Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Greenhouse Menjadi Greenest Coworking Space Di Asia Tenggara

Greenhouse Menjadi Greenest Coworking Space Di Asia Tenggara

Greenhouse Menjadi Greenest Coworking Space Di Asia Tenggara

BERITA PROPERTI – Greenhouse, penyedia ruang kerja bersama yang percaya pada konektivitas dan kelestarian lingkungan, telah menanam 1.000 pohon di Indonesia sebagai bagian dari inisiatif CSR (Corporate Social Responsibility) sejak dibukanya pada Februari 2018. Selain menanam pohon, Greenhouse juga menerapkan sistem operasional ruang kerja dengan konsep konektivitas dan kelestarian lingkungan melalui desain ruang kerja, metode daur ulang, pantry sehat, dan mendukung kampanye dari organisasi – organisasi lingkungan.

“Menciptakan keseimbangan dan lingkungan yang berkelanjutan adalah sesuatu yang sangat kami perhatikan dan kami pegang teguh dalam DNA kami menjalankan bisnis. Berdasarkan pengalaman kami, perusahaan di pasar atau negara yang bertumbuh cepat lebih memfokuskan diri pada pertumbuhan dan kurang pada aspek kelestarian lingkungan. Kesadaran ini menciptakan fondasi Greenhouse yang dimanifestasikan dalam ruang kerja dan aktivitas yang kami jalankan saat ini,” kata Adam Haluska, Greenhouse Head of Marketing dalam keterangan tertulis.

Baca Juga : Kemnaker Gandeng BRI Optimalisasi Millenial’s Innovation Room

Beberapa contoh operasional Greenhouse yang menerapkan sistem lingkungan berkelanjutan diimplementasikan melalui desain, metode daur ulang, pantry sehat, inisiatif penanaman pepohonan dan memberikan ruang acara gratis untuk organisasi lingkungan.

Greenhouse mendesain ruang kerja mereka dengan memaksimalkan cahaya alami sebanyak mungkin untuk menghemat energi. “Di ‘hutan beton’ seperti Jakarta, di mana hal-hal bergerak cepat dan ada banyak gangguan, kami mendesain Greenhouse menjadi tempat yang ramah lingkungan dan tempat di mana pekerja dapat tetap fokus, namun, tetap merasa terhubung dengan satu sama lain. Untuk itu kami membangun semua ruang kerja pribadi yang ada di Greenhouse dengan dinding dan pintu kaca, untuk memastikan orang-orang dapat saling melihat dan membangun koneksi dengan cara yang lebih alami,” kata Clarissa Budiono, arsitek di balik Greenhouse dan Co-founder A01.

Selain desain hemat energi, Greenhouse juga bekerja sama dengan Waste4Change untuk mendaur ulang limbah. Greenhouse juga tidak memperbolehkan adanya penggunaan kantong plastik. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah sampah berakhir di  insinerator atau masuk ke laut.

“Ini merupakan hal-hal yang telah kami terapkan dalam beberapa bulan pertama beroperasi dan seiring waktu kami berencana untuk menerapkan lebih banyak kegiatan serupa seperti mengimplementasikan bahan – bahan daur ulang yang diproduksi di Indonesia sebagai interior ruang kerja kami. Kami juga berencana untuk memulai dan membangun tim untuk program yang disebut ‘Greenhouse 10x10x10’ yang berdiri untuk 10.000 penanaman pohon, pemasangan 10.000 sumur air dan memberikan beasiswa sekolah kepada 10.000 anak pada tahun 2019,” ujar Drew Calin, CEO Greenhouse.

Drew Calin juga menambahkan, bahwa “Greenhouse selalu mencari organisasi yang bersemangat untuk berkolaborasi bersama, mengambil tindakan, atau menyampaikan berita di luar sana untuk membuat dampak sosial dan lingkungan yang positif, serta membuat perbedaan nyata di dunia.”

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*