Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Geopark Teksas Wonocolo Bojonegoro, Cara Mudah Ke Texas Amerika

Geopark Teksas Wonocolo Bojonegoro, Cara Mudah Ke Texas Amerika

Kawasan Teksas Wonocolo yang mirip dengan lokasi minyak Texas, Amerika

WISATA – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki andalan wisata terbaru yang kini sedang populer. Destinasi wisata itu bernama Geopark yang dikenal dengan sebutan Teksas Wonocolo. Selain mirip dengan lokasi minyak Texas di Amerika, Teksas bermakna Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.

Teksas Wonocolo kini menjadi lokasi wisata edukasi di Bojonegoro. Geosite Wonocolo ini dikembangkan menjadi Wisata Geologi Sumur Tua Wonocolo yang merupakan energi tidak terbarukan. Kini, lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Teksas Wonocolo. Terdapat Rumah Singgah yang menjadi learning center tentang minyak dan cara eksploitasi di Wonocolo.

BACA JUGA :   Menyusuri Peradaban Kota Batu Yang Hilang Di Petra Jordania

Maka, dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan ke wilayahnya, Pemkab Bojonegoro, menggelar Festival Geopark Bojonegoro yang berlangsung sejak 22-25 November 2018. Berbagai acara yang telah disiapkan yakni Fun Trips serta menghadirkan musisi lokal dan nasional antara lain, Tari Thengul Massal, Orkes Sinten Remen Djadug Febrianto, Musik Etnik Bojonegoro, Regina Idol, Sruti Respati “feat bassist” Indro, serta ” Anji “feat” Sruti.

Festival Geopark Bojonegoro 2018 diawali dengan penanaman pohon bersama di objek wisata Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan, sebagai usaha konservasi objek wisata Geopark Nasional. Acara pembuka ini akan diikuti berbagai kalangan termasuk mengundang duta wisatawan dari sejumlah kota seperti Bogor, Bandung, Bali, Ponorogo, Madiun, Sleman, Bantul, dan Yogyakarta.

“Di Festival Geopark ini juga akan dilakukan penyerahan penghargaan kepada pengelola objek wisata Teksas Wonocolo, yang terpilih sebagai desa wisata terbaik pada Festival Geopark Bojonegoro 2018,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Amir Sahid dalam keterangan resminya, Kamis (22/11).

BACA JUGA :   Orchard Park Kembangkan Properti Standar Internasional

Menurut Amir, festival tersebut digelar setelah kawasan geopark Bojonegoro resmi memperoleh sertifikat geopark nasional sebagai kawasan cagar alam geologi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM pada 2017 lalu. Dengan areal seluas 23 kilometer persegi dan dihuni 1400 jiwa, kawasan geopark Bojonegoro menjanjikan wisata alam khususnya berupa hamparan minyak yang menyatu dengan kebudayaan setempat.

Selain hamparan minyak, masih ada destinasi wisata yang juga tersebar di kawasan geopark Bojonegoro. Di antaranya, struktur “Antiklin” Kawengan bagian puncak antiklin, bagian sayap kanan dan sebagian sayap kiri, semuanya di Kecamatan Kedewan. Geopark lainnya adalah Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Dung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, dan lokasi temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono, Kecamatan Temayang.

BACA JUGA :   Liburan Sehat Di Resort Khas Garut

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti menambahkan, selain banyak dikunjungi wisatawan, selama ini kawasan Geopark Bojonegoro juga kerap dijadikan sebagai laboratorium alam oleh perguruan tinggi ternama dengan belajar langsung di sana.

Kunjungan dari perguruan tinggi seperti ITB, ITS, dan lainnya itu biasanya akan terkonsentrasi di kawasan hamparan minyak. Di kawasan ini, terdapat sejumlah titik yang kerap dikunjungi seperti pertambangan minyak yang telah dikelola selama 110 tahun, dan keunikan  geologi yang berada di Geopark Bojonegoro adalah batuan Reservoar penghasil minyak bumi pada kedalaman rata-rata +100 meter dibawah permukaan tanah (kedalaman reservoir berada diatas permukaan air laut).

BACA JUGA :   Adonara Gandeng Room Today Simasindo

Diuraikan Enggar, kawasan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Bojonegoro ini dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Pada tahun 2017 dikunjungi sebanyak  5.719  wisatawan, sementara pada 2018 melonjak hingga 200 persen dengan total sebanyak 16 ribu lebih wisatawan.

Dalam upaya mengantisipasi lonjakan wisatawan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga terus meningkatkan akses maupun layanan di lokasi wisata. Direncanakan, pembenahan infrastruktur akan rampung pada 2019 mendatang, termasuk menyiapkan layanan pendukung seperti homestay bagi wisatawan. Terpenting lagi, pemuda setempat yang tergabung dalam Karang Taruna akan dilibatkan sebagai pemandu wisata geopark atau geopark guide.

Setelah sukses meraih Geopark Nasional, Pemkab Bojonegoro menargetkan status Geopark Internasional yang diterbitkan Badan PBB, UNESCO akan bisa diraih pada tahun depan.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*