sambung dia, telah mengalokasikan anggaran FLPP sebesar Rp. 11 Triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah, SSB sebesar Rp. 3,8 Miliar untuk akad SSB yang sudah berjalan, SBUM sebesar Rp. 600 Miliar untuk 150.000 unit rumah, TAPERA/SMF untuk 8.460 unit rumah dan BP2BT sebesar Rp. 13,4 Miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah.

“Maka melalui acara ini (IPEX 2019), diharapkan dapat mempercepat penyerapan subsidi perumahan sehingga anggaran dapat terserap secara optimal dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas John Wempi.

Check Also

saumata suites

Target Terjual Habis 2020, Saumata Suites Tawarkan Unit Tiga Kamar Tidur

BERITA PROPERTI – Sukses dengan Saumata Apartment, PT Sutera Agung Properti (SAP), kini tengah merampungkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 167

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link